Hubungan Kualitas Batubara dengan Lingkungan Pengendapan di PT. Bhadra Pinggala Sejahtera Desa Separi Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur

Alwi Nurul Alim, Zaenal Zaenal, Noor Fauzi Isniarno

Abstract


Abstract. Coal is an alternative energy source of the main energy namely oil and gas formed from the deposition of organic/plant materials that have undergone the process of flogging and burning. Coal can be used as an energy source, but in coal utilization cannot be equalized because each coal has different qualities. This quality is assessed based on physical character and also chemistry, the higher the carbon content in coal then the higher the quality. The physical and chemical characteristics of coal are strongly influenced by geological factors such as age, geological structure and also the environment of precipitation during the development process. The research was conducted at two locations namely Location A with the number of 10 samples of seam coal and Location B with a sample count of 10 seam of coal. From the sample, research was conducted by determining the quality of coal in the form of ratings based on calorific value and coal grade based on ash content. In addition, the determination of the deposition environment using classification according to Horne, 1978 by determining the litofasies of the drill hole statigraphy. Location A has coal with a high volatile bituminous rating of C to high volatile bituminous B, while Location B has a Sub-bituminous rating of B to Sub-bituminous A (American Society For Testing and Material,1993). Then for coal grade at Location A and B in the form of high grade coal (European Economic Community,1998). In this study, Location A was located in the Pamaluan Formation with the age of the Late Oligocene - Early Miocene while Location B on balang island formation aged Central Miocene - Late Miocene. Geological conditions in this area are also heavily influenced by the structure of the folds, the base rises, and the flat base. As for the deposition environment in this area in the form of transitional lower delta plain at Location A, and upper delta plain fluvial at Location B.

Keywords : Coal Quality, Precipitation Environment, Sulfur, Ash Content, Coal Rank and Lithofasies.

Abstrak. Batubara merupakan sumberdaya energi alternatif dari energi utama yaitu minyak dan gas bumi yang terbentuk dari pengendapan material organik/tumbuhan yang telah mengalami proses penggambutan dan pembatubaraan. Batubara dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, akan tetapi dalam pemanfaatan batubara tidak dapat disamaratakan karena setiap batubara memiliki kualitas yang berbeda-beda. Kualitas ini dinilai berdasarkan karakterstik fisik dan juga kimianya, semakin tinggi kadar karbon pada batubara maka kualitasnya pun akan semakin tinggi. Karakteristik fisik dan kimia pada batubara sangat dipengaruhi oleh faktor geologi berupa umur, struktur geologi dan juga lingkungan pengendapan pada saat proses keterbentukannya. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu Lokasi A dengan jumlah 10 sampel seam batubara dan Lokasi B dengan jumlah sampel 10 seam batubara. Dari sampel tersebut dilakukan penelitian dengan menentukan kualitas dari batubara berupa peringkat berdasarkan nilai kalor dan grade batubara berdasarkan kandungan abu. Selain itu dilakukan penentuan lingkungan pengendapan menggunakan klasifikasi menurut Horne, 1978 dengan cara menentukan litofasies dari statigrafi lubang bor. Lokasi A memiliki batubara dengan peringkat high volatile bituminous C sampai high volatile bituminous B, sedangkan Lokasi B memiliki peringkat Sub-bituminous B sampai Sub-bituminous A (American Society For Testing and Material, 1993). Lalu untuk grade batubara pada Lokasi A dan B berupa high grade coal (European Economic Community, 1998). Pada penelitian ini, Lokasi A terletak pada Formasi Pamaluan dengan umur Oligosen Akhir - Miosen Awal sedangkan Lokasi B pada Formasi Pulau Balang berumur Miosen Tengah - Miosen Akhir. Kondisi geologi pada daerah ini juga sangat dipengaruhi oleh struktur lipatan, sesar naik, dan sesar mendatar. Sedangkan untuk lingkungan pengendapan pada daerah ini berupa transitional lower delta plain pada Lokasi A, dan upper delta plain fluvial pada Lokasi B.

Kata Kunci : Kualitas Batubara, Lingkungan Pengendapan, Sulfur, Kadar Abu, Peringkat Batubara dan Litofasies.


Keywords


Kualitas Batubara, Lingkungan Pengendapan, Sulfur, Kadar Abu, Peringkat Batubara dan Litofasies.

Full Text:

PDF

References


Allen, G.p. Chambers, J.L.C. 1998. Sedimentation In The Modern and Miocene Mahakam Delta. Indonesian Petroleum Association pg 236.

Anonim. 1998. International Classification of in-Seam Coals. Geneva: Economic Commission for Europe Committee on Sustainable Energy.

Anonim. 2017. Coal Basin Analysis Series-Model Pengendapan Delta: Horne dkk (1978) vs Allen (1976). http:/asbut.blogspot.com. Diakses Pada Tanggal 2 Agustus 2020.

Horne, J.C., Ferm, J.C., Caruccio, F.T., Baganz, B.P., 1978. Depositional Models in Coal Exploration and Mine Planning in Appalanchian Region. The American Association of Petroleum Geologist Bulletin 62, pp. 2379-2411.

Sukandarrumidi. 1995. Batubara dan Gambut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v6i2.24274

Flag Counter