Komunikasi Pemasaran Terintegrasi pada Radio Dewasa Muda di Kota Bandung

Ayu Srimulyani, Dede Lilis Chaerowati

Abstract


Abstract. Radio has a number of functions, such as transmitting messages, aiming, persuading and entertaining. In conveying its message, radio can take any communication model (Astuti, 2008: 39). As in this study, the integrated marketing communication model (IMC) was used. This model is used by the author as a reference for conducting research on activities carried out by Radio Rase FM in promoting broadcast programs, attracting advertisers and also increasing the number of audiences. This research uses descriptive quantitative research method using qualitative data. Where this research is Integrated Marketing Communication on Rase FM Radio. By using purposive sampling technique, the number of research samples was 4 employees of Radio Rase. The conclusion that the marketing program carried out by Radio Rase is now more concerned with increasing the number of advertisers, because advertisers are the spear and the source of radio running so far, but besides that Radio Rase also improves the quality of broadcasting so that it can attract listeners and retain listeners already loyal.

Keywords: Integrated Marketing Communication (IMC), Rase Radio, Marketing Program

Abstrak. Radio memiliki sejumlah fungsi, seperti mentransmisikan pesan, membidik, membujuk dan menghibur. Dalam menyampaikan pesannya, radio dapat mengambil model komunikasi apa saja (Astuti, 2008: 39). Seperti pada penelitian ini yang menggunakan model komunikasi pemasaran terintegrasi (IMC). Model ini digunakan penulis sebagai acuan untuk melakukan penelitian mengenai kegiatan yang dilakukan oleh Radio Rase FM dalam mempromosikan program siaran, menarik minat pengiklan dan juga meningkatkan jumlah audiencenya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif studi deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Dimana yang diteliti ini adalah Komunikasi Pemasaran Terintegrasi pada Radio Rase FM. Dengan menggunakan teknik pengambilan purposive sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 4 orang karyawan Radio Rase. Hasil kesimpulan bahwa program pemasaran yang dilakukan oleh Radio Rase saat ini lebih mementingkan untuk meningkatkan jumlah pengiklan, karena pengiklan itu adalah tombak dan sumber berjalannya radio selama ini, namun selain itu Radio Rase juga lebih meningkatkan kualitas penyiarannya agar dapat menarik minat pendengar dan mempertahankan pendengar yang sudah loyal.

Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (IMC), Radio Rase, Program Pemasaran


Keywords


Komunikasi Pemasaran Terintegrasi (IMC), Radio Rase, Program Pemasaran

Full Text:

PDF

References


Astuti, Santi Indra. 2008. Jurnalisme Radio Teori dan Praktik. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Effendy, Onong Uchjana. 2008. Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Hamidi. 2007. Metode Penelitian dan Teori Komunikasi. Malang: UMM Press.

Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Machfoedz, Mahmud. 2010. Komunikasi Pemasaran Modern. Yogyakarta: Cakra Ilmu.

Morissan. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Rahayu, Sri. 2005. SPSS Versi 12.00 dalam Riset Pemasaran. Bandung: Alfabeta.

Rakhmat, Jalaluddin. 2014. Metode Penelitian Komunikasi: Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Romli, Khomsahrial. 2016. Komunikasi Massa. Jakarta: PT Grasindo.

Sumber lain:

Chaerowati, Dede Lilis. et.al. 2013. “Mengusung Masyarakat Madani melalui Radio Komunitas”, dalam Jurnal Mimbar Vol. 29, No. 2, Desember 2013 (hal 145-154)




Flag Counter