Komunikasi Antarpribadi Sutradara dengan Pemeran dalam Pementasan “Loman” Teater Candu

Eddy Supriadi, Satya Indra Karsa

Abstract


This research was conducted in opium theater group will perform staging "Loman". This study aims to determine the form of interpersonal communication that made by the director to cast. Directed require special skills in directing actors and understanding the roles that implementation in accordance with the desired staging director. To achieve the goal of staging, the director must be able to have exposure to the cast, empathy for the character, giving support to the cast, creating a positive sense towards the cast and show the equality of the cast. In this intensive search, the authors used a qualitative research method with a single case study approach. Data collection technique is the observation of interpersonal communication activities conducted by the director with the cast, then interviewing the staging director and three actors, as well as documentation. Based on this research can be described as follows, in the aspect of openness, the director is always open in conveying ideas about staging. In the aspect of empathy, directors have felt the same position with the actor making it easier for the director felt the circumstances experienced by the cast. In the aspect of support, the director believes in the abilities of the cast, the director reasonably guiding and directing the cast capabilities. On the positive aspects, the director is able to create a positive atmosphere that is fun and gives a boost to motivational the cast. Last, in the aspect of equality, the director gives the same treatment to each cast without distinction big-small role the cast get in the staging.

 

Penelitian ini dilakukan dalam kelompok teater Candu yang akan melakukan pementasan “Loman”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk komunikasi antarpribadi yang dilakukan sutradara dengan pemeran. Sutradara memerlukan kemampuan khusus dalam mengarahkan pemeran serta memahami pemeran agar pelaksanaan pementasaan sesuai dengan yang diinginkan sutradara. Untuk mencapai tujuan dari pementasan sutradara harus bisa memiliki keterbukaan terhadap pemeran, empati terhadap pemeran, memberikan dukungan terhadap pemeran, menciptakan rasa positif terhadap pemeran dan menunjukkan kesetaraan terhadap pemeran. Dalam peneletian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi terhadap kegiatan komunikasi antarpribadi yang dilakukan sutradara dengan pemeran, kemudian wawancara kepada sutradara pementasan dan tiga orang pemeran pementasan, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut, pada aspek keterbukaan sutradara selalu terbuka dalam menyampaikan ide-ide tentang pementasan. Pada aspek empati, sutradara pernah merasakan posisi yang sama dengan pemeran sehingga memudahkan sutradara merasakan keadaan yang dialami oleh pemeran. Pada aspek dukungan, sutradara percaya terhadap kemampuan yang dimiliki oleh pemeran, sutradara cukup membimbing dan mengarahkan kemampuan yang dimiliki pemeran. Pada aspek positif, sutradara mampu menciptakan suasana positif yang menyenangkan dan memberikan dorongan yang dapat membangkitkan motivasi pemeran. Terakhir, pada aspek kesetaraan, sutradara memberi perlakuan yang pada kepada setiap pemeran tanpa membeda-bedakan besar-kecil peranan yang ia dapatkan dalam pementasan.


Keywords


Theater, Director, Cast, Interpersonal Communication

References


Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Cetakan kesembilanbelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Liliweri Alo. 1997. Komunikasi Antarpribadi, Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. Badjuri.




Flag Counter