Kajian Pustaka Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat

Santi Setianti, Yani Lukmayani, Livia Syafnir

Abstract


ABSTRACT: Acne is a skin inflammation that most commonly affects teenagers and adults. Bacterial infection is one of the causes of acne. Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, and Staphylococcus aureus are the bacteria that cause acne. The Moringa plant (Moringa oleifera Lam.) is one of the plants that has antibacterial properties. This literature study aims to see if Moringa leaves extract has any antibacterial activity against acne-causing bacteria. The systematic literature review (SLR) was performed as the research method. Moringa leaves extract offers antibacterial potential against acne-causing bacteria, according to the results of this literature review. Low concentration (2.5%) of 70% ethanol extract was more effective on S. epidermidis bacteria with an inhibitory zone of 10.2 mm while at higher concentrations (5% and 10%) it was more effective on P. acnes and S. aureus bacteria with inhibitory zones of 12 and 14 mm. At 5% to 20% concentration of 96% ethanol extract was more effective against P. acnes than S. aureus with an inhibition zone of 15.58 to 26.45 mm.

Keywords: Moringa oleifera leaf extract, Acne, Antibacterial activity

ABSTRAK: Jerawat merupakan peradangan pada kulit yang sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa. Infeksi bakteri merupakan salah satu faktor penyebab jerawat. Bakteri penyebab jerawat adalah Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri salah satunya adalah tanaman kelor (Moringa oleifera Lam.). Tujuan kajian pustaka ini yaitu untuk mengetahui potensi aktivitas antibakteri dari ekstrak daun kelor terhadap bakteri penyebab jerawat. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian pustaka ini menunjukan bahwa esktrak daun kelor memiliki potensi sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab jerawat. Ekstrak etanol 70% konsentrasi rendah (2,5%) lebih efektif pada bakteri S.epidermidis dengan zona hambat sebesar 10,2 mm sedangkan pada konsenterasi lebih tinggi (5% dan 10%) lebih efektif pada bakteri P.acnes dan S.aureus dengan zona hambat 12 dan 14 mm. Ekstrak etanol 96% konsentrasi 5% hingga 20% lebih efektif pada bakteri P.acnes dibanding terhadap bakteri S. aureus dengan zona hambat 15,58 hingga 26,45 mm.

Kata kunci: Ekstrak daun kelor, Jerawat, Aktivitas antibakteri


Keywords


Ekstrak daun kelor, Jerawat, Aktivitas antibakteri

Full Text:

PDF

References


Bonang, G. (1992). Mikrobiologi Untuk Profesi

Kesehatan Edisi 16. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum

Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Guay,D. R. P. (2007).“Topical Clindamycin in The

Management of Acne Vulgarisâ€. Expert Opin. Pharmacother. 8(15): 2625-2664.

Jawetz, Melnick, Adelberg. 2012. Mikrobiologi

Kedokteran. Jakarta: Salemba Medika

Guay,D. R. P. (2007).“Topical Clindamycin in The Management of Acne Vulgarisâ€. Expert Opin. Pharmacother. 8(15): 2625-2664.

Mhaske, M., Samad, B. N., Jawade, R. & Bhansali, A. (2012). Chemical Agents in Control of Dental Plaque in Dentistry: An Overview of Current Knowledge and Future Challenges. Pelagia Research Library, 3 (1), 268- 272.

Naim, R. (2004). Senyawa Antimikroba Dari

Tumbuhan. Fakultas Kedokteran Hewan Dan Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian: Bogor.

Pelczar, M. J. & Chan, E. C. S. (2006). Dasar-Dasar

Mikrobiologi Jilid 2. Jakarta: UI Press.

Radji, M. (2010). Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. 107, 118, 201-207, 295, Jakarta, Buku Kedokteran EGC.

Rini Sulistyawati, Beta Ria Marika Erita Delima, Eni Kartika Sari. (2015). Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Bioaktif Pada Daun Kelor (Moringa oleifera lamk) Yang Berpotensi Sebagai Antibakteri Terhadap Staphylococcus aureus. Yogyakarta: Jurnal Farmasi Dan Kesehatan Akafarma Al-Islam.

Salamah, Siti. (2014). "Hubungan Facial Wajah dengan Kejadian Acne Vulgaris". Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah.

Saragih, D. F., Hendri Opod, dan Cicilia Pali.

(2016). Hubungan Tingkat Kepercayaan Diri dan Jerawat (Acne vulgaris) pada Siswa-Siswi Kelas XII di SMA Negeri 1 Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm). 4(1).

Sriwahyuni, I. 2010. Uji Fitokimia Ekstrak Tanaman Anting-Anting (Acalypha Indica Linn) dengan variasi pelarut dan uji toksisitas menggunakan brine shrimp (artemia salina leach). Malang: Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim.

Tiwari, P. Kumar, B.Kaur, M.Kaur, G.Kaur,H. (2011). Phytochemical Screening And Extraction: A Review. Internationale Pharmaceutica Sciencia. Vol 1. Issue 1.

Wahyu Risna Rianto, Sumarjan, Bambang Budi Santoso. (2020). Karakter Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam) Aksesi kabupaten Lombok Utara. Jurnal Sains dan Lingkungan. Vol. 6 No. 1pp: 116 – 131.

Fauzi, Nur Muhammad. (2021). Uji Kualitatif dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanolik Buah Maja (Aegle Marmelos (L.)Correa) dengan Metode DPPH. Jurnal Riset Farmasi, 1(1), 1-8.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28814

Flag Counter