Makna Konsep Diri Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat

Wildan Salman Gufroni, Erik Setiawan

Abstract


Abstract. The Millennial Adjutant for the Governor of West Java is one of the West Java Future Leaders (JFL) programs which only started in 2019 with very high registrant interest, this is certainly driven by different motives and self-meanings. So it is interesting to study the meaning of the millennial aide's self-concept. This study aims to determine the motives, experiences, and meanings of being a millennial aide to the Governor of West Java with qualitative research methods and a phenomenological study approach with a constructivist paradigm. Data collection techniques through in-depth interviews, observation and documentation as well as a form of triangulation with phenomenological data analysis. The results showed that there were two motives, namely the because motive (the motive of experience and the motive of "because of the figure"), and in order to motive (the motive of curiosity, the motive of empowered, the motive of self-development and the motive of achievement). The experience of being a millennial aide is divided into work experience (serving, accompanying and publishing). The communication experience took place with the Governor, the Governor's Team and fellow Adjutants. The meaning of a millennial aide, among others, is as "self-pride", an aide, and a leader and a female millennial aide sees herself as an equal person. All self-meanings form a positive self-concept and are also influenced by two factors (other people and reference groups).

Keywords: Motives, Experience, Self-Concept, Millennial Adjutant, Phenomenology of Alfred Schutz.

Abstrak. Ajudan Milenial Gubernur Jawa Barat merupakan salah satu program Jabar Fututre Leaders (JFL) yang baru berjalan pada tahun 2019 dengan animo pendaftar yang sangat tinggi, hal itu tentu di dorong oleh motif dan pemaknaan diri yang berbeda-beda. Sehingga menarik untuk diteliti tentang makna konsep diri para ajudan milenial tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui motif, pengalaman, dan makna diri menjadi seorang ajudan milenial Gubernur Jawa Barat dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan studi fenomenologi dengan paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi yang sekaligus sebagai bektuk triangulasi dengan analisis data fenomenologis. Hasil penelitian menunjukan ada dua motif, yaitu because motive (motif pengalaman dan motif “karena sosokâ€),  dan in order to motive (motif ingin tahu, motif berdaya, motif pengembangan diri dan motif berprestasi). Pengalaman menjadi ajudan milenial terbagi ke dalam pengalaman bertugas (melayani, mendampingi dan mempublikasikan). Pengalaman komunikasi berlangsung dengan Gubernur, Tim Gubernur dan sesama Ajudan. Makna diri ajudan milenial antara lain sebagai “kebanggaan diriâ€, seorang ajudan, dan seorang pemimpin serta ajudan milenial perempuan memandang dirinya sebagai orang yang setara. Semua makna diri membentuk konsep diri positif dan dipengaruhi juga oleh dua faktor (orang lain dan kelompok rujukan).

Kata Kunci: Motif, Pengalaman, Konsep Diri, Ajudan Milenial, Fenomenologi Alfred Schutz


 

 


Keywords


Motif, Pengalaman, Konsep Diri, Ajudan Milenial, Fenomenologi Alfred Schutz

Full Text:

PDF

References


Ahmadi, Dadi. 2008. “Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar†dalam Jurnal Mediator, Vol. 9 No.2 Desember 2008 SK No. 56/DIKTI/Kep/2005 (hlm 301-315)

Effendy, Onong Uchjana. 2001. Ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Hamzah, Amir. 2020. Metode Penelitian Fenomenologi: Kajian Filsafat dan Ilmu Pengetahuan. Malang: Literasi Nusantara

Hasbiansyah, O. 2008. “Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi,†dalam Jurnal Mediator, Vol 9 No. 1. Juni 2008 SK. No. 56/DIKTI/Kep/2005 (hlm. 163-180)

Husaeni. Muh. Irfan. 2015. “Mengapa Pimpinan Perlu Ajudan?â€, dalam Majalah Digital Pengadilan Agama Pelaihari, Edisi 3, Agustus 2015 (hlm. 21-24)

Instagram Jabar Future Leaders,https://www.instagram.com/jabarfutureleaders/. Tanggal akses 24 Oktober 2020, pk. 07.12 WIB

“KBBI Daring,†https://kbbi.kemdikbud.go.id/. Tanggal akses 23 Oktober 2020, pk. 09.10 WIB

Kuswarno, Engkus. 2007. “Tradisi Fenomenologi Pada Penelitian Komunikasi Kualitatif: Sebuah Pedoman Penelitian dari Pengalaman Penelitian,†dalam Jurnal Sosiohumaniora, Vol. 9, No. 2, Juli 2007 (hlm. 161-176)

________2009. Metodologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi: Konsepsi, Pedoman dan Contoh Penelitian. Bandung: Widya Padjadjaran

Mulyana, Deddy. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Rakhmat, Jalaluddin. 2012. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Th. 2010 tentang Keprotokolan, https://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2010_9.pdf. Tanggal akses 23 Oktober 2020, pk. 11.06.

“Pemeriksaan Psikologi Calon ADC Presiden RI Beserta Ibu, dan Calon ADC Wakil Presiden RI Beserta Ibu,†https://www.tni.mil.id/view-62421-pemeriksaan-psikologi-calon-adc-presiden-ri-beserta-ibu-dan-calon-adc-wakil-presiden-ri-beserta-ibu.html. Tanggal akses 28 Oktober 2020, pk. 15.36 WIB

Widjaya, H. AW. 2000. Ilmu Komunikasi Pengantar Studi. Jakarta: Rineka Cipta, 2000.

Novilini, Olga Puspa, Hernawati, Riza. (2021). Opini Member Mengenai Personal Selling Sales Moka Pos dalam Memasarkan Produk. Jurnal Riset Public Relation, 1(1). 1-7




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28700

Flag Counter