Pola Komunikasi Guru dan Siswa Penyandang Tunarungu di SLB Negeri Purwakarta

Nissa Awalia Sudirman, Dede Lilis Chaerowati

Abstract


Abstract. This article regarding the pattern of communication of teachers and students with hearing impairments in vocational education activities and extracurricular self-development in SMALB-SLB Negeri Purwakarta was arranged to determine the mind process, self and society, interpersonal communication, use of verbal and nonverbal languages, inhibiting factors, and how to overcome obstacles on the communication of teachers and students with hearing impairments in vocational education activities and extracurricular self-development. The method chosen for this study is using qualitative approach to symbolic interaction and using social penetration theory. Data collection techniques are carried out through interviews, observation and documentation. The subjects of this study were: Principals, Teachers and SMALB students. Based on the results of the study found the communication patterns of teachers and students with hearing impairments include: (1) The process of mind, self and society in teacher and deaf student communication is the teacher ensures that what they mean when communicating with students is the same as students catch, the teacher uses cues - certain signals in conveying messages, (2) Interpersonal communication carried out by teachers and students with hearing impairments is the teacher communicating with students such as communicating with friends, communication must be fun, (3) verbal and nonverbal language used by the teacher towards students with hearing impairment is to use verbal language in the form of speech sentences accompanied by a clear mouth and use total communication, (4) Inhibiting factors of teacher communication and deaf students is the frequent occurrence of meaning misunderstanding, distance that is too far when communicating and emotions of students who are unstable, (5)The way to overcome the obstacles to teacher communication and deaf students is that the teacher uses simple sentences in addition to the proximity of the communication to be done, as much as possible the teacher must be able to persuade students by encouraging them or giving them support.

Keywords: Communication Patterns, Vocational Teachers, Deaf Students, Vocational Education, Symbolic Interaction

 

Abstrak. Artikel ini mengenai pola komuikasi guru dan siswa penyandang tunarungu dalam kegiatan pendidikan vokasional dan ekstrakulikuler pengembangan diri di SMALB-SLB Negeri Purwakarta disusun untuk mengetahui proses mind, self dan society, komunikasi interpersonal, penggunaan bahasa verbal dan nonverbal, faktor penghambat, dan cara mengatasi hambatan pada komunikasi guru dan siswa penyandang tunarungu. Metode yang dipilih untuk penelitian ini yaitu menggunakan kualitatif dengan pendekatan interaksi simbolik dan menggunakan teori penetrasi sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah: Kepala sekolah, Guru dan siswa SMALB. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pola komunikasi guru dan siswa penyandang tunarungu diantaranya: (1) Proses mind, self dan society pada komunikasi guru dan siswa penyandang tunarungu adalah Guru memastikan bahwa apa yang mereka maksud ketika berkomunikasi dengan siswa sama seperti yang siswa tangkap, Guru menggunakan isyarat-isyarat tertentu dalam menyampaikan pesan (2) Komunikasi Interpersonal yang dilakukan oleh Guru dan siswa penyandang tunarungu adalah guru melakukan komunikasi dengan siswa selayaknya berkomunikasi dengan teman, komunikasi yang dilakukan harus menyenangkan, (3) Penggunaan bahasa verbal dan nonverbal pada komunikasi guru dan siswa penyandang tunarungu adalah dengan menggunakan bahasa verbal berupa ucapan kalimat disertai dengan mimik mulut yang jelas dan menggunakan komunikasi total, (4) Faktor Penghambat pada komunikasi guru dan siswa penyandang tunarungu adalah seringnya terjadi kesalahpahaman makna, Jarak yang terlalu jauh ketika melakukan komunikasi dan emosi siswa yang tidak stabil, (5) Cara mengatasi hambatan pada komunikasi guru dan siswa penyandang tunarungu adalah guru menggunakan kalimat-kalimat yang sederhana selain itu kedekatan jarak dalam berkomunikasi juga harus dilakukan, sebisa mungkin Guru harus bisa membujuk siswa dengan menyemangatinya atau memberikannya support.

Kata Kunci: Pola Komunikasi, Guru Vokasional, Siswa Tunarungu, Pendidikan Vokasional, Interaksi Simbolik


Keywords


Pola Komunikasi, Guru Vokasional, Siswa Tunarungu, Pendidikan Vokasional, Interaksi Simbolik

Full Text:

PDF

References


Budyatna, Muhammad. 2011. Teori Komunikasi Antarpribadi. Jakarta: Kharisma Putra Utama.

Cangara, Hafied. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Chaerowati, D.L, Rochim, M., Yulianti, Nova. 2016. Voluntarism as Social Capital of Community Radio Management: a Case Study in Jarik III Cirebon. Komunitas:

International Journal of Indonesian Society and Culture 8 (1) (2016) : 73-84.

Djamarah, Bahri Syaiful. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua & Anak Dalam keluarga.

Jakarta: PT. Reneka Cipta.

Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses, dan Praktik. Edisi 4 volume 1. Jakarta : EGC.

Shintya, P. 2009. Pentingnya Pertanyaan dalam Proses Pembelajaran. Bandung:

Transito.

Sumantri, Sutjihati. 1996. Psikologi Anak Luar Biasa. Jakarta: Depdikbud.

Yuliati, Nova., Lilis Ch, Dede., Wiwitan Tresna. 2014, Bahasa Gaul Remaja Di Media

Sosial: Polarisasi Budaya Global, Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sosial, Ekonomi dan Humaniora, Vol 4, No.1.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.14911

Flag Counter