Perbaikan Kinerja Perusahaan Pemintalan Benang Menggunakan Metode Balance Scorecard (Studi Kasus: PT. Lawe Adyaprima Spinning Mills)

Ofi Fatmawati, Rakhmat Ceha, Hirawati Oemar

Abstract


Abstract. The high level of competition and the increasing prices of cotton raw materials, require companies to have good management planning and strategies so that they can survive in the competition. The purpose of this research is to find out what indicators are used as a reference for measuring company performance, determining strategic initiatives that are suitable for the company, and proposing work programs or activities that are appropriate to improve company performance. In this study the balance scorecard method is used, where this method was first introduced by Robert Kaplan and David Norton in the 1990s at Harvard Business School. Balance scorecard is used as a balance between financial and non-financial performance and long-term and short-term performance of an organization. Based on the balance scorecard framework the strategic planning process is designed as follows, namely (Mulyadi, 2014): (1) strategy formulation system, (2) strategic planning system, (3) program preparation, (4) budget preparation system, (5) implementation system, and (6) monitoring system.

In this study only used 3 steps of strategic planning, namely the strategy formulation system which produced 11 strategy formulation, strategic planning system where 7 strategic objectives were produced, and the program preparation where 2 proposed activities could be carried out by the company in an effort to improve company performance.

 

Keywords: Balance Scorecard, Company Performance, Key Performance Indicator (KPI)

 

Abstrak. Tingginya tingkat persaingan dan harga bahan baku kapas yang terus meningkat, mengharuskan perusahaan untuk memiliki perencanaan manajemen serta strategi yang baik agar tetap dapat bertahan dalam persaingannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator apa saja yang digunakan sebagai acuan pengukuran kinerja perusahaan, menentukan inisiatif strategik yang cocok bagi perusahaan, dan memberikan usulan program kerja atau aktivitas yang sesuai untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Pada penelitian ini digunakan metode balance scorecard, dimana metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Robert Kaplan dan David Norton pada tahun 1990-an di Harvard Business School. Balance scorecard digunakan sebagai penyeimbang antara kinerja finansial dan non-finansial serta, kinerja jangka panjang dan jangka pendek suatu organisasi. Berdasarkan kerangka balance scorecard proses perencanaan strategik didesain sebagai berikut yaitu (Mulyadi, 2014) : (1) sistem perumusan strategi, (2) sistem perencanaan strategik, (3) penyusunan program, (4) sistem penyusunan anggaran, (5) sistem pengimplementasian, dan (6) sistem pemantauan.

Dalam penelitian ini hanya digunakan 3 langkah perencanaan strategik yaitu sistem perumusan strategi dimana dihasilkan 11 rumusan strategi, sistem perencanaan strategik dimana dihasilkan 7 sasaran strategik, dan penyusunan program dimana dihasilkan 2 usulan aktivitas yang dapat dilakukan oleh perusahaan dalam upaya meningkatkan kinerja perusahaan.

 

Kata Kunci: Balance Scorecard, Kinerja Perusahaan, Key Performance Indicator (KPI)

Keywords


Balance Scorecard, Kinerja Perusahaan, Key Performance Indicator (KPI)

Full Text:

PDF

References


Kaplan, R. S. dan David P. Norton., 2000. Balance Scorecard: Menerapkan Strategi Menjadi Aksi, Diterjemahkan oleh Pasla Yosi Peter R., Jakarta: Penerbit Erlangga.

Mulyadi, 2014. Sistem Terpadu Pengelolaan Kinerja Personel Berbasis Balance Scorecard. Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan.

Rakhmat Ceha, dkk., 2012. Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM: Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan. Bandung : Universitas Islam Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v0i0.13394

Flag Counter