Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Pucuk Daun Puspa (Schima wallichii) (DC.) Korth terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Kajian Pengembangannya menjadi Sediaan Facial Wash

Riezcky Yan Febrina, Gita Cahya Eka Darma, Sani Ega Priani

Abstract


ABSTRACT: Acne is an infectious disease that occurs on human skin at various ages and genders. Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that causes the severity of acne. One of the plants that has potential as an antibacterial is puspa (Schima wallichii) (DC.) Korth. The shoots of this plant contain compounds with antibacterial activity such as flavonoids, saponins, tannins, phenolics, and triterpenoids. The antibacterial potential of puspa leaf shoots as well as empirical uses can be utilized in dosage forms such as face wash. This study aims to determine the antibacterial activity of ethanol extract of puspa leaf shoots and study its development into a face wash preparation. This research is a combination of experimental research and Systematic Literature Review. In experimental research, the yield of ethanol extract of puspa leaf shoots is 20.74% using  maceration method. Antibacterial activity testing carried out by the paper-disk method showed concentrations of 10 and 30% were categorized as strong inhibitors and 50% concentrations were categorized as very strong inhibitors. Minimum Inhibitory Concentration using microdilution method against Staphylococcus epidermidis was achieved at a concentration of 0.029% with  bacteria death rate is 106.38%. In the Systematic Literature Review study, the formula used to deliver ethanol extract of puspa leaf shoots into a face wash preparation was based on the similarity of the characteristics of the ethanol extract in 5 formulas. Ethanol extract face wash candidates can be designed in the form of gel, microemulsion, or liquid preparations that have antibacterial activity.

Keywords: Acne, Schima wallichii (DC.) Korth, face wash, Staphylococcus epidermidis.

ABSTRAK: Jerawat adalah salah satu penyakit infeksi yang terjadi pada kulit manusia pada berbagai kalangan usia dan jenis kelamin. Bakteri Staphylococcus epidermidis adalah salah satu bakteri yang menyebabkan keparahan terjadinya jerawat. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah tanaman puspa (Schima wallichii) (DC.) Korth. Potensi antibakteri pucuk daun puspa serta penggunaan empiris sebagai pencuci muka dapat dimanfaatkan dalam bentuk sediaan seperti face wash. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol pucuk daun puspa dan kajian pengembangannya menjadi sediaan face wash. Penelitian ini merupakan gabungan penelitian eksperimental dan Systematic Literature Review. Pada penelitian eksperimental didapatkan rendemen ekstrak etanol pucuk daun puspa yaitu sebesar 20,74% menggunakan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri yang dilakukan dengan metode cakram kertas menunjukkan konsentrasi 10 dan 30% dikategorikan daya hambat kuat dan konsentrasi 50% dikategorikan daya hambat sangat kuat. Konsentrasi Hambat Minimum menggunakan metode mikrodilusi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dicapai pada konsentrasi 0,029% dengan tingkat kematian selnya sebesar 106,38%. Pada kajian Systematic Literature Review, formula yang digunakan untuk menghantarkan ekstrak etanol pucuk daun puspa menjadi sediaan face wash didasarkan pada kesamaan karakteristik ekstrak etanol pada 5 formula. Kandidat face wash ekstrak etanol dapat dirancang dalam bentuk sediaan gel, mikroemulsi, maupun cair/liquid yang memiliki aktivitas antibakteri.

Kata Kunci: Jerawat, pucuk daun puspa, face wash, Staphylococcus epidermidis


Keywords


Jerawat, pucuk daun puspa, face wash, Staphylococcus epidermidis

Full Text:

PDF

References


Allen, L. V. (2002). The Art, Science and Technology of Pharmaceutical Compounding, Second Edition, 170-173, 183, 187, American Pharmaceutical Association, Washington D.C.

Badrunnasar, Anas dan Nurahmah, Y. (2012). ‘Pertelaan Jenis Pohon Koleksi Arboretum’. Balai penelitian teknologi agroforestry, Ciamis. Hal 427-429.

Barel A.O., Paye M. and Maibach H.I. (2009). Handbook of Cosmetic Science and. Technology, 3rd Edition., Informa Healthcare USA, Inc., New York.

Budiati, A., Purba, A. V., dan Kumala, S. (2017). ‘Pengembangan Produk Gel Sabun Wajah Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dan Daun Sosor Bebek (Kalanchoe pinnata (Lam.) Per.) sebagai Anti Bakteri Penyebab Jerawat’, Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, vol. 15 No. 1, hlm 89 – 95.

Cowan, M.M. (1999). ‘Plant Products as Antimicrobial Agents’, Clinical Microbiology Reviews Vol. 12, No. 4 : 564–82.

Departemen Kesehatan. (2006). Monografi Ekstrak Tumbuhan Obat Indonesia, Vol. 2, 124, Depkes RI, Jakarta.

Dewi, M. L. (2018). Formulasi dan Uji Aktivitas Masker Peel Off Kefir dengan Medium Fermentasi Berbeda Sebagai Agen Pencerah Kulit [Tesis], Program Studi Magister Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran, Bandung.

Eugresya, G., Avanti, C., Agustina, S. (2017). ‘Pengembangan Formula dan Uji Stabilitas Fisik-pH Sediaan Gel Facial Wash yang Mengandung Ekstrak Etanol Kulit Kayu Kesambi’, Media Pharmaceutica Inonesiana, Vol. 1 No. 4.

Exerowa, D. & Kruglyakov, P. M. (1998). ‘Foam and Foam Films: Theory, Experiment, Application’, Elsevier, pp. 1 -3, 494.

Guay, D. R. P. (2007). ‘Topical Clindamycin in The Management of Acne Vulgaris’, Expert Opin. Pharmacother, 8(15) : 2625-2664.

Febriyenti, S. L.I. dan Nofita R. (2014). ‘Formulasi Sabun Transparan Minyak Ylang-Ylang dan Uji Efektivitas terhadap Bakteri Penyebab Jerawat’, Jurnal Sains Farmasi & Klinik, 1 (1), 61- 71.

Handayani, V. (2020). ‘Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Bakteri

Penyebab Jerawat,’ Jurnal Fitofarmaka Indonesia, Vol. 2 No. 1.

Hassan, M. A., Pathak, M., Khan, M.K. (2015). ‘Thermorheological Characterization of Elastoviscoplastic Carbopol Ultrez 20 Gel’, Journal of Engineering Materials and Technology, 137(3).

Ichsani, N. N. (2016). Formulasi Sediaan Sabun Wajah Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum bassilicum L.) dengan Kombinasi Sodium Lauril Sulfat dan Gliserin serta Uji Antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis [SKRIPSI], Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Jaelani. (2009). Ensiklopedi Kosmetika Nabati, Pustaka Populer Obor, Jakarta.

Kajornwongwattana, W., Kantapak, K., Sansiri, P. (2016). ‘Formulation of face wash gel containing Thai herbal extract microemulsion’, Thai Journal of Pharmaceutical Science, Vol. 40.

Kandalkar, A., Patel, A., Darade, S., Baviskar, D. (2010). ‘Free Radical Scavenging Activity of Euphorbia hirta Linn. Leaves and Isolation of Active Flavonoid Myricitrin’, Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, ISSN: 0974-2441.

Katzung, B. (2012). Farmakologi Dasar dan Klinik, Edisi Ke-10, Publisher E, Jakarta.

Khan, Z.Z.,; Assi M. & Moore, T.A. (2009). ‘Recurent Epidural Abcess Caused by Propionybacterium acnes’, Khansas Journal of Medicine.

Mane, P. K., and Dangare, A. (2020). ‘Herbal Face Wash Gel of Cynodon dactylon Having Antimicrobial, Anti-Inflammatory Action’, Pharmaceutical Resonance, Vol.3-Issue 1.

Maria, D. (2009). Merawat Kulit dan Wajah, Kawan Pustaka, Depok.

Mawali, H. (2015). Ilmu Penyakit Kulit, Hipokrates, Jakarta.

Mizoch, L. (2006). Chemical Structure of Ethanol.

Nand, P. et. al. (2012). In Vitro Antibacterial And Antioxidant Potential Of Medicinal.

National Center for Biotechnology Information (2021). PubChem Compound Summary for CID 702, Ethanol. Retrieved July 6, 2021 from https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Ethanol.

Noer EM, Aliya NH. (2018). ‘Review Artikel: Aktivitas Antibakteri Ektrak Kulit Buah Manggis (Garnicia mangostana L.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat’. Farmaka suplemen vol 16 nomor 2, Hal 322.

Prasetyo. (2008). Aktivitas Sediaan Gel Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon dalam Proses Penyembuhan Luka pada Mencit [Skripsi], Fakultas Kedokteran Hewan, IPB, Bogor.

Priosoeryanto. (2006). Aktifitas Getah Batang Pohon Pisang dalam Proses Penyembuhan Luka dan Efek Kosmetiknya pada Hewan [Skripsi], IPB, Bogor.

Purnama, D. (2006). Kajian Pengaruh Konsentrasi Sukrosa dan Asam Sitrat terhadap Mutu Sabun Transparan [SKRIPSI], Fakultas Teknologi Pertanian, IPB.

Puspitasari, A. D. Proyogo, L. S. (2017). ‘Perbandingan Metode Ekstraksi Maserasi dan Sokletasi Terhadap Kadar Fenolik Total Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura), Jurnal Ilmiah Cendekia Eksakta, ISSN 2528-5912.

Rasheed, A., Reddy, G. A. K., Mohanalakshmi S., Kumar, C. K. A. (2011). ‘Formulation and comparative evaluation of poly herbal anti-acne face wash gels’, Pharmaceutical Biology, 49(8): 771 – 774.

Ravissot, G. dan Drake, C., (2000). Pharmaceutical Products-from Tablets to Topicals. Application for Cross-linked Acrylic Acid Polymers, in Karsa, D. R., Stephenson, R. A., (Eds), Excipients and Delivery Systems for Pharmaceutical Formulations, The Royal Society of Chemistry, United Kingdom.

Saraswati, F. N. (2015). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Limbah Kulit Pisang Kepok Kuning (Musa balbisiana) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat (Staphylococcus epidermidis, Staphylococcus aureus, dan Propionibacterium acne [Skripsi], Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta.

Sarbadhikary, S.B., Somnath B., Badal K.D., Narayan C.M. (2015). ‘Antimicrobial and Antioxidant Activity of Leaf Extracts of Two Indigenous Angiosperm Species of Tripura’, Int.J.Curr.Microbiol.App.Sci vol 8, Hal 643-655.

Schnopp, C., Mempel, M. (2011). ‘Acne Vulgaris in Children and Adolescents’, Minerva Pediatrica (Review). 63 (4): 293–304.

Schoenwald RD & DR Flnagan. (1989). ‘Bioavailability of Disperse Dosage Forms. Dalam: Lieberman HA, MM Rieger & GS Banker, eds’, Pharmaceutical Dosage Forms: Disperse Systems. Vol.2. Marcel Dekker Inc., New York: 115-117

Setyawati, T. (2010). ‘Pemanfaatan Pohon Berkhasiat Obat di Cagar Alam Gunung Picis dan Gunung Sigogor’, Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi alam Vol 7 No 2, Hal 177-192.

Sholih, M. G., Ahmad M., Siti S. (2015). ‘Rasionalitas Penggunaan Antibiotik di Salah Satu Rumah Sakit Umum di Bandung Tahun 2010’, Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 4(1) : 63-70.

Soebagio, T. T., Hartini, Y. S., Mursyanti, E. (2020). ‘Aktivitas Antibakteri Sediaan Sabun Wajah Cair Ekstrak Herba Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap Pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus’, Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, Vol. 5 (2): 69 – 80.

Sunaryati. (2010). Mikrobiologi pada Infeksi Kulit, Universitas Padjadjaran. Fakultas Kedokteran, Bandung.

Suryana, D. (2013). Cara Membuat Sabun: Cara Praktis Membuat Sabun, Penerbit Pustaka LP3ES, Jakarta.

Suryani, A. S., Windarwati, Hambali, E. (2007). Pemanfaatan Gliserin Hasil Samping Produksi Biodiesel dari Berbagai Bahan Baku (Sawit, jarak, Kelapa) untuk Sabun Transparan’, Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi, Bogor.

Sutomo, S., Nugroho, A., Rizki, M. I. (2016). ‘Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan’, Jurnal Pharmascience, Vol. 3, No.1, hal 66-74.

Teglia A, Secchi G. (1994). New protein ingredients for skin detergency: native wheat protein-surfactant complexes. Intl J Cosmet Sci; 16:235–246.

Tresna, P. (2010). Perawatan Kulit Wajah (Facial). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Utami, N. F., Nurmala, S., Zaddana, C., Rahmah, R. A. (2019). ‘Uji Aktivitas Antibakteri Sediaan Face Wash Gel Lendir Bekicot (Achatina fulica) dan Kopi Robusta (Coffea canephora) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus’, Fitofarmaka, Vol. 9, No. 1.

Utomo, S. B., Fujiyanti, M., Lestari, W. P., Mulyani, S. (2018). ‘Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa C-4-Metoksifenilkaliks[4]Resorsinarena Termodifikasi Hexadecyltrimethylammonium-bromide terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis dan Escherichia coli, Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia, Vol 3, No. 3, Hal. 201-209.

Wardani, A. V., Fitriana, Y., Malfadinata, S. (2019). ‘Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei)’. Jurnal Kefarmasian, Vol 1 No. 1.

Widiana, R. (2012). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Ekstrak Daun The (Camellia sinesis L.) Pada Escherichia coli dan Salmonella sp. e-Jurnal Pelangi. Vol. 4, No. 2 juni 2012.

Widiyarti, G., Supiani, Tiara, Y. (2018). ‘Antioxidant Activity and Toxicity of Puspa (Schima wallichii) Leaves Extract from Indonesia’, The Journal of Tropical Life Science, Vol. 8, No. 2, pp. 151-157.

Winardi, S., Kusdianto, Widyastuti. (2011). ‘Preparasi Film ZnO-Silika Nanokomposit dengan Metode Sol-Gel’, Pengembangan Teknologi Kimia untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia.

Yoshida, T., Chou, T., Nitta, A., Okuda, T. (1991). ‘Tannins and Related Polyphenols of Theaceous Plants IV. Monomeric and Dimeric Hydrolyzable Tannins Having a Dilactonized Valoneoyl Group from Schima wallichii Korth’, Chem, Pharm, Bull. 39 (9) 2247-2251.

R Fathan Said, Darma Gita Cahya Eka, Kodir Reza Abdul. (2021). Formulasi sediaan Cuka Buah Kopi Menggunakan Ragi (Saccharomyces cerevisiae) dan Bakteri (Acetobacter aceti). jurnal Riset Farmasi, 1(1), 38-45.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28861

Flag Counter