Karakterisasi Fisik Scoby (Symbiotic Culture Of Bacteria And Yeast) Teh Hitam dalam Menyerap Eksudat Luka

Sari Rahmadani, Gita Cahya Eka Darma, Fitrianti Darusman

Abstract


ABSTRACT: Kombucha is a black tea that is dissolved in sugar and has undergone a fermentation process using a mixture of yeast and bacteria, then it will form a plate on the surface known as SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). In this study, the process of making SCOBY was carried out using the basic ingredients of ScoCha (SCOBY and kombucha solution) and sweet tea with the sugar concentration used was 25%. After that, fermentation was carried out for 14 days and evaluation of kombucha including organoleptic and pH tests, while SCOBY evaluation included physical tests, crude fiber content, and water content. Furthermore, testing was carried out on the ability of SCOBY to absorb wound exudate using test media in the form of water, egg white, and a combination of water and egg white. In addition, tests were also carried out on solid particles, namely powdered nebacetin. The testing process was divided into 2 groups, namely wet and dry SCOBY with parameters in the form of the amount of adsorbed test media and changes in weight. The results obtained for 60 minutes on wet SCOBY with test media of water, egg white, a combination of water and egg white respectively were 9, 6, and 8 mL with a weight of 30, 11, and 41 grams, while in dry SCOBY respectively were 3, 3, and 4 mL with a weight of 26, 14, and 38 grams.

Keywords: Kombucha, SCOBY, wound exudate

ABSTRAK: Kombucha merupakan teh hitam yang dilarutkan dengan gula dan telah mengalami proses fermentasi dengan menggunakan campuran ragi dan bakteri, kemudian akan membentuk lempengan di permukaan yang dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Pada penelitian ini dilakukan proses pembuatan SCOBY dengan menggunakan bahan dasar ScoCha (SCOBY dan larutan kombuca) dan teh manis dengan konsentrasi gula yang digunakan adalah 25%. Setelah itu, dilakukan fermentasi selama 14 hari dan dilakukan evaluasi kombucha meliputi uji organolpetik dan pH, sedangkan evaluasi SCOBY meliputi uji fisik, kadar serat kasar, dan kadar air. Selanjutnya, dilakukan pengujian terhadap kemampuan SCOBY dalam menyerap eksudat luka dengan menggunakan media uji berupa air, putih telur, dan kombinasi air dan putih telur. Selain itu, pengujian juga dilakukan terhadap partikel padat yaitu nebacetin serbuk. Proses pengujian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu SCOBY basah dan kering dengan parameter berupa jumlah media uji yang terserap dan perubahan bobot. Hasil yang diperoleh selama 60 menit pada SCOBY basah dengan media uji air, putih telur, kombinasi air dan putih telur berturut-turut yaitu 9, 6, dan 8 mL dengan bobot 30, 11, dan 41 gram, sedangkan pada SCOBY kering berturut-turut yaitu 3, 3, dan 4 mL dengan bobot 26, 14, dan 38 gram.

Kata kunci: Kombucha, SCOBY, eksudat luka


Keywords


Kombucha, SCOBY, eksudat luka

Full Text:

PDF

References


Abass, A. (2016). Evaluation of The Antimycobacterial and Antimycolactone Efficacy of Kombucha [Thesis], University Of Ghana, College Of Basic and Applied Sciences, Departement of Biochemistry, Cell and Molecular Biology, Ghana.

Azizah, A.N. (2020). Formulasi SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) Dari Raw Kombucha Berdasarkan Perbandingan Media Pertumbuhan Larutan Gula dan Larutan Teh Gula [Skripsi], Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Bandung.

Berman, A., Shirlee, S., Kozier, B., Glenora, Erb. (2009). Buku Ajar Praktik Keperawatan Klinis, EGC, Jakarta.

Djajati, S., Sarofah, U., Syamsul, A. (2008). Pembuatan Nata de Mangrove (Kajian: Konsentrasi Sukrosa dan Lama Fermentasi), Universitas Pembangunan Nasional, Surabaya.

Djide, M.N. (2010). Mikrobiologi Klinik, Mikrobiologi-Bioteknologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Gifari, M. (2018). Gambaran Karakteristik Luka dan Perawatannya di Klinik Perawatan Luka Griya Afiat Makassar, Fakultas keperawatan, Universitas Hasanuddi, Makasar.

Harding, K.G. (2007). Would Exudate and the Role of Dressings, Vol. 5., No. 1., Medical Education Partnership, London.

Hedlund, C.S. (2007). Surgery of the integumentary systems, Small Animal Surgery 3 Ed. Mosby Elsevier, St. Louis, MO, pp. 702–720.

Ifadah, R.A., Joni Kusnadi., dan Sudarma D.W. (2016). Strain Improvement Acetobacter xylinum Menggunakan Ethyl Methane Sulfonate (EMS) sebagai Upaya Peningkatan Produksi Selulosa Bakteri, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Indhira, S. (2017). Peningkatan Protein dan Vitamin B melalui Pemberian Whey dan Lerry pada Produk Nata, 15(2): 495-506, Jurnal Info Kesehatan, Poltekes Kemenkes Kupang, Kupang.

Indriyani, V. (2018). Pengaruh Peningkatan Waktu Fermentasi Teh Kombucha Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Secara In Vitro [Skripsi], Fakultas Biologi Universitas Negeri Medan Area, Medan.

Labertus, Tri. (2018). Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Kandungan Vitamin C dan Perbandingan Aktifitas Antioksidan Kombucha Teh Bunga Sepatu Merah (Hibiscus rosa sinensis. L) dengan Teh Bunga Sepatu Pink (Hibiscus rosa sinensis Cv Natal) [Skripsi], Pendidikan Biologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Lee, S. (2014). Kombucha Revolution, Ten Speed Press, United States.

Mahadi, I. (2016). Pengaruh Variasi Jenis Pengolahan Teh (Camelllia sinensis L Kuntze) dan Konsentrasi Gula Terhadap Fermentasi Kombucha Sebagai Rancangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Biologi SMA, Jurnal Biogenesis, Vol. 13 (1): 93 – 102., Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau, Riau.

Meftahi, A., Khajavi, R., Rashidi, A., Sattari, M., Yazdanshenas, M.E., Torabi, M. (2009). The effects of cotton gauze coating with microbial cellulose, Cellulose 17, 199–204.

Naland, H. (2008). Kombucha Teh Dengan Seribu Khasiat, p. 2-58., Agromedia Pustaka, Jakarta.

Nurhayati., Yuwanti, S., Urbahillah, A. (2020). Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Kombucha Cascara (Kulit Kopi Ranum), Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 31(1): 38-49 Th. 2020, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember, Jember.

Nurmala., Virgiandhy, I.G.N., Andriani., Liana, D.F. (2015). Resistensi dan Sensitivitas Bakteri terhadap Antibiotik di RSU dr. Soedarso Pontianak Tahun 2011-2013, Vol. 3., No. 1., Universitas Tanjungpura, Tanjungpura.

Ose, M., Utami, P., Damayanti, A. (2018). Efektivitas Perawatan Luka Teknik Balutan Wet-Dry dan Moist Wound Healing pada Penyembuhan Ulkus Diabetik, 1(1)., Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan.

Pebri, I.G., Rinidar., Amiruddin. (2017). Pengaruh pemberian ekstrak daun binahong (Anrendera cordifolia) terhadap proses penyembuhan luka insisi (Vulnus incisivum) pada mencit (Mus musculus), 2 (1)., 01-11, Program Studi Pendidikan Dokter Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala.

Plackett, D., Letchford, K., Jackson, J., Burt, H. (2014). A review of nanocellulose as a novel vehicle for drug delivery, 29:105–118, Faculty of Pharmaceutical Sciences, British Columbia University, Canada.

Prastowo, B. A. (2008). Pembuatan Membran dari Selulosa Asetat dan Polietilen Glikol Berat Molekul 20.000 untuk Pemisahan Gas CO2 dan CH4 [SKRIPSI], Fakultas sains dan teknologi, Universitas islam negeri syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pratiwi, A., Aryawati, R. (2012). Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Sifat Fisik dan Kimia pda Pembuatan Minuman Kombucha dari Rumput Laut Sargassum sp, Maspari Journal, 2012, 4(1), 131-136, Program Studi Ilmu Kelautan FMIPA, Universitas Sriwijaya, Indralaya.

Putranto, K., Taofik, A. (2017). Penambahan Ekstrak Taoge pada Media Nata de Coco, Vol (10)., No, 2., Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung.

Restuati, D. (2011). Mikrobiologi Industri, p. 99 – 10., Universitas Negeri Medan, Medan.

Weller, C. (2009). Interactive dressings and their role in moist wound management, Monash University, Australia.

Wijaya, I.M.S. (2018). Perawatan Luka dengan Pendekatan Multidisiplin, CV Andi Offset, Yogyakarta.

Wulandari, A. (2018). Pengaruh Lama Waktu Fermentasi Kombucha Teh Hijau Daun Jati (Tectona grandis) Terhadap Kadar Tanin Total dan Total Asam Tertitrasi (TAT) [Skripsi], Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

Nuraeni Anisa Dwi, Lukmayani Yani, Kodir Reza Abdul. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) serta Analisis KLT Bioautografi. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 9-15.

Nuraeni Anisa Dwi, Lukmayani Yani, Kodir Reza Abdul. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) serta Analisis KLT Bioautografi. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 9-15.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29110

Flag Counter