Optimasi Pengolahan Bijih Emas di Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat berdasarkan Tingkat Alterasi Dalam Rangka Mendukung Konservasi Energi

Aris Habibul Ulum, Solihin Solihin, Dono Guntoto

Abstract


Abstract : The gold ore veins found in Kutawaringin Village, Kutawaringin District, Bandung Regency have moderate and weak alteration levels. The classification of the alteration level is seen from the color change due to the oxidation process and the hardness of the rock. Weak alteration level has a white color and has not been oxidized and has massive violence. Meanwhile, moderate alteration has a yellowish color caused by oxidation and has a soft rock hardness. The milling process is carried out using the Road Mill, the energy required to grind the mineral is expressed in kilowatt hours (kWh). The purpose of crushing and milling activities is to separate valuable minerals from their impurities. The samples used in this study were calssified based on the level of alteration, namely weak alteration samples and moderate alteration samples. Weak alteration samples require milling energy of 539,367 watt or 0,5394 kWh with processing time of ±44 minutes to be able to pass 80% samples at 200 mesh size. Meanwhile, in the medium alteration samples, the energy is 306,458 watt or 0,306 kWh with a processing time of ±25 minutes to be able to pass 80% samples at a size of 200 mesh.

keywords : Vein, Alteration, Energy, Amalgamation, Size

Abstrak : Vein bijih emas yang dijumapai di Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung memeliki tingkat alterasi sedang dan lemah. Penggolongan tingkat alterasi tersebut dilihat dari perubahan warna akibat terjadinnya proses oksidasi dan kekerasan batuan. Tingkat alterasi lemah memiliki warna putih dan belum mengalami oksidasi serta memeliki kekerasan yang massive. Sedangan alterasi sedang memiliki warna kekuningan yang diakibatkan oleh oksidasi serta memiliki kekerasan batuan yang lunak. Proses penggilingan dilakukan dengan menggunakan Road Mill, energi yang dibutuhkan untuk menggiling bahan galian dinyatakan dalam satuan kilowat jam (kWh). Tujuan dari kegiatan penghancuran serta penggilingan adalah untuk memisahkan mineral berharga dari pengotornya. Sampel yang digunakan pada penelitian digolongkan berdasarkan tingkat alterasinya yaitu sampel alterasi lemah dan sampel alterasi sedang. Sampel alterasi lemah membutuhkan energi giling sebesar 539,367 watt atau 0,5394 kWh dengan waktu pengolahan ±44 menit untuk dapat meloloskan sampel 80% pada ukuran 200 mesh. Sedangkan pada sampel alterasi sedang energi sebesar 306,458 watt atau 0,306 kWh dengan waktu pengolahan sebesar ±25 menit untuk dapat meloloskan sampel 80% pada ukuran 200 mesh.

Kata Kunci : Vein, Alterasi, Energi, Amalgamasi, Ukuran


Keywords


Vein, Alterasi, Energi, Amalgamasi, Ukuran

Full Text:

PDF

References


Badan Geologi. 2011. Kajian Sumberdaya Geologi Pulau Jawa. Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral.

Bateman, A.M. dan Jensen, M.L. 1981. Economic Mineral Deposit. Australia : John Wiley & Sons, limited.

C. A Rowland, Jr. 1968. Application of Dry Grinding Rod Mills. New York : A.I.M.E Annual Meeting.

Corbett and Leach. 1997. Southwest Pacific Rim Gold-Copper System : Structure, Alteration and Mineralization. North Sydney Australia.

Diantoro, Yimi. 2010. Emas Investasi dan Pengolahannya. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Guilbert, J.M. 1970. Lateral and Vertical Alteration Mineralization Zoning in Porphyry Ore Deposits: Economic Geology, volume 65.

Klien, C and C.S. Hurbut. 1985. Manual of Mineralogy. New York : Jonh Willey and Sons.

Lindgren, W. 1993. Mineral Deposits, 4th ed. New York.

Morrison. 1997. Epigenetic Magmatic-Related Mineral Deposits: Epithermal Gold Mineralisation. Leacture in Jakarta.

Pirajno, F. 2009. Hidrotermal Process and Mineral System, Springer Science, Chapter 5.

Rahmawati, Saumi. 2014. Hubungan Kondisi Geologi terhadap Alterasi Hidrotermal dan mineralisasi pada endapan epitermal daerah Bunikasih, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Publikasi Tugas Akhir Universitas Diponegoro, Semarang.

Ruslan, 2016. Data Curah Hujan di Kabupaten Bandung (2017-2018). Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung. 13. Ruslan, 2019. Kabupaten Bandung Dalam Angka 2019. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung.

Rustandi, Andi. 1998. Bahan Ajar Kuliah Pengolahan Bijih Logam. Departemen Metalurgi & Material. Depok.

Widodo, Aminuddin. 2015. Amalgamasi Tidak Langsung Meningkatkan Perolehan Emas. Flyshgeost : Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI.

Wills, B. A. Mineral Processing Technology 7th Edition. October 2006. Publisher by : Elsevier Science & Technology Books.

Abdulah, Ashari Yunus, Maryanto. (2021). Rencana Produksi Pengangkutan Overburden Berdasarkan Pola Hujan di PT X Site Asam-Asam, Desa Riam Andungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Riset Teknik Pertambangan, 1(1), 8-21.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.31185

Flag Counter