Penerapan Teknologi Plasma Lucutan Pijar Korona terhadap Peningkatan Efektivitas Minyak Atsiri Nilam (Patchouli essential oil) Sebagai Antibakteri pada Tetoron Cotton

Maryam Nuraeni, Gita Cahya Eka Darma, Valentinus Galih Vidia Putra

Abstract


Abstract. Utilization of corona incandescent plasma technology applications in the textile industry, particularly for absorbing patchouli essential oil on Tetoron cotton fabrics. Patchouli essential oil contains Patchouli Alcohol (PA) as the main component, which has antibacterial activity. The aim of this study is to figure out the best method to absorb patchouli essential oil as an antibacterial in medical textiles made of tetoron cotton which will be made as hijab cuffs. Tetoron cotton was characterized by two treatments: immersion and plasma treatment, followed by immersion in which patchouli essential oil was used at an 80 percent concentration. Physical, chemical, and pharmacology tests are performed on this medical textile. The results of the physical evaluation with the SEM test revealed that the plasma treatment caused morphological changes on the TC cloth's surface, while the chemical evaluation with the FTIR test revealed that the fabrics with both treatments had a functional group of patchouli alcohol compounds, and the pharmacological evaluations revealed that the fabrics with plasma treatment were followed by immersion had better antibacterial activity.

Keywords: Patchouli essential oil, plasma of the incandescent corona discharge, antibacterial, tetoron cotton.

Abstrak. Pemanfaatan aplikasi teknologi plasma pijar korona pada bidang tekstil terutama pemanfaatannya dalam menjerap minyak atsiri nilam (Patchouli essential oil) pada kain tetoron cotton. Minyak atsiri nilam (Patchouli essential oil) mengandung Patchouli Alcohol (PA) sebagai komponen utama, yang mempunyai aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang paling baik dalam menjerap minyak atsiri nilam (Patchouli essential oil) sebagai antibakteri pada tekstil medis berbahan tetoron cotton yang akan dibuat sebagai manset hijab. Perlakuan pada kain tetoron cotton dilakukan dengan dua perlakuan yaitu perendaman dan perlakuan plasma yang dilanjutkan perendaman dimana digunakan minyak atsiri nilam pada konsentrasi 80%. Tekstil medis ini dilakukan uji evaluasi meliputi uji fisika, uji kimia dan uji farmakologi. Hasil evaluasi fisika dengan uji SEM menunjukkan bahwa perlakuan plasma telah mengakibatkan terjadinya perubahan morfologi pada permukaan kain TC, untuk evaluasi kimia dengan uji FTIR menunjukkan bahwa kain dengan kedua perlakuan adanya gugus fungsi dari senyawa patchouli alcohol dan untuk evaluasi farmakologi menunjukkan bahwa kain dengan perlakuan plasma yang dilanjutkan dengan perendaman mempunyai aktivitas antibakteri yang lebih baik.

Kata Kunci: Minyak atsiri nilam, plasma lucutan pijar korona, antibakteri, tetoron cotton.


Keywords


Minyak atsiri nilam, plasma lucutan pijar korona, antibakteri, tetoron cotton.

Full Text:

PDF

References


Arifin, F., Agung Warsito dan Abdul Syakur. (2009). Perancangan Pembangkit Tegangan Tinggi Impuls untuk Aplikasi Pengolahan, Berkala Fisika 8.

Azaria, Fidela dkk. (2017). Studi Sintesis Patchouli Asetat melalui Pembentukan Alkoksida dari Patchouli Alkohol. Malang: Universitas Brawijaya.

Bunrathep, S., Lockwood, G.B.T, Songsak dan Ruangrungsi, N. (2006). Chemical Constituents from Leaves and Cell Cultures of Pogostemon cablin and Use of Precursor feeding to Improve Patchouli alcohol Level. Science Asia.

Departemen Kesehatan RI. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Kementrian Kesehatan RI, Jakarta.

Djide, Natsir. (2008). Dasar-Dasar Mikrobiologi Farmasi. Universitas Hasanuddin, Makasar.

Grieve, M. (2002). A. Modern Herbal Patchoulli. Botanical.

Irawan, Bambang. (2010). Peningkatan Mutu Minyak Nilam Dengan Ekstralsi dan Destilasi pada Berbagai Komposisi Pelarut. Universitas Diponegoro, Semarang.

Kiuchi, F., Matsuo, K., Ito, M., Qui, T.K., and Honda, G. (2004). New Sesquiterpen Hydroperoxides with Trypanocidal Activity from Pogostemon cablin. J. Che, Pharn. Bull.

Madigan, M. T., Martinko, J. M., Parker, J. (2000). Brock Biology of Microorganisms, Ninth Edition. Prentice-Hall, London.

Nur, Muhammad. (2011). Fisika Plasma dan Aplikasinya. Universitas Diponegoro, Semarang.

Pamungkas, Kristiyono. (2013). Pengaruh Teknik Pemotongan Bahan Baku dalam Pembuatan Minyak Nilam (Patchouli Oil) dengan Metode Distilasi Vakum. Universitas Diponegoro, Semarang.

Putra, V. G., & Wijayono, A. (2019). A preliminary study of wetting properties on 100% polyester fabric using corona discharge plasma, (in: Suatu Studi Awal Modifikasi Sifat Pembasahan Pada Permukaan KainTekstil Poliester 100% Menggunakan Teknologi Plasma Pijar Korona). Prosiding Seminar Nasional Fisika (E-Journal).

Putra, V., Fitri, A., Purnama, I., & Mohamad, J. (2020). Prototipe Pakaian Anti Radiasi Unisex Sportswear. Jurnal Kumparan Fisika, 19-24.

Sastrohamidjojo,H. (2002). Kromatografi Edisi Kedua. Yogyakarta: Liberty.

Susan, A., Sjaifudin, & et.al. (2016). Kajian Kelistrikan Plasma Pijar Korona Menggunakan Elektroda Multi Titik Bidang Dalam Perlakuan Tekstil. Arena Tekstil 31(1), 11-16.

Thermo, Nicolet. (2001). Introduction to FTIR Spectrometry, Thermo Nicolet Inc. Madison, USA.

Wahyudi, Tatang., dkk. (2017). Pembuatan Mikrokapsul Minyak Jeruk (Citrus aurantifolia) Untuk Aplikasi Pada Penyempurnaan Tekstil. Bandung: Universitas Padjadjaran, Bandung.

Zhao, Z., Lu K. Leung, J., Chan, C.H., and Jiang, Z.H. (2005). Determination of Patchoulic Alcohol in Herba Pogostemonis by GC-MS-MS. J. Chem. Pharn. Bull.

Abdurrozak Mohammad Ihsan, Syafnir Livia, Sadiyah Esti Rachmawati. (2021). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus Indicus Willd) sebagai Biolarvasida terhadap Larva Nyamuk Culex Sp. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 33-37.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29342

Flag Counter