Kajian Teknis Pemilihan Mata Bor (Bit) Berdasarkan Nilai Total Drilling Cost pada Penambangan Bijih Emas di PT. Cibaliung Sumberdaya Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten

Zainal Mustofa, Yunus Ashari, Zaenal Zaenal

Abstract


Abstract.PT Cibaliung Sumberdaya is a subsidiary of PT Aneka Tambang Tbk (Antam) which is engaged in gold mining. The mining method at PT Cibaliung Sumberdaya uses the underground mining method in which its mining system ues cut and fill method. The location of gold mining at PT Cibaliung Sumberdaya consists of two blocks, namely Cikoneng Block the Cibitung Block with the main entrance is through the Cikoneng portal. Drilling activities of gold mining at PT Cibaliung Sumberdaya are carried out for production and development activities. In production activities, drilling is carried out by using a mechanical drilling tool, namely the Jumbo Drill. Meanwhile, the development activities are carried out by using a semi-mechanical drilling tool, namely Jack Leg. The research at PT Cibaliung Sumberdaya was focused on production drilling activities to examine the selection of bit from two samples and two different brands, namely Sandvik and Robit. The bit used in production drilling activities was the Button Bit with a diameter of 51 mm. This research was conducted because the drilling activities at PT Cibaliung Sumberdaya were less effective and efficient in determining the drill bit to be used. Therefore, a drill bit assessment was conducted to determine the feasibility of using a drill bit with the best performance using a Total Drilling Cost analysis so that the company did not spend excess costs on using 2 brands of drill bits. In the Sandvik bit, it is able to produce an average of 153.50 drill holes with a bit life of 396.45 m with a drilling speed of 67.39 m/hour. As for the Robit bit, it is able to produce an average of 105.50 holes with a bit life of 270.20 m and a drilling speed of 67.30 m/hour. Based on the Total Drilling Cost value, the Sandvik brand bit is more effective and more efficient with a lower TDC cost of Rp.51,648.87/m; meanwhile, the TDC cost for the Robit brand bit is Rp.56,525.15/m.

Keywords: Cut and Fill, Production, Development, Jumbo Drill, Jack Leg, Bit, Total Drilling Cost

Abstrak.PT Cibaliung Sumberdaya merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang bergerak di bidang pertambangan emas. Metode Penambangan  di PT Cibaliung Sumberdaya menggunakan metode tambang bawah tanah dengan sistem penambangan nya yaitu menggunakan metode cut and fill. Lokasi penambangan emas di PT Cibaliung Sumberdaya terdiri dari dua Blok, yaitu Blok Cikoneng dan Blok Cibitung dengan jalur masuk utama melalui portal Cikoneng. Kegiatan pengeboran pada penambangan emas di PT Cibaliung Sumberdaya dilakukan untuk kegiatan produksi (production) dan pengembangan (development). Pada kegiatan produksi, pengeboran dilakukan dengan menggunakan alat mekanis pengeboran yaitu Jumbo Drill. Sedangkan pada kegiatan pengembangan dilakukan dengan menggunakan alat pengeboran semi mekanis yaitu Jack Leg. Penelitian di PT Cibaliung Sumberdaya ini di fokus kan pada kegiatan pengeboran produksi untuk mengkaji mengenai pemilihan mata bor (bit) dari dua sampel dan dua merk berbeda yaitu Sandvik dan Robit. Mata bor (bit) yang digunakan pada kegiatan pengeboran produksi yaitu mata bor jenis Button Bit dengan ukuran diameter 51 mm.  Penelitian ini dilakukan karena pada kegiatan pengeboran di PT Cibaliung Sumberdaya ini kurang efektif dan efisien dalam menentukan mata bor yang akan digunakan. Oleh karena itu, dilakukan pengkajian mata bor untuk menentukan kelayakan penggunaan mata bor dengan kinerja terbaik menggunakan analisis Total Drilling Cost agar perusahaan tidak mengeluarkan biaya berlebih untuk penggunaan 2 merk mata bor. Pada mata bor (bit) merk Sandvik mampu menghasilkan rata - rata lubang bor sebanyak 153,50 lubang dengan masa pakai bit yaitu 396,45 m dengan kecepatan pengeboran sebesar 67,39 m/jam. Sedangkan untuk mata bor (bit) merk Robit mampu menghasilkan rata - rata lubang bor sebanyak 105,50 lubang dengan masa pakai bit sebesar 270,20 m dan kecepatan pengeboran yaitu 67,30 m/jam. Berdasarkan nilai Total Drilling Cost, mata bor merk Sandvik terbilang lebih efektif dan efisien dengan biaya TDC yang lebih rendah sebesar Rp.51.648,87/m, sedangkan biaya TDC untuk mata bor merk Robit sebesar Rp.56.525,15 /m.

Kata Kunci: Cut and Fill, Produksi, Development, Jumbo Drill, Jack Leg, Mata Bor, Total Drilling Cost


Keywords


Cut and Fill, Produksi, Development, Jumbo Drill, Jack Leg, Mata Bor, Total Drilling Cost

Full Text:

PDF

References


Ashari, Yunus. 2018. Pengeboran Peledakan. Buku Ajar Pengantar Teknik Pengeboran BAB 8 Pengeboran Peledakan, Hal 9 – 29.

Bieniawski, Z.T., 1989. Rock Mechanics Design in Mining and Tunneling. AA, Balkema, Netherland.

Jimeno, C.L., 1995. Drilling And Blasting Of Rock. AA Bakema, Roterdam.

Koesnaryo. S., 2001. Pengeboran untuk Penyediaan Lubang Ledak. Jurusan Teknik Pertambangan UPN “Veteranâ€, Yogyakarta.

Neal, J. Adams, 1985. Drilling Engineering .A Complete Well Planning Approach, PennWell Books, Tulsa Oklahoma.

Prodjosumarto, Partanto., 1993. Pemindahan Tanah Mekanis. Jurusan Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Sudana, D dan Santosa, S., 1992. Peta Geologi Lembar Cikarang. Jawa.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v6i2.24273

Flag Counter