Penggunaan Analisis Cluster dalam Pengelompokan Kecamatan di Kabupaten Karawang Berdasarkan Metode Kontrasepsi Peserta KB Aktif

Silvia Hanada, Teti Sofia Yanti

Abstract


Abstract. Cluster analysis is a multivariate technique that aims to classify objects based on their characteristics. In general, cluster analysis is divided into two, namely hierarchical and non-hierarchical methods. There are two ways of grouping in the hierarchical method, namely agglomerative (concentration) and divisive (spread). Due to the large number of methods and procedures in cluster analysis, this study will only focus on using both methods, namely Single Linkage and Ward with the purpose of grouping. One of the means for the family planning program is the availability of contraceptive methods in the regions. In order for the availability of contraceptive methods to suit local needs, it is necessary to have appropriate contraceptive methods using cluster analysis. From the results of the analysis that has been done, that the Single Linkage method is the most suitable method for contraceptive method data for active family planning participants which produces the first cluster of 1 sub-district, the second cluster of 27 districts, and the third cluster of 2 districts, which obtained a cophenetic correlation coefficient of 0.8775201.

Keywords: Cluster Analysis, Single Linkage, Ward.

Abstrak. Analisis cluster adalah teknik multivariat yang memiliki tujuan untuk mengelompokkan objek-objek berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Secara umum analisis cluster dibagi menjadi dua, yaitu metode hirarki dan non hirarki. Terdapat dua cara pengelompokan dalam metode hirarki, yaitu agglomerative (pemusatan) dan divisive (penyebaran). Karena banyaknya metode dan prosedur dalam analisis cluster, maka pada penelitian ini hanya akan memfokuskan untuk menggunakan kedua metode, yaitu Single Linkage dan Ward dengan tujuan pengelompokan. Salah satu sarana untuk program Keluarga Berencana adalah ketersediaan metode kontrasepsi di daerah. Agar ketersediaan metode kontrasepsi sesuai dengan kebutuhan daerah, maka diperlukaan pemeteaan  atau pengelompokan metode kontrasepsi yang tepat dengan menggunakan analisis cluster. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, bahwa metode Single Linkage adalah metode paling cocok untuk data metode kontrasepsi peserta KB aktif yang menghasilkan cluster pertama sebanyak 1 kecamatan, cluster kedua sebanyak 27 kecamatan, dan cluster ketiga sebanyak 2 kecamatan, yang diperoleh nilai koefisien korelasi cophenetic sebesar 0.8775201.  

Kata Kunci: Analisis Cluster, Single Linkage, Ward.


Keywords


Analisis Cluster, Single Linkage, Ward.

Full Text:

PDF

References


Dillon, W. R., & Goldstein, M. (1984). Multivarate Analysis: Methods and Applications. United States of America: John Wiley & Sons.

Hajarisman, N. (2019). Statistika Multivariat: Analisis Klaster. Bandung: NH Press.

Simamora, B. (2005). Analisis Multivariat Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Supranto. (2004). Analisis Multivariat: Arti dan Interpretasi. Jakarta: Rineka Cipta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v7i1.25510

Flag Counter