Uji Aktivitas Senyawa pada Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap Angiotensin Converting Enzyme (ACE) sebagai Antihipertensi secara In Silico

Salsabilla Wijaya, Syifa Prahayati, Viola Marillia, Taufik Muhammad Fakih, Sani Ega Priani

Abstract


ABSTRACT: Hypertension is a health disorder with an increasing prevalence every year and can be accompanied by other diseases that can increase the risk of cardiovascular and kidney disorders. Hypertension therapy can use various classes of drugs, one of which is the ACE inhibitor class which is a drug targeted at Angiotensin-1 Converting Enzyme. The purpose of this study was to determine the affinity of peptide compounds in common bean (Phaseolus vulgaris L.) to ACE receptors as antihypertensive in silico. The method used in this study is a protein-peptide docking. First, sequencing modeling of peptide compounds was performed on the PEP-FOLD server. Then the best conformation was obtained which was then carried out an interaction study using the PatchDock software. After that, the interactions were identified using the BIOVIA Discovery Studio software. Then the ACE values obtained from the protein-peptyde docking of common bean (Phaseolus vulgaris L.) LSFNT and GVPP peptides with Angiotensin-1 Converting Enzyme were -81.01 and -20.75, respectively. Therefore, the sequencing with the best ACE value was LSFNT and was a potential candidate for the Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE) receptor as an antihypertensive drug.

Keywords: Phaseolus vulgaris L., Hypertension, Protein-peptide docking.

ABSTRAK: Hipertensi merupakan gangguan kesehatan dengan prevalensi yang meningkat pada setiap tahunnya serta dapat disertai dengan penyakit lain yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko gangguan pada kardiovaskuler dan ginjal. Terapi hipertensi dapat menggunakan berbagai golongan obat, salahsatunya adalah golongan ACE inhibitor yang merupakan obat yang ditargetkan pada Angiotensin-1 Converting Enzyme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui afinitas senyawa peptida pada kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap reseptor ACE sebagai antihipertensi secara in silico. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penambatan dengan basis protein-peptida. Pertama, dilakukan pemodelan sekuensing senyawa peptida pada server PEP-FOLD. Kemudian didapatkan konformasi terbaik yang selanjutnya dilakukan studi interaksi menggunakan perangkat lunak PatchDock. Setelah itu, interaksi diidentifikasi dengan menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio. Kemudian didapatkan nilai ACE dari hasil penambatan kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) peptida LSFNT dan GVPP dengan reseptor ACE berturut-turut sebesar -81.01 dan -20.75. Oleh karena itu, didapatkan sekuensing dengan nilai ACE yang paling baik adalah LSFNT dan berpotensi sebagai kandidat terhadap reseptor Angiotensin- I Converting Enzyme (ACE) sebagai obat antihipertensi.

Kata Kunci: Phaseolus vulgaris L., Hipertensi, Penambatan peptida-protein


Keywords


Phaseolus vulgaris L., Hipertensi, Penambatan peptida-protein

Full Text:

PDF

References


Bhandari, D., Rafiq, S., Gat, Y., Gat, P., Waghmare, R., & Kumar, V. (2020). A Review on Bioactive Peptides: Physiological Functions, Bioavailability and Safety. International Journal of Peptide Research and Therapeutics, 26(1), 139–150.

Fakih, T. M., & Dewi, M. L. (2020). Identifikasi Mekanisme Molekuler Senyawa Bioaktif Peptida Laut sebagai Kandidat Inhibitor Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE). Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 7(1), 76.

Jawaid, T., Kamal, M., & Kumar, S. (2017). Antihypertensive effect of the alcoholic extract of seeds of Phaseolus vulgaris L. (Fabaceae) on high salt diet induced hypertension in male rats. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 8(7), 3092–3097.

Kandarini, Y. (2017). PKB-TRIGONUM SUDEMA-ILMU PENYAKIT DALAM XXV Tatalaksana Farmakologi Terapi Hipertensi. 13–14.

Lailiyah, A. (2019). Aktivitas ACE inhibitor Tempe Berbasis Kacang Buncis (Phaseolus vulgaris L.) dan Kedelai Hitam (GLycine soja (L) merrit) Sebagai Pangan FUngsional Antihipertensi. Universitas Islam Negeri Jakarta.

Naqiyya, N. (2020). Potensi Seledri (Apium Graveolens L.) Sebagai Antihipertensi. Jurnal Stikes, 2(2), 160–166.

Olivia, Z., & Suryana, A. L. (2018). Effect of Antihipertensive Drugs And Banana (Musa Sp.) To Potassium Serum Levels of Hypertensive Wistar Rats Model. Journal of Agromedicine and Medical Sciences, 4(3), 121.

Pahlawan, M. K., Astri, Y., & Saleh, I. (2013). Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Bagian Rawat Jalan RS Muhammadiyah Palembang Periode Juli 2011–Juni 2012. Syifa’ MEDIKA: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 4(1), 22.

Schneidman-Duhovny, D., Inbar, Y., Nussinov, R., & Wolfson, H. J. (2005). PatchDock and SymmDock: Servers for rigid and symmetric docking. Nucleic Acids Research, 33(SUPPL. 2), 363–367.

Yulanda, G., & Lisiswanti, R. (2017). Penatalaksanaan Hipertensi Primer. Majority, 6(1), 25–33.

Fauzi, Nur Muhammad. (2021). Uji Kualitatif dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Buah Maja (Aegle Marmelos (L.)Correa) dengan Metode DPPH. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 1-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29808

Flag Counter