Studi Literatur Aktivitas Antidiabetes Beberapa Tanaman Suku Fabaceae

Anggi Arisandi, Sri Peni Fitrianingsih, Sri Peni Fitrianingsih, Ratu Choesrina, Ratu Choesrina

Abstract


ABSTRACT: Diabetes is a condition when high blood sugar levels exceed normal blood sugar. DM is also known as the silent killer because it is often not realized by the patient and when it is known that complications have occurred. Plants that have potential as antidiabetic are plants from the Fabaceae tribe because they are known to have secondary metabolites such as flavonoids whose mechanism of action can increase insulin sensitivity. The purpose of this study was to determine the potential antidiabetic activity of plant extracts of the Fabaceae tribe as seen from the decrease in blood glucose levels and the content of secondary metabolites contained therein. The results showed that the plant extract of the Fabaceae tribe had antidiabetic activity with the highest effective dose at 1.3gr/kgBB in tamarind leaf extract and the lowest dose at 200mg/kgBB in long bean leaf extract. Secondary metabolites that act as antidiabetic are alkaloids, tannins, saponins, polyphenols and flavonoids.

Keywords: antidiabetic, Fabaceae family, Diabetes mellitus 

ABSTRAK: Diabetes merupakan keadaan ketika kadar gula dalam darah tinggi melebihi gula darah normal. DM juga dikenal sebagai silent killer karena sering tidak disadari oleh penderita dan saat telah diketahui sudah terjadi komplikasi. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antidiabetes adalah tanaman yang berasal dari suku Fabaceae karena diketahui memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid yang mekanisme kerjanya dapat meningkatkatkan sensitivitas insulin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya potensi aktivitas antidiabetes pada ekstrak tanaman suku Fabaceae yang dilihat dari penurunan kadar glukosa darah dan kandungan metabolit sekunder yang terkandung didalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tanaman suku fabaceae memiliki aktivitas antidiabetes dengan dosis efektif tertinggi pada 1,3gr/kgBB pada ekstrak daun asam jawa dan dosis terendah sebesar 200mg/kgBB pada ekstrak daun kacang panjang. kandungan metabolit sekunder yang berperan sebagai antidiabetes adalah alkaloid, tanin saponin, polifenol dan flavonoid.

Kata kunci: Antidiabetes, Suku Fabaceae, Diabetes melitus


Keywords


Antidiabetes, Suku Fabaceae, Diabetes melitus

Full Text:

PDF

References


Diabetes-2009, Diabetes Care, Volume 32, S13-S61.

Fachrudin, L. 2000. Budidaya Kacang-Kacangan. Kanisius. Yogyakarta. Hal 118.

Faridah, Hani (2018). Efektivitas ekstrak daun asam jawa (Tamarindus Indica L.) terhadap daya hambat Staphylococcus epidermidis sebagai sumber belajar biologi. Undergraduate (S1) thesis, University of Muhammadiyah Malang.

Hou D, Larse K, Larsen SS. Flora Malesiana ser. 1. (1996). Caesalpiniaceae (Leguminosae-Caesalpinioideae). (pp. 409- 730). Leiden: National Herbarium of the Netherlands.

Imanda, Yunita Listiani., Aprilita, Veriza & Munarsih, Ensiwi. (2019). Uji efek antidiabetes kombinasi ekstrak etanol biji kedelai (glycine max l.) dan minyak zaitun (olea europea) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 2019, IV(2), hal. 43-50.

Irma Ratna Kartika., Muktiningsih., Kurniadewi, Fera. (2011). Pengaruh ekstrak metanol kulit buah jengkol terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Jurnal Mesomeri 1: 14-20.

Ivantirta, Ian. (2019). Efek Antihiperglikemi Kacang Panjang (Vigna Unguiculata). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 10, No, 2, pp; 359-362.

Kaneto, H., Y. Kajimoto, J. Miyagawa, T. Matsuoka, Y. Fujitani, Y. Umayahara, T. Hanafusa, Y. Matsuzawa, Y. Yamasaki, and M. Hori. (1999). Beneficial Effects of Antioxidants in Diabetes: Possible Protection of Pancreatic β-Cells Against Glucose Toxicity, Diabetes 48, 2398-2406.

Lahamado, Olfiana T., Sabang, Sri M., & Mustapa, Kasmudin. (2017). Ekstrak daun asam jawa (tamarindus indica l.) sebagai antidiabetes. Jurnal akademika kimia. Vol 6: 1-6.

Langran, X., et al. (2010). Flora of China: Fabaceae. (vol. 10). Beijing: Science Press.

Lindawati, N.Y & Ma’ruf, S.H. (2020). Penetapan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Etanol Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Dengan Metode Kompleks Kolorimetri Secara Spektro fotometri Visibel. Jurnal Ilmiah Manuntung , 6(1), 82-91, 2020.

Malini DM, Madihah, DA Khoirunnisa, I Sasmita, N Ratningsih, K Alipin & W Hermawan. (2019). Ekstrak etanol kulit buah jengkol menurunkan kadar glukosa dan meningkatkan hormon insulin Tikus diabetes yang diinduksi Streptozotocin. Veteriner, 20(36): 65–73.

Maxiselly, Y. A. Ismail S. Rosniawaty & anjarsari, I.R.D. (2015). Skrining fitokimia cangkang dan kulit batang tanaman jengkol asal Ciamis Jawa Barat sebagai inisiasi obat diabetes mellitus berbahan alam. Jurnal Kultivasi Vol. 14 : 71-74.

Meng, S., Cao, J., Feng, Q., Peng, J., Hu, Y. (2013). Roles of Chlorogenic Acid on Regulating Glucose and Lipids Metabolism: A Review. Hindawi Publishing Corporation, Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, Volume 2013, hal 1-11.

Mohammed, R.S., Souda, S.S.E., Hanan, A.A., Moharam, M.E., Shaker, K.H. (2015). Antioxidant, antimicrobial activities of flavonoid glycoside from Leucaena leucocephala Leaves. Journal of Applied Pharmaceutical Science, 5(06):138-147.

PERKENI. (2011). Konsensus Pengelolaan dan pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 tipe 2 di Indonesia. Jakarta.PB PERKENI.

Reddy J. (2017). Important Medicinal Plant Families and Plant Based Drugs: A Review. Proceeding 5th International Conference on Civil, Architecture, Environment and Waste Management (CAEWM-17) Singapore.

Ridwan, Ahmad., Astrian, R.A., & Barlian, Anggraini. (2012). Pengukuran Efek Antidiabetes Polifenol (Polyphenon 60 ) Berdasarkan Kadar Glukosa Darah dan Histologi Pankreas Mencit (Mus musculus L.) S.W. Jantan yang Dikondisikan Diabetes Mellitus. Jurnal Matematika & Sains, Agustus 2012, Vol. 17 Nomor 2.

Suhanda, Tri. (2015). Tempe Kedelai sebagai Antihiperglikemik. J Agromed Unila Volume 2 : 253-256.

Tarusu, Fiktha Agnesya., Tandi, Joni., Kenta, Yunlis Silintowe., & Utami, Indah Kurnia. (2019). Uji efek ekstrak daun kacang panjang terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih jantan. Farmakologika Jurnal Farmasi Vol XVI No.2 Agustus 2019 p ISSN: 1907-7378; e ISSN: 2559:1558.

Widodo, Harto., Rohman, Abdul., & Sismindari. (2019). Pemanfaatan Tumbuhan Famili Fabaceae untuk Pengobatan Penyakit Liver oleh Pengobat Tradisional Berbagai Etnis di Indonesia. Media Litbangkes, Vol. 29 No. 1, 65 – 88

Widyasti, Jena Hayu & Kurniasari, Fitri. (2019). Uji aktivitas antihiperglikemik ekstrak daun petai cina (leucaena leucocephala (lam.) de wit) pada mencit induksi aloksan. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia). Vol 6:107-117.

Yuniarto, Ari., Selfiana, Nita. (2018). Aktivitas Inhibisi Enzim Alfa-glukosidase dari Ekstrak Rimpang Bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) secara In vitro. Media Pharmaceutica Indonesiana Vol. 2 No. 1.

Azhar Salma Fadhilah, Y Kiki Mulkiya, Kodir Reza Abdul. (2021). Pengaruh Waktu Aging dan Metode Ekstraksi terhadap Aktivitas Antioksidan Black Garlic yang Dibandingkan dengan Bawang Putih (Allium sativum L.). Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 16-23.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29605

Flag Counter