Pembuatan dan Karakterisasi Glukomanan dari Umbi Porang (Amorphophallus muelleri Blume.) sebagai Bahan Pengikat Tablet

Ade Ridwan Septiawan, Gita Cahya Eka Darma, Ratih Aryani

Abstract


ABSTRACT: Porang tubers are one of the wild plants that belong to the Amorphophallus genus. Porang contains soluble fiber glucomannan (mannan) which can be dissolved in cold water to form a thick solution and has strong adhesive properties, so it can be used as a binder in tablet preparations. This study aims to extract glucomannan from porang tubers, then characterize the extracted glucomannan, and then assess the potential of glucomannan as a binder in tablet preparations. Extraction of glucomannan was done by soaking flour in aqua dest then centrifugation and precipitation using 96% alcohol. The results of glucomannan characterization obtained water content 11,13%, ash content 2,60%, protein content 2,76%, fat content 0,33%, crude fiber content 2,07%, and carbohydrate content 16,45%. The characteristics of glucomannan are shown by the FTIR spectrum at wavenumbers of 810,1 cm-1 and 875,68 cm-1 which are mannose clusters and glucose in the form of β- pyranose which is the constituent of glucomannan. Based on the literature search, glucomannan has the potential to be used as a binder in tablet preparations with a concentration of 15%, because it has met the requirements of the tablet evaluation test with a hardness value of 4 kg, friability 0,84% and disintegration time of 1,51 minutes.

Keywords: Porang, glucomanan, characterization, tablet binders

ABSTRAK: Umbi porang merupakan salah satu tumbuhan liar yang termasuk ke dalam marga Amorphophallus. Porang mengandung serat larut glukomannan (mannan) yang dapat larut dalam air dingin membentuk larutan kental dan mempunyai sifat merekat yang cukup kuat, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengikat pada sediaan tablet. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan ekstraksi glukomanan dari umbi porang, kemudian dilakukan karakterisasi terhadap glukomanan hasil ekstraksi selanjutnya dilakukan pengkajian potensi glukomanan sebagai bahan pengikat pada sediaan tablet. Ekstraksi glukomanan dilakukan dengan cara perendaman tepung dalam aquadest kemudian dilakukan sentrifugasi dan pengendapan menggunakan alkohol 96%. Hasil karakterisasi glukomanan diperoleh kadar air 11,13%, kadar abu 2,60%, kadar protein 2,76%, kadar lemak 0,33%, kadar serat kasar 2,07%, serta kadar karbohidrat 16,45%. Karakteristik glukomanan ditunjukan oleh spektrum FTIR pada bilangan gelombang 810,1 cm-1 dan 875,68 cm-1 yang merupakan gugus manosa dan glukosa dalam bentuk β-pyranosa yang merupakan penyusun glukomanan. Berdasarkan penelusuran pustaka, glukomanan berpotensi dijadikan sebagai bahan pengikat pada sediaan tablet dengan konsentrasi 15%, karena telah memenuhi persyaratan uji evaluasi tablet dengan nilai kekerasan 4 kg, kerapuhan 0,84% dan waktu hancur 1,51 menit.

Kata kunci:  Porang, glukomanan, karakterisasi, pengikat tablet


Keywords


Porang, glukomanan, karakterisasi, pengikat tablet

Full Text:

PDF

References


Anindita, F., Bahri, S., Hardi, J. (2016). Ekstraksi Dan Karakterisasi Glukomanan Dari Tepung Biji Salak (Salacca edulis Reinw.), Kovalen: Jurnal Riset Kimia, 2(2):1-10

Assosiasi Konyaku Jepang. (1976). Penetapan Standarisasi Tepung Glukomanan Murni Iles-iles dan Hal-hal Penting dalam Pelaksanaannya. Assosiasi Konyaku Jepang, Dewan Pengurus Konyaku Tingkat Provinsi.

Badan Standarisasi Nasional. (2013). Serpih Porang, SNI 7939:2013, Badan Standarisasi Nasional., Jakarta.

Chairul. (2006). Isolasi glukomanan Dari dua Jenis Araceae: Talas {Colocasia esculenta (L.) Schott} Dan Iles-Iles (Amorphophallus campanulatus Blumei), Berita Biologi, 8(3):171-178.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2020). Farmakope Indonesia, Edisi VI, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Hartesi, B., Sriwidodo., Abdassah, M., Chaerunisaa, A.Y. (2016). Starch as Pharmaceutical Excipient, Int. J. Pharm. Sci, Rev, Res., 41(2).

Hoover, R., Hughes, T., Chung, H., Liu, Q. (2010). Composition, molecular strus¬ture, properties and modification of pulse starches: A review. Food Research International 2010. 43(2):399-413.

Hua, Y., Zhang, M., Fu, C., Chen, Z., Chan, G.Y.S. (2004). Structural Characterization of a 2-O-acetylglucomanan from Dendrobium officinale Stem, Carbohydrate Res, (339): 2219-2224.

Koswara, S. (2013). Modul: Teknologi Pengolahan Umbi-Umbian Bagian 2: Pengolahan Umbi Porang. Southeast Asian Food And Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, Institut Pertanian Bogor

Murtini, G. dan Elisa, Y. (2018). Teknologi Sediaan Solid, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Peiying, L, S. Zhang, G. Zhu, Y. Chen, Quyang H., Han M., Wang Z., Xiong W, and Peng H., 2002. Professional standard of the people Republic of China for konjac flour (NY/T 494). Beijing: Ministry of Agriculture of P.R. of China.

Raharjo, B.A. (2012). “Pemanfaatan Tepung Glukomanan dri Umbi Iles-Iles (Amorphophallus Oancophyllus) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Edible Filmâ€, Jurnal Teknologi Kimia dan Industri, Vol 1, No. 1, Universitas Negeri Diponegoro, Semarang.

Ridal, S. (2003). Karakterisasi Sifat Fisiko-Kim¬ia Tepung dan Pati Talas (Colocasia es¬culenta) dan Kimpul (Xanthosoma sp.) dan Uji Penerimaan α-amilase Terha¬dap Patinya, [Skripsi], Insitut Pertanian Bandung, Bogor

Rosalina, M., Cahyani, S.K.B. (2015). Pengaruh Kecepatan Putar dan Waktu Pada Proses Penepungan Terhadap kualitas Tepung Glukomanan dari Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Dengan Menggunakan Proses Fisik [Tesis]. Program Studi DIII Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Insitut Teknologi Sepuluh November.

Setiawati, E., Bahri, S., Razak, A.R. (2017). Ekstraksi Glukomanan Dari Umbi Porang (Amorphophallus paeniifolius (Dennst.) Nicolson), Kovalen: Jurnal Riset Kimia, 3(3):234-241.

Sugiyono dan Perwitosari, D. (2016). Pengaruh Penggunaan Tepung Umbi Porang (Amorphophallus onchophyllus) Sebagai Bahan Pengikat Terhadap Sifat Fisik dan Kimia Tablet Paracetamol, Fakultas Farmasi, Universitas Wahid Hasyim, Semarang.

Sumarwoto. (2005). Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume); Deskripsi dan Sifat-sifat Lainnya, Biodiversitas.

Sumarwoto. (2007). Review: Kandungan Mannan pada Tanaman Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume), Bioteknologi

Tatirat, O., and Charoenrein, S. (2011). Physicochemical properties of konjac glukomannan extracted from konjac flour by a simple centrifugation process, LWT - Food Science and Technology, (44), 2059-2063.

Voigt, R. (1994). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, terjemahan Soendani Noerono Soewandhi, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Wahyuni. (2016). Pemanfaatan Pati Umbi Tire (Amorphophallus onchopillus) Sebagai Bahan Pengikat Tablet Paracetamol Dengan Metode Granulasi Basah, [Skripsi], Jurusan Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universtas Islam Negeri Alauddin, Makasar.

Wang, Q., Wang, J., Zhong, G. (2011). Characteristics of Konjac Glucomannan (KGM) in A.bulbifer compared with that in A.rivieri and A.albus, Advance Materials Research Vols. 236-238.

Widjanarko. (2014). Pengaruh Lama Penggilingan Tepung Porang (Amorphophallus Muelleri Blume) Dengan Metode Ball Mill (Cyclone Separator) Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Tepung Porang, Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 p. 867-877.

Xiao, C.B., Gao, S.J., Li, G.R., Zhang, Q.C. (1999). Preparation of konjac glucomannan and acrylamide grafted konjac glucomannan, J. Natl. Sci, (4): 459-462.

Xu, W., Wang, S., Ye, T., Jin, W., Liu, J., & Al, E. (2014). A simple and feasible approach to purify konjac glucomannan from konjac flour - Temperature effect, Food Chemistry, 158, 171–176.

Xu, Z., Sun, Y., Yang, J., Ding and J. Pang. (2007). Effect γ-irradiation on some physicochemical properties of konjac glucomannan, Carbohydrate Polym, 70: 444-450.

Yu, H., Huang, Y., Ying, H., Xiao, C. (2007). Preparation and characterization of a quaternary ammonium derivative of konjac glucomannan, Carbohydrate Polym., 69: 29-40.

Yuzammi. (2000). Taxonomy Revision of the Terrestrial and Aquatic aroid (Araceae) in Java. (Thesis). Sydney: School of Biological Science, Faculty of Life Science, University of New South Wales, Australia.

Zhang, H., Yoshimura, K., Nishinari, M.A.K., Williams, T.J., Foster and Norton. (2001). Gelation behaviour of konjac glucomannan with different molecular weights, Biopolymer, 59:38-50.

Nurmilla Ani, Kurniaty Nety, W Hilda Aprillia. (2021). Karakteristik Edible Film Berbahan Dasar Ekstrak Karagenan dari Alga Merah (Eucheuma Spinosum). Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 24-32.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29642

Flag Counter