Penelusuran Pustaka Pemanfaatan Kulit Buah Melinjo (Gnetum gnemon L) sebagai AntiHiperurisemia

Siti Aisyah Amini, Kiki Mulkiya Yuliawati, Reza Abdul Kodir

Abstract


ABSTRACT: Melinjo (Gnetum gnemon L.) is a local commodity that has several benefits. The compounds contained in the red seed coat of melinjo are phenolic, flavonoid, lycopene, vitamin C, and -carotene. Melinjo peel is known to contain flavonoids, which can reduce uric acid levels by inhibiting the action of the xanthine oxidase enzyme, so that flavonoids are compounds that have the potential as antihyperuricemia. The antihyperuricemia test method was carried out on several male rats, male rats were induced by uric acid, with several preparations, namely chicken liver juice, melinjo seed extract, potassium oxonate. One of the studies was microencapsulation of melinjo skin extract. From some of the results of the research above, it can be concluded that compounds that have the potential as antihyperuricemia are flavonoid compounds, ethanol extract of melinjo peel. The ethanol extract of melinjo peel was able to reduce uric acid levels. One of the secondary metabolites contained in the microencapsulation of melinjo peel extract is flavonoid. Flavonols and flavones have the highest inhibitory effect on xanthine oxidase activity at planar with 7-hydroxyl groups. The hydroxyl groups of chrysin and luteolin at C-5 and C-7 of the flavone framework have a very strong ability to inhibit xanthine oxidase activity.

Keywords: Gnetum gnemon, hyperuricemia.

ABSTRAK: Melinjo (Gnetum gnemon L.) adalah salah satu komoditas lokal yang mempunyai beberapa manfaat. Senyawa yang terkandung di dalam kulit biji melinjo yang berwarna merah adalah fenolik, flavonoid, likopen, vitamin C, dan β-karoten. Kulit melinjo diketahui mengandung flavonoid, yang dapat menurunkan kadar asam urat dengan cara menghambat kerja enzim xantin oksidase, sehingga flavonoid merupakan senyawa yang berpotensi sebagai antihiperurisemia. Metode uji antihiperurisemia dilakukan terhadap beberapa tikus jantan, tikus jantan diinduksi asam urat, dengan beberapa sediaan yaitu jus hati ayam, ekstrak biji melinjo, kalium oksonat. Salah satu penelitian dilakukan mikroenkapsulasi terhadap ekstak kulit melinjo. Dari beberapa hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa senyawa yang berpotensi sebagai antihiperurisemia adalah senyawa flavonoid, ekstrak etanol kulit melinjo. Ekstrak etanol kulit melinjo mampu menurunkan kadar asam urat. Salah satu metabolit sekunder yang terdapat pada mikroenkapsulasi ekstrak kulit melinjo adalah Flavonoid. Flavonol dan flavon memiliki efek penghambatan aktivitas santin oksidase paling tinggi pada planar dengan gugus 7-hidroksil. Gugus hidroksil dari chrysin dan luteolin pada C-5 dan C-7 dari kerangka flavon mempunyai kemampuan yang sangat kuat dalam menghambat aktivitas santin oksidase.

Kata kunci: Gnetum gnemon, hiperurisemia.


Keywords


Gnetum gnemon, hiperurisemia.

Full Text:

PDF

References


Briley, M.S. & Eisenthal, R. 1975. Association of Xanthine Oxidase with the Bovine Milk-Fat-Globule Membrane. Journal of Biochemistry.

Dalimartha, Setiawan dan Soedibyo, M. (1999). Awet Muda dengan Tumbuhan Obat dan Diet Suplemen. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Dhimas A., dkk. 2020. Aktivitas Antihiperurisemia Mikroenkapsulasi Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L.) secara In Vivo. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi “Yayasan Pharmasi Semarangâ€. Vol.9. no.1.

Gutowski, M. and Kowalczyk, S. 2013. A study of free radical chemistry: their role and pathophysiological significance. Acta Biochimica Polonica 60: 1-16.

Hasan, A. E. Z., Husnawati, Puspita, C. A., & Setiyono, A. (2020). Efektivitas Ekstrak Kulit Melinjo ( Gnetum gnemon ) sebagai Penurun Kadar Asam Urat pada Tikus Putih ( Rattus norvegicus ) Hiperurisemia. Curr. Biochem, 7(1), 21–28.

Khisti Tsabita Rakhmahayati, Rika Nilapsari, A. P. R. (2017). Efek Ekstrak Etanol Kulit Melinjo terhadap Penurunan Kadar Asam Urat pada Hiperurisemia. Prosiding Pendidikan Dokter, 3(2), 506–510.

Kunarto, B. dan Pratwi, E. 2014. Evaluasi Sifat Antioksidatif Mikroenkapsul Ekstrak Kulit Melinjo Merah ( Gnetum gnemon L). yang Dienkapsulasi Menggunakan Gam Arab dan Maltodekstrin. Prosiding Seminar Nasional Nutrisi, Keamanan Pangan dan Produk Halal, Surakarta : 26 April 2014. Hal. 241-247

Mukhlisah. (2014). Pengaruh Level Ekstrak Daun Melinjo (Gnetum gnemon Linn) dan Lama Penyimpanan yang Berbeda Terhadap Kualitas Telur Itik, Fakultas Peternakan Universitas Hasanudin, Makasar.

Nia K. Sari, dkk. (2019). Pengaruh Daun Melinjo (Gnetum gnemon L. ) dan Kulit Melinjo Ekstrak Model Tikus Jantan Hiperurisemia Terinduksi. Jurnal kedokterna dan kesehatan. Vol. 2. No.4

Siregar, Cornelia, Ermiziar dan Raskita. (2009). Studi Kandungan Karotenoid, Vitamin C, dan Aktivitas Antioksidan Kulit Melinjo (Gnetum gnemon L). Jurusan Teknologi Universitas Pelita Harapan, Tanggerang. Banten.

Wahyuni, S., Rais, M., & Fadilah, R. (2017). Fortifikasi Tepung Kulit Melinjo sebagai Pewarna Alami pada Pembuatan Kerupuk Singkong. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, Vol. 3, 212-222.

Wulandari S, Subandi, Muntholib. Inhibisi xantin oksidase oleh ekstrak etanol kulit melinjo (Gnetum gnemon) relatif terhadap allopurinol. J Onl Univ Neg Malang. 2012; 1 (1): 1–9.

R Fathan Said, Darma Gita Cahya Eka, Kodir Reza Abdul. (2021). Formulasi sediaan Cuka Buah Kopi Menggunakan Ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan Bakteri (Acetobacter aceti). jurnal Riset Farmasi, 1(1), 38-45.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.30655

Flag Counter