Studi Pustaka Produksi Bioetanol dari Limbah Kulit Kakao (Theobroma cacao L.) dengan Proses Hidrolisis Menggunakan Saccharomyces cerevisiae

Nurul Nuraini, Diar Herawati Effendi, Anggi Arumsari

Abstract


ABSTRACT: Bioethanol is ethanol produced from the fermentation process. Bioethanol can be made from various raw materials that exist in nature. Cocoa is a plantation commodity that has an important role for the national economy. Most of the waste from cocoa processing comes from the skin of the fruit. Cocoa pods consist of 17.27% cellulose, 19.56% hemicellulose and 52.02% lignin. The purpose of this literature search is to determine the potential of cocoa husk waste as a source of bioethanol and to determine the optimal conditions in the production of bioethanol from cocoa waste using the microorganism Saccharomyces cerevisiae. This research was conducted using the library search method by searching for sources in the form of secondary data by accessing Google Schoolar and other journal sites. The largest cocoa plantation area in Indonesia is in Central Sulawesi Province with an area of about 290,3 thousand hectares. With cacao bean production around 19.05%. The results showed that the highest bioethanol content was 95.87% at the treatment time of fermentation for 8 days, pH 5 at 30 °C. Meanwhile, the lowest bioethanol content was 2.05% at 5 days fermentation time, 3.41 pH and 30 °C temperature.

Keywords: Bioethanol, Cocoa Pods, Saccharomyces cerevisiae

ABSTRAK:  Bioetanol merupakan etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi. Bioetanol dapat dibuat dari berbagai bahan baku yang ada dialam. Kakao merupakan komoditas perkebunan yang memiliki peran cukup penting bagi perekonomian nasional. Limbah hasil pengolahan kakao sebagian besar berasal dari kulit buah. Kulit buah kakao terdiri dari 17,27% selulosa, 19,56 % hemiselulosa dan 52,02 % lignin. Tujuan dari penelusuran pustaka ini adalah untuk mengetahui potensi limbah kulit kakao sebagai sumber bioetanol dan mengetahui kondisi optimal dalam produksi bioetanol dari limbah kakao dengan menggunakan mikroorganisme Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelusuran pustaka dengan mencari sumber dalam bentuk data sekunder dengan mengakses Google Schoolar serta situs jurnal lainnya. Luas areal perkebunan kakao yang terluas di Indonesia yaitu pada Provinsi Sulawesi Tengah dengan luas sekitar 290,3 ribu hektar. Dengan produksi biji kakao sekitar 19,05 %. Hasil penelitian didapatkan bahwa kadar bioetanol tertinggi ialah sebesar 95,87% pada perlakuan waktu fermentasi selama 8 hari, pH 5 suhu 30 °C. Sementara kadar bioetanol terendah sebesar 2,05% pada perlakuan waktu fermentasi selama 5 hari, pH 3,41 serta suhu 30 °C.

Kata Kunci: Bioetanol, Buah Kakao, Saccharomyces cerevisiae


Keywords


Bioetanol, Buah Kakao, Saccharomyces cerevisiae

Full Text:

PDF

References


Awolu.(2015). Optimization of Bioethanol Production from Cocoa (Theobroma cacao) Bean Sheel. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences. 4(4).

Badan Pusat Statistik (BPS).(2017). Statistik Indonesia Tahun 2017. Badan Pusat Statistik. Jakarta Pusat.

Daud,Zawawi., Kassim, Angzzas Sari., Aripin.A.M., Awang. H., dan Hatta. Z.M. (2013). Chemical Composition and Morphological of Cocoa Pod Husks and Cassava Peels for Pulp and Paper Production. Australian Journal of Basic Applied Science.7(9): 406-411.

Fauzi, A.Rachman., Haryadi, didik., dan Priyanto, Slamet.(2012). Pengaruh Waktu Fermentasi dan Efektivitas Adsorben Dalam Pembuatan Bioetanol Fuel Grade Dari Limbah Pod Kakao (Theobroma Caco). Jurnal Teknologi Kimia dan Industri. Vol.1 No.1

Fauziah,Nada. (2020). Perbandingan Metode Produksi Bioetanol Limbah Kulit Nanas. Prosiding Seminar. Vol 6. No.2

Hidayah,T.(2018). Pengaruh Konsentrasi Inokulum Saccharomyces cerrevisiae Terhadap Produksi Bioetanol Dari Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L). Sainstech Inovation Journal. SIJ Vol.1, No 1, Hal 6-15.

K, Putu., Sabarudin, L.O., Melati, Rima., dan Haeruddin. (2013). Waktu Optimum Fermentasi Limbah Pulp Kakao (Theobroma cacao) Menggunakan Kulit Bakau dalam Produksi Bioetanol. Program Kreativitas Mahasiswa. Universitas Haluoleo, Kediri.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (2019). Perkembangan Bioetanol G2: Teknologi dan Perspektif. Jakarta: LIPI Press.

M, Rahmat. (2010). Tanaman Penghasil Bahan Bakar. Semarang : ALPRIN.

Phong, Huynh Xuan. (2016). Study on Fermentation Conditions for Bioethanol Production from Cocoa Pod Hydrolysate. Can Tho University Journal of Science

Purwati, Lisma.S dan Nurhatika, Sri. (2016). Efektivitas Penggunaan Bioetanol dari Limbah Pulp Kakao (Theobroma cacao) terhadap Lama Pembakaran Kompor Bioetanol. Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol 5, No.1.

Riani, Yuthia Aulia., Chairul., dan Wisrayetti.( 2015). Pengaruh Konsentrasi Ammonium Sulfat dan Waktu pada Fermentasi Pulp Kakao Menjadi Bioetanol Menggunakan Saccharomyces cerrevisiae. JOM FTEKNIK. Vol 2 No.1.

Salim, M.A (2013). The Time Variation of Saccharomyces cerevisie Inoculation in Simultaneous Saccharification and Fermentation of Cocoa (Thebroma cacao) Pod for Bioethanol Production. Journal of Asian Scientific Research, 3(3).

Saputri, Desi. R, et al.(2021). Efek Biokonversi Pulp Kakao Menjadi Bioetanol Sebagai Sumber Energi Alternatif melalui Fermentasi Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae dalam Fermentor Wadah Plastik dan Stainless Steel. Journal of Science and Applicative Technology. Vol 5(1).

Siswati, Nana Dyah., dkk. (2012). Bioetanol Dari Limbah Kulit Kopi Dengan Proses Fermentasi. Jurnal Tekhik Kimia 6 (1). 14-

Wirajaya, I.K.A., Putra, G.P.G., Antara, Nyoman Semadi. (2016). Pengaruh Lama Fermentasi Secara Anaerob Cairan PulpaHasil Samping Fermentasi Biji Kakao Terhadap Karakteristik Alkohol. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Agrioindustr. Vol.4,No.1

R Fathan Said, Darma Gita Cahya Eka, Kodir Reza Abdul. (2021). Formulasi sediaan Cuka Buah Kopi Menggunakan Ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan Bakteri (Acetobacter aceti). jurnal Riset Farmasi, 1(1), 38-45.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.30254

Flag Counter