Kajian Literatur Aktivitas Antibakteri Tanaman Suku Apiaceae: Adas (Foeniculum vulgare Mill.), Ketumbar (Coriandrum sativum L.), dan Seledri (Apium graveolens L.)

Rima Purnama, Lanny Mulqie, Sri Peni Fitrianingsih

Abstract


Abstract: The infectious diseases are the diseases caused microbes such as bacteria pathogenic. Generally, treatment of infectious diseases uses antibiotics. But, the use of antibiotics are not appropriate and doesn’t macth with the indications of the disease that can lead to resistance. so this problem need to be research natural ingredients that have function as antibacterials which can be used as supporting drugs. Therefore, a Systematic Literature Review (SLR) was carried out on the Apiaceae (Umbelliferae) family plant which is commonly known as a plant from the carrot or parsley family which generally has a very specific distinctive smell. How the antibacterial activity of family Apiaceae plants, fennel (Foeniculum vulgare Mill.), coriander (Coriandrum sativum L.), and celery (Apium graveolens L.) as well as to find out what chemical compounds function as antibacterial by browsing research journal literature. national and international publications and indexes. The results of previous research, these three plants from the family Apiaceae tribe have antibacterial activity. The chemical compounds in fennel is monoterpene, in coriander is terpenoid, fenol and in celery is flavonoid, tannin, saponin, linalool and phenol.
Keywords: Familly Apiaceae, antibacterial activity, chemical compounds
Abstrak: Penyakit infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroba contohnya adalah bakteri yang bersifat patogen. Pengobatan penyakit infeksi pada umumnya menggunakan antibiotik akan tetapi penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan indikasi penyakit dapat mengakibatkan resistensi sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut terhadap bahan alam yang dapat berfungsi sebagai antibakteri sehigga dapat digunakan sebagai obat penunjang. Maka dari itu dilakukan Systematic literature review (SLR) terhadap tanaman suku Apiaceae (Umbelliferae) yang biasa dikenal sebagai tanaman dari keluarga wortel atau peterseli yang umumnya memiliki aroma yang sangat khas dengan ciri-ciri batang berongga Systematic Literature Review (SLR) ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana aktivitas antibakteri tanaman suku Apiaceae yaitu, tanaman adas (Foeniculum vulgare Mill.), ketumbar (Coriandrum sativum L.) , dan seledri (Apium graveolens L.) serta untuk mengetahui senyawa kimia apa saja yang berfungsi sebagai antibakteri dengan cara penelusuran pustaka jurnal penelitian nasional dan internasional yang telah dipublikasikan dan sudah terindeks. Hasil dari penelitian sebelumya, ketiga tanaman dari suku Apiaceae ini memiliki aktivitas antibakteri dan mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri. Kandungan senyawa kimia pada pada adas adalah monoterpen, pada ketumbar adalah golongan terpenoid dan fenol dan pada seledri adalah golongan senyawa terpenoid yaitu monoterpene, sequiterpen dan juga mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, linalool, dan fenol.
Kata kunci: Suku Apiaceae, aktivitas antibakteri, kandungan kimia


Keywords


Suku Apiaceae, aktivitas antibakteri, kandungan kimia

Full Text:

PDF

References


Baananou, S dkk., (2013). ‘Antiulcerogenic and antibacterial activities ofApium graveolensessential oil and extract’. Natural Product Research, Vol. 27. No. 12. Hal. 1075–1083.

Brooks, G. F, Carroll, K. C, Butel JS, Morse SA. (2013). Mikrobiologi Kedokteran. Jawetz, Melnick, & Adelberg. Ed. 25. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Bisht, D. S dkk., (2014). ‘Comparatie Antimicrobial Activity of Essential oils of Cuminum cyminum L. And Foeniculum vulgareMill. seeds against Salmonella typhimuriumand Escherichia coli’. Journal of Essential Oil Bearing Plants, 17(4), 617–622

Das, S. M, Singh, V. K., Dwivedy, A. K., Chaudhari, A. K., Upadhyay, N., Singh, A., Dubey. (2019). ‘Antimicrobial activity, antiaflatoxigenic potential and in situ efficacy of novel formulation comprising of Apium graveolens essential oil and its major component’. Pesticide Biochemistry and Physiology. Vol. 106. Hal. 102-111.

Foudah, Ahmed I dkk., (2021). ‘Evaluation of the composition and in vitro antimicrobial, antioxidant, and anti-inflammatory activities of Cilantro (Coriandrum sativum L. leaves) cultivated in Saudi Arabia (Al-Kharj)’. Saudi Journal of Biological Sciences. Vol. 28. Hal. 3461-3468.

Hamudeng, A. M, Serliawati. (2019). ‘Effectiveness of antibacterial extract of coriander seeds (coriandrum sativum L.) against staphylococcus aureus’. Journal of Dentomaxillofacial Science. Vol. 4. No. 2. Hal 71-74.

Ilić, D. P dkk., (2019). ‘Improvement of the yield and antimicrobial activity of fennel (Foeniculum vulgare Mill.) essential oil by fruit milling’. Industrial Crops and Products. Vol. 142.

Kartika Indah Permata Sari dkk. (2013). Uji antimikroba ekstrak segar jahe-jahean (zingiberaceae) terhadap staphylococcus aureus, escherichia coli dan candida albicans. Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol.2. NO.1. Hal 20-24.

Kumar, A dkk., (2020). Unravelling the antifungal and anti-aflatoxin B1 mechanism of chitosan nanocomposite incorporated with Foeniculum vulgare essential oil. Carbohydrate Polymers, Vol. 236.

Purba, H. Simanjuntak, A. (2020). ‘Phytochemical screening of bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L) and antimicrobial activity test’. Jurnal Pendidikan Kimia. Vol.12. No.2.

Purwatiningsih, T. K dkk., (2014). ‘Aktivitas Senyawa Fenol Dalam Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) Sebagai Antibakteri Alami Untuk Penghambatan Bakteri Penyebab Mastitis. Vol. 38. No. 1. Hal. 59-64.

Retnowati Y., Bialangi N., Posangi N.W. (2011). ‘Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Pada Media Yang Diekspos Dengan Infus Daun Sambiloto (Andrographis paniculata)’. Jurnal Saintek. Vol. 6. No.2.

Roby, M. H. H dkk., (2013). ‘Antioxidant and antimicrobial activities of essential oil and extracts of fennel (Foeniculum vulgare L.) and chamomile (Matricaria chamomilla L.)’. Industrial Crops and Products. Vol. 44. Hal. 437–445.

Shafaghat, A., Salimi, F. & Amani-Hooshyar, V. (2011). ‘Phytochemical and Antimicrobial Activities of Lavandula officinalis leaves and stems against some pathogenic microorganism’. Journal of Medicinal Plants Research. Vol. 6. No. 3. Hal. 455-460.

Silva, F., Ferreira, S., Duarte, A., Mendonça, D. I., & Domingues, F. C. (2011). ‘Antifungal activity of Coriandrum sativum essential oil, its mode of action against Candida species and potential synergism with amphotericin B’. Phytomedicine. Vol. 19. No. 1. Hal. 42–47.

Siregar. 2016. ‘Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar- Dasar Praktis’. Jakarta: EGC. 54-55. 98- 115.

Yildiz, H. (2015). ‘Chemical Composition, Antimicrobial, and Antioxidant Activities of Essential Oil and Ethanol Extract of Coriandrum sativum L. Leaves from Turkey’. International Journal of Food Properties. Vol. 19. No. 7. Hal. 1593-1603.

Nuraeni Anisa Dwi, Lukmayani Yani, Kodir Reza Abdul. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) serta Analisis KLT Bioautografi. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 9-15.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.30863

Flag Counter