Hubungan Kepadatan Hunian, Pencahayaan dan Ventilasi Rumah dengan Suspek Tb Paru pada Anggota Keluarga Kontak Tb Positif di Kelurahan Tamansari Bandung

Kartini kartini, Budiman Budiman, Wida Purbaningsih

Abstract


Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Di Indonesia, TB menjadi salah satu masalah utama kesehatan masyarakat yang masih tinggi angka kejadiannya. Tingginya angka kejadian TB disebabkan adanya faktor risiko diantaranya lingkungan fisik rumah meliputi kepadatan hunian, pencahayaan, dan ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepadatan hunian, pencahayaan, dan ventilasi rumah dengan suspek TB pada kontak TB positif di Kelurahan Tamansari Bandung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode rancangan kuantitatif dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anggota keluarga yang serumah dan berkontak langsung dengan penderita TB yang tinggal di Kelurahan Tamansari Bandung sebanyak 78 orang. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden, 69,2% tidak menunjukkan gejala suspek TB paru, 30,8% menunjukkan gejala suspek TB paru.Dari segi hunian, seluruh responden (100%) tinggal di rumah yang kepadatan huniannya tidak memenuhi syarat. Dilihat dari segi pencahayaan, 96,2% responden tinggal di rumah pencahayaannya baik, hanya 3,8% yang tinggal di rumah dengan pencahayaan yang tidak baik. Luas ventilasi rumah sebanyak 96,2% tinggal di rumah dengan luas ventilasi yang baik, hanya 3,8% yang tinggal di rumah dengan luas ventilasi yang tidak baik.Kesimpulan penelitian ini, tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian, pencahayaan, dan ventilasi dengan timbulnya suspek TB paru pada kontak TB positif di Kelurahan Tamansari Bandung.


Keywords


Lingkungan Fisik Rumah, Suspek TB, Tuberkulosis

References


WHO. Global Tuberculosis Report. 2014. (diunduh pada Januari 2015). Terdapat dalam: http://www.who.int/tb/publications/global_report/en/

Riset Kesehatan Dasar. 2013. (diunduh pada Januari 2015). Terdapat dalam: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis Di Indonesia. Diterbitkan pertama kali oleh Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Jakarta., 2006

Aru W.Sudoyo, Bambang Setiyohadi, Idrus Alwi, Marcellus Simadibrata K, Siti Setiati. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi V. Jilid III. Diterbitakan Diponegoro Jakarta Pusat., 2009.

Kumar, Abbas, Nelson Fausto. Robbins & Cotran Pathologic Basis of Disease. Edisi 7. Diterbitkan oleh EGC.

Rekapitulasi Cakupan Penemuan Penderita TB Paru Kabupaten Kota Data TB Provinsi Jawa Barat. 2014.(diunduh pada Januari 2015). Terdapat dalam: http://diskes.jabarprov.go.id/assets/data/menu/12.KUMULATIF_CAK_PENEMUAN_TB_PARU_2014_UNTUK_WEBSITE_gabung_2.pdf

Data jumlah penduduk provinsi Jawa Barat terdapat dalam: http://www.bankdata.depkes.go.id/propinsi/public/report/create diaskes tanggal 28 Januari 2015.

Laporan Penduduk Kota Bandung. Kec.Bandung Wetan. Tersedia dalam:http://bandung.go.id/images/download/GABUNGAN_WNA_WNI.html




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.1320

Flag Counter    Â