Evaluasi Kualitas Hidup Penderita Asma di Kabupaten Belitung

Nur Indah Lestari, Suwendar Suwendar, Fetri Lestari

Abstract


ABSTRACT: Asthma is one of the diseases that can reduce the health, quality of life and productivity of patients which is generally characterized by symptoms of coughing, episodic wheezing and even tightness in the chest due to airway obstruction. One of the contributions of pharmacists in pharmaceutical care is by providing counseling and educating patients. Based on the above background, the formulation of the problem in this study is how the effect of education on the quality of life of asthmatics in Belitung Regency. The research was conducted using the Snowball sampling formula, namely by taking an approach. The population in this study were people with asthma in Belitung Regency, amounting to 30 people with Non-Probility Sampling sampling technique, because the size of the population is unknown. Data collection techniques using the Asthma Quality of Life Questionnaire (AQLQ(S)) and interviews. The data collection technique is observational analytic. The results of this study showed an increase in the category of good quality of life which initially amounted to 2 people (6.67%) to 10 people (33.3%). Meanwhile, the category with moderate quality of life decreased from 28 people (93.9%) to 20 people (66.7%). Based on the demographic category there is no significant difference except in the demographic category based on age. In the domain aspect, it can be seen that there is an influence of pharmacist education in each domain, except for the emotional function domain, there is no difference before and after pharmacist education.

Keywords: Asthma, quality of life, education, AQLQ(s).

ABSTRAK: Asma merupakan salah satu penyakit yang dapat menurunkan kesehatan, kualitas hidup dan produktivitas pasien yang umumnya ditandai dengan gejala batuk, mengi episodik bahkan rasa sesak di dada akibat obstruksi jalan napas. Konstribusi farmasis dalam pharmaceutical care salah satunya yaitu dapat dilakukan dengan cara memberi konseling serta edukasi terhadap pasien. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh edukasi terhadap kualitas hidup penderita asma di Kabupaten Belitung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rumus Snowball sampling yaitu dengan melakukan pendekatan. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita asma di Kabupaten Belitung yang berjumlah 30 orang dengan tehnik pengambilan sampel Non-Probility Sampling, karena besar populasinya tidak diketahui. Tehnik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Asma Quality of Life Questionnaire (AQLQ(S)) dan wawancara. Adapun tehnik pengumpulan data dengan observasional analitik. Hasil dari penelitian ini terdapat peningkatan dalam kategori kualitas hidup baik yang awalnya berjumlah 2 orang (6,67%) menjadi 10 orang (33,3%). Sedangkan kategori dengan kualitas hidup sedang mengalami penurunan yang awalnya berjumlah 28 orang (93,9%) menjadi 20 orang (66,7%). Berdasarkan kategori demografi tidak terdapat perbedaan yang signifikan kecuali pada katagori demografi berdasarkan umur. Pada aspek domain dapat dilihat bahwa adanya pengaruh edukasi farmasis pada setiap domainnya, kecuali pada domain fungsi emosis tidak ditemukan perbedaan sebelum dan setelah edukasi farmasis.

Kata Kunci: Asma, kualitas hidup, edukasi, AQLQ (s).


Keywords


Asma, kualitas hidup, edukasi, AQLQ (s).

Full Text:

PDF

References


American Society of Helath-System Pharmacist (ASHP). 1997. ASHP Guidelines on Pharmacist-Coducted Patient Education and Counseling. Washington, DC: ASHP.

Cohn, R.D., Arbes, S.J., Jaramillo, R., Reid, L.H., & Zeldin, D.C. National Prevalence and Exposure Risk for Cockroach Allergen in U.S. Households. Environ Health Perspect. 2006;114(4):52

Eko. R., 2019. Hubungan Persepsi Penyakit dengan Kualitas Hidup Penderita Asma di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (MKPM) Wilayah Pati. Indonesia Jurnal Farmasi Vol. 4 No.1. Universitas Muhammadiyah Kudus: Semarang.

Hasma, Hasanuddin, Bahar H., 2012. Faktor Pencetus Serangan Asma Bronchial di Rumah Sakit DR. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Vol.1. No.3.

Jessica AK, Jhon GM, Jennifer WM. Asthma, the sex difference. Curr Opin Pulm Med. 2011;17(1): 6-11.

Juniper EF, Sonia B, Fred MC, Penelope JF, Derek RK. Development and validation of a standardized asthma quality of life (AQLQ(S). J Allergy Clin Immunol. 2001; 101.

Juniper, Elizabeth F. Asthma Quality of Life Questionaires (AQLQ, AQLQ(S), Mini AQLQ, and Acute AQLQ). United Kingdom: Dept of Clinical Epidemiology and Biostatistics, McMaster University. 2012.

MosperoJF.,Jardim JR.,Aranda A.,C.Tassinari P.,Diaz-Gonzalez SN.,Sansores RH.,Cantu-Moreno JJ.,Fish JE.,2013. Insight, attitude, and perceptions about asthma and its treatment: findings from multinational survey of patients from Latin America. J.World Allergy Org, 6:19

Nursalam., Laily. H., Ni Putu. W. P. S., 2009. Faktor Risiko Asma dan Perilaku Pencegahan Berhubungan dengan Tingkat Kontrol Penyakit Asma. Jurnal Ners Vol.4 No.1. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga: Surabaya.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Sykes, and Johnston, 2008. Etiology of Asthma Exacerbations,(online),(http://www.aaaai.org, diakses pada tanggal 8 April 2009, Jam 12.01 WIB).

Tafdhila dan Ayu K., 2019. Pengaruh Latihan Batuk Efektif pada Intervensi Nebulizer Terhadap Penurunan Frekuensi Pernafasan pada Asma di Instalasi Gawat Darurat. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, Volume 11 Hal 117-12. Program Studi Ilmu Keperawata, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah: Palembang.

WHO (World Health Organization), 2016. Cronic Respiratory Disease, Retrieved. http//www.who.int/respiratory/astma/definition/en (diakses 24 April 2018).

Abdurrozak Mohammad Ihsan, Syafnir Livia, Sadiyah Esti Rachmawati. (2021). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus Indicus Willd) sebagai Biolarvasida terhadap Larva Nyamuk Culex Sp. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 33-37.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29185

Flag Counter