Pemodelan Pertumbuhan Ekonomi Regional Jawa Barat dengan Pendekatan Spasial Data Panel

Andina Fahriya, Nusar Hajarisman

Abstract


Abstract. One of the main indicators in analyzing the economic development of a region is by observing the economic growth of the area. The process of regional economic growth can be measured through the increase value of Gross Regional Domestic Product (GDP) with on the basis of the constant price. Fundamentally, economic growth that occurs in a region is connected with the surrounding regions (spatial dependence). To examine its relationship, it takes an approach that also observes the existence of spatial interactions. In this study, analysis will be conducted using spatial models of panel data. The estimated parameters used are spatial autoregressive model (SAR) and Spatial Error Model (SEM) involving Fixed Effect Model (FEM) and Random Effect Model (REM) with Maximum Likelihood estimation method. The spatial weighting that used is 4-Nearest Neighbours/4-NN. The observation units are 27 regencies/cities of West Java Province in 2017-2019. The results showed that the best model is SAR Random Effect with R^2 of 84.86%, AIC of -24.89125 and BIC of -10.52455. Variables that affect the regional economic growth of West Java are Regional Native Income with elasticity of 0.5245, General Allocation Fund with elasticity of 0.7997, and Government Expenditure with elasticity of 0.1112.

Keywords: Regional Economic Growth, Spatial Panel Data, SAR, SEM.

Abstrak. Salah satu indikator utama dalam menganalisis pembangunan ekonomi suatu daerah adalah dengan melihat pertumbuhan ekonomi (economic growth) daerah tersebut. Proses pertumbuhan ekonomi regional dapat diukur melalui peningkatan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK). Pada dasarnya pertumbuhan ekonomi yang terjadi di suatu wilayah saling berhubungan dengan wilayah disekitarnya (spatial dependence). Untuk mengkaji hubungan tersebut, dibutuhkan pendekatan yang turut mengamati adanya interaksi spasial. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisis menggunakan model spasial data panel. Estimasi parameter yang digunakan yaitu model Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM) yang melibatkan Fixed Effect Model (FEM) dan Random Effect Model (REM) dengan metode estimasi Maximum Likelihood. Pembobot spasial yang digunakan adalah 4-Nearest Neighbours/4-NN. Unit observasi adalah 27 Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat tahun 2017-2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah SAR Random Effect dengan nilai  sebesar 84.86%, AIC -24.89125 dan BIC -10.52455. Variabel yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi regional Jawa Barat yaitu Pendapatan Asli Daerah dengan elastisitas sebesar 0.5245, Dana Alokasi Umum dengan elastisitas sebesar 0.7997, dan Pengeluaran Pemerintah dengan elastisitas sebesar 0.1112.

Kata Kunci: Pertumbuhan ekonomi regional, Spasial Data Panel, SAR, SEM.


Keywords


Pertumbuhan ekonomi regional, Spasial Data Panel, SAR, SEM

Full Text:

PDF

References


Anselin, L. (1988). Spatial Econometrics: Methods and Models (1 ed.). Dordrecht: Kluwer Academic Publisher.

Aulia, M. G. (2019). Analisis konvergensi pertumbuhan ekonomi provinsi jawa barat tahun 2007-2016. Jurnal Ilmiah FEB Universitas Brawijaya, 7(2), 1–17.

Elhorst, J. P. (2010). Spatial Panel Data Models. Handbook of Applied Spatial Analysis. New York: Springer.

Naqvi, S. N. H. (2003). Menggagas Ilmu Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nijkamp, P., & Poot, J. (1998). Spatial perspectives on new theories of economic growth. The Annals of Regional Science, 37(1), 7–37.

Shofwani Sheila Ghazia, Kudus Abdul. (2021). Penentuan Kriteria Pengunjung dalam Pemilihan Green Hotel di Kota Bandung Menggunakan Metode Discrete Choice Experiment dengan Desain Choice Sets Kombinatorial. Jurnal Riset Statistika, 1(1), 1-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28566

Flag Counter