Kajian Pustaka Sabun Mandi Cair Antiseptik Mengandung Bahan Alami

Alviana Novita, Fitrianti Darusman, Sani Ega Priani

Abstract


ABSTRACT: In carrying out daily activities, the skin is very susceptible to being exposed to dirt in the form of dust, oil and microorganisms. The condition of the skin that is not intact will be susceptible to infection by microorganisms that can trigger disease. The bacteria that commonly infect the skin is Staphylococcus aureus. One of the prevention that can be done is by using an antiseptic which is developed in dosage form. Antiseptic liquid soap is one of the dosage forms that is an effort to provide skin protection against diseases caused by pathogenic microorganisms because its use is easy and practical. Natural ingredients are known to have antiseptic activity so that they have the potential to be developed in the form of antiseptic liquid soap. This study aims to examine the formulation and characteristics of antiseptic liquid bath soaps containing natural ingredients. The method used in this study is literature research using research articles or review articles. The results of the literature review show that the liquid bath soap formulation is formed from the reaction of fat, oil and alkali, as well as additional ingredients that function to improve the quality of the soap, such as surfactants, humectants, neutralizers, thickeners, antioxidants and fragrances. The natural ingredients used play a role in inhibiting and killing microorganisms.

Keywords: Liquid Bath Soap, Natural, Antiseptic.

 

ABSTRAK: Dalam menjalankan aktivitas sehari-hari kulit sangat rentan terpapar oleh kotoran berupa debu, minyak serta mikroorganisme. Keadaan kulit yang tidak utuh akan rentan terinfeksi oleh mikroorganisme sehingga dapat memicu timbulnya penyakit. Adapun bakteri yang umum menginfeksi kulit adalah Staphylococcus aureus. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan penggunaan suatu antiseptik yang dikembangkan dalam bentuk sediaan. Sabun cair antiseptik merupakan salah satu bentuk sediaan yang menjadi upaya dalam memberi perlindungan kulit terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen karena penggunaannya mudah dan praktis. Bahan alami diketahui memiliki aktivitas antiseptik sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan dalam bentuk sediaan sabun cair antiseptik Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji formulasi dan karakteristik sediaan sabun mandi cair antiseptik mengandung bahan alami. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu literature research dengan menggunakan artikel penelitian ataupun artikel review. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa formulasi sabun mandi cair terbentuk dari reaksi lemak, minyak dan alkali serta bahan tambahan yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas mutu sabun seperti surfaktan, humektan, penetral, pengental, antioksidan dan pengaroma. Bahan alami yang digunakan berperan dalam menghambat dan membunuh mikroorganisme.

Kata Kunci: Sabun Mandi Cair, Alami, Antiseptik.


Keywords


Sabun Mandi Cair, Alami, Antiseptik.

Full Text:

PDF

References


Agustina, W., Setyowati, E., Nurisah, R. P., & Istika, P. (2020). BINAHONG LEAVES WATER EXTRACT ( Anredera cordifolia ( Tenore ) Steen .) AS A NATURAL FOAMING AND ANTIBACTERIAL AGENT OF ANTISEPTIC LIQUID BATH SOAP. 5(2), 167–178.

Al-Adham I, Haddadin R, Collier P. (2013) Types of Microbicidal and Microbistatic Agents. In: FRAISE AP, MAILLARD J-Y, SATTAR SA, editors. Russell, Hugo & Ayliffe’s Principles and Practice of Disinfection, Preservation and Sterilization. 5th ed. Blackwell Publishing. h. 5–70.

Chaudhari, V. M. (2016). Studies on antimicrobial activity of antiseptic soaps and herbal soaps against selected human pathogens. Journal of Scientific and Innovative Research JSIR, 5(56), 201–204.

Dehghani, F., Heshmatpour, A., Panjeshahin, M.R. and Khozani, T.T. (2012). Toxic effects of water/ alcoholic extract of Syzygium aromticum on sperm quality, sex hormones hormones and reproductive tissues in male mouse. IUFS J Biol 71(2): 95-102.

Dimpudus, S. A., Yamlean, P. V. Y., & Yudistira, A. (2017). Formulasi Sediaan Sabun Cair Antiseptik Ekstrak Etanol Bunga Pacar Air (Impatiens Balsamina L.) Dan Uji Efektivitasnya Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Secara in Vitro. Pharmacon, 6(3), 208–215. https://doi.org/10.35799/pha.6.2017.16885

Djide, M. Natsir, Sartini. (2008). Dasar- Dasar Mikrobioloi Farmasi. Makassar: lembaga penerbitan unhas.paul.

Dragon S, Patricia M. Daley B.A., Henry F, Maso dan Lester L., 1969. Studies on Lanolin Derivatives in Shampoo Systems. J. Soc. Cosmetic Chemis’s. 20. 777 793

Duraisamy, P. (2011). Kajian Pengaruh Konsentrasi sukrosa dan Asam Sitrat Terhadap Mutu Sabun Transparan. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Gusviputri, A., Njoo Meliana P.S., Aylianawati, dan Nani I. 2013. Pembuatan Sabun dengan Lidah Buaya (Aloe vera) Sebagai Antiseptik Alami [Jurnal Volume 12 No. 1]. Widya Teknik. Surabaya.

Hernani., Bunasor, T.K., dan Fitriati. (2010). Formula Sabun Transparan Anti jamur Dengan Bahan Aktif Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga L.Swartz.), Bul. Litro.21(2): 192-205.

Lenny, S. 2006. Senyawa Flavonoida, fenilpropanoida dan alkaloida. Karya Ilmiah. Medan: Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara.

Nau’e, D. A. K., Yamlean, P. V. Y., & Mpila, D. A. (2020). FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN DAUN KEMANGI (Ocymum basilicum L.) DAN UJI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus. Pharmacon, 9(3), 404. https://doi.org/10.35799/pha.9.2020.30025

Novianti. (2014). Formulasi Sediaan Sabun Cair Cuci Tangan Antiseptik Dari Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Americanum L.). Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Jurusan Farmasi Fakultas Mipa Universitas Garut. juli 2014, Volume 5 Nomor 1.

Pareda, N. K., Edy, H. J., & Lebang, J. S. (2020). FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN JATI (Tectona grandis Linn.f.) DAN DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida burm.f.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus. Pharmacon, 9(4), 558. https://doi.org/10.35799/pha.9.2020.31366

Rachmawati, F.J & Triyana, S.Y. (2008). Perbandingan Angka Kuman pada Cuci Tangan Dengan Beberapa Bahan Sebagai Standarisasi Kerja di Laboratorium Mikrrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Jurnal Logika. 5(1): 26-31.

Rohana, O.S. (2011). Karakterisasi Simplisisa, Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Tumbuhan "Rosela" (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Staphylococcus aureus dan Esherichia coli [Skripsi]. Medan: Program Ekstensi Sarjana Farmasi USU.

Sahambangung, M. A., Datu, O. S., Tiwow, G. A. R., dan Potolangi, N, O. (2019). Formulasi Sediaan Sabun Antiseptik Ekstrak Daun Pepaya Carica papaya. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 2(1): 43-51.

Sari, R., & Ferdinan, A. (2017). Antibacterial Activity Assay of the Liquid Soap from the Extract of Aloe vera Leaf Peel. Pharmaceutical Sciences and Research, 4(3), 111–120. https://doi.org/10.7454/psr.v4i3.3763.

Standar Nasional Indonesia. (2017). Sabun Cair Pembersih Tangan SNI 4085-2017. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Suryani, A., E. Hambali & Rivai, M. 2002. Teknologi Produksi Surfaktan Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor.

Tranggono, R dan I, Latifah, F.(2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. PT. Gramedia Pustaka: Jakarta.

Wasiaatmaja, S.M., 1997. Penuntun Ilmu Kosmetik Medik, 95-103, UI Press, Jakarta.

Widyasanti, A., Anisa Y. Sudaryanto, Z. (2017). Pembuatan Sabun Cair Berbasis Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Penambahan Minyak Melati (Jasminum Sambac) Sebagai Essential Oil. Jurnal Teknotan. Vol. 11 No.2.

Wijana, S., Soemarjo, dan T. Harnawi. (2009). Studi pembuatan sabun mandi cair dari daur ulang minyak goreng bekas (kajian lama pengadukan dan rasio air/sabun). Jurnal Teknologi Pertanian. 10 (1): 54-61.

Nuraeni Anisa Dwi, Lukmayani Yani, Kodir Reza Abdul. (2021). Uji Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) serta Analisis KLT Bioautografi. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 9-15.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28937

Flag Counter