Geometri Akuifer dan Potensi Sumberdaya Airtanah di PT Charoen Pokphand Indonesia, Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat

Danang Inayat Puspawardhana, Yunus Ashari, Dono Guntoro

Abstract


Abstract. The research location is in the village of Cikasungka, Cikancung subdistrict, Bandung regency, West Java province precisely in PT Charoen Pokphand Indonesia which is a food and animal slaughter. This plant needs water that fully utilize the groundwater resources in order to support all activities undertaken. Thus, it can be assessed on the geometry of the aquifer and the potential of groundwater resources. The research methodology used is primary data collection in the form of a pumping test all wells drilled and secondary data from the drilling activity report. The existence of the aquifer layer found at a depth of 50 meters with an average thickness of 37.8 meters. This layer is thinned from the southwest toward the northeast, but thickened again in the northeast end of the study site boundary. Type aquifer is semi-confined and confined. The direction of groundwater flow generally flows toward the north. Hydraulic conductivity values ranged 0.49-4.66 m/day and aquifer transmissivity values ranged 11.94-111.84 m2/day. The level of damage to groundwater based groundwater level decline pertained to the safety zone classification refers to the regulation of Perda Jawa Barat No. 8 Tahun 2012. Optimum discharge of wells ranged 2.12-4.15 liters/sec. Referring to the SNI 13-7121-2005, the potential of groundwater resources can be classified into the medium potential class (Qopt = 2-10 liters / sec).

 

Abstrak. Lokasi penelitian berada di Desa Cikasungka, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat tepatnya di PT Charoen Pokphand Indonesia yang merupakan perusahaan pangan dan penyembelihan hewan. Pabrik ini membutuhkan air yang sepenuhnya memanfaatkan sumberdaya airtanah guna mendukung segala kegiatan yang dilakukan. Sehingga, dapat dikaji mengenai geometri akuifer dan potensi sumberdaya airtanah. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pengumpulan data primer berupa uji pemompaan seluruh sumur bor dan data sekunder berupa laporan kegiatan pengeboran. Keberadaan lapisan akuifer ditemukan pada kedalaman 50 meter dengan ketebalan rata-rata 37,8 meter. Lapisan ini semakin menipis dari arah barat daya menuju arah timur laut namun kembali menebal pada ujung timur laut batas lokasi penelitian. Jenis akuifer adalah semi tertekan dan tertekan. Arah aliran airtanah pada umumnya mengalir menuju arah utara. Nilai konduktivitas hidrolik berkisar antara 0,49-4,66 m/hari dan nilai transmisivitas akuifer berkisar antara 11,94-111,84 m2/hari. Tingkat kerusakan airtanah berdasarkan penurunan muka airtanah tergolong pada klasifikasi zona aman mengacu pada Perda Jawa Barat No. 8 Tahun 2012. Debit optimum sumur bor berkisar antara 2,12-4,15 liter/detik. Mengacu pada SNI 13-7121-2005, potensi sumberdaya airtanah dapat digolongkan kedalam kelas potensi sedang (Qopt=2-10 liter/detik).


Keywords


aquifer, groundwater resources, optimum discharge

References


Beroperay, C.F.P. 2013. “Penentuan Debit Aliran Airtanah pada Area Kampus Universitas Negeri Papua Menggunakan Metode Analisa Jaring Aliran (Flownet)â€, Skripsi Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Papua.

Cooper, H. H., Jacob, C. E. 1964.“A Generalized Graphical Method for Evaluation Formation Constant and Summarising Well Field Historyâ€, Am. Geophysic Union Trans, Vol 2.

Driscoll, F. G. 1986.“Groundwater and Wellsâ€, Johnson Division, St. Paul, MN, ISBN 0-9616456-0-1.

Kruseman, G.P., de Ridder, N.A. 1970.“Analysis and Evaluation of Pumping Test Dataâ€, International Institute for Land & Rec. Inpr., Wageningen, The Netherlands.

Todd, D., K., 1980, “Groundwater Hydrologyâ€, 2nd Edition, John Wiley and Sons, New York.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.3756

Flag Counter