STUDI DESKRIPTIF SELF COMPASSION PADA IBU PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD AL IHSAN BANDUNG

DEBBI RIHAN DWI PUTRI, SITA ROSITAWATI

Abstract


Memiliki anak yang sehat tentu menjadi salah satu harapan bagi setiap orang tua. Namun, keadaan menjadi berbeda ketika anak di diagnosa menderita penyakit Gagal ginjal yang membutuhkan terapi Hemodialisis serta dapat beresiko kematian jika tidak diobati. Disinilah peran orang tua sangat penting dalam upaya kesembuhan anaknya terutama seorang ibu. Memiliki anak yang sakit gagal ginjal merupakan beban bagi ibu baik secara fisik, mental maupun finansial, dimana ibu harus memberikan perhatian, perawatan serta biaya pengobatan yang ekstra bagi anaknya. Dalam menjalankan perannya, Ibu memerlukan keyakinan diri akan kemampuannya dan memiliki pemikiran yang positif akan keadaannya, oleh karena itu ibu memerlukan Self Compassion. Self Compassion memfokuskan pada derajat individu mendemonstrasikan Self Kindness, Common Humanity dan Mindfulness (Neff, 2003). Penelitian ini menggunakan alat ukur Self Compassion scale dari Neff (2003), terdiri dari 26 items yang telah diterjemahkan dari alat ukur aslinya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan subjek penelitian 12 orang ibu dari pasien Hemodialisis di RSUD Al Ihsan Bandung. Diperoleh hasil sebanyak 58% (7 orang) memiliki Self Compassion tinggi dan 42% (5 orang) memiliki Self Compassion rendah.


Keywords


Self Compassion, Penyakit gagal ginjal, Hemodialisis.

References


Arikunto, Suharsimi Prof. Dr. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Kristin PH.D. (2011). Self-Compassion: Stop Beating Yourself Up and Leave Insecurity Behind. New York: William Morrow, An Imprint of Harper Collins Publishers.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.994

Flag Counter