Kajian Korosi pada Pipa Transportasi Crude Oil Pipeline D (SP 04 - SP 05) di Kecamatan Tirtamulya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat

Adrian Hartanto, Elfida Moralista, Zaenal Zaenal

Abstract


Abstract. In the oil and gas industry, pipelines are used to transport crude oil between Gathering Stations (SP). The pipeline used has a metal base material. Metal pipes are used because they have good durability in high temperatures and pressures. However, in operation metal pipes can experience corrosion when interacting with the internal and external environment. Corrosion of the pipe will result in a reduction in the thickness of the pipe, which causes a reduction in the Remaining Service Life (RSL) of the pipe. Moreover, the worst risk will cause pipe leakage that can harm the company and the surrounding community. This research was conducted on the 3,300 m crude oil transportation pipeline aboveground and underground. This study aims to determine the type of corrosion, corrosion control methods, corrosion Rate (CR), and the Remaining Service Life (RSL) of the pipe. Research location has environmental conditions with an average air temperature of 270C, relative humidity of 80%, soil pH of 5.7 – 6.3, and soil resistivity of 2,175 – 3,643 ohm.cm which is categorized as very corrosive - corrosive. The methodology of this study is the measurement of the thickness reduction in the pipe to determine the corrosion rate (CR) and the remaining service life (RSL) of the pipe. Measurement of the actual thickness of the pipe is carried out using Ultrasonic Thickness Gauge Panametrics MG 2 DL at 18 test points. The types of corrosion that occur in pipes are uniform corrosion and erosion corrosion. Corrosion control methods applied are coating method using Polyken Liquid Adhesive System #1027, wrapping method using Polyken #980/955, cathodeic protection method for sacrificial anode using Mg metal, and inhibitor method using UOPTM UNICORTM C. Corrosion Rate (CR) of the pipes is 0.1615 – 0.2285 mm/year and based on the relative corrosion resistance classified in the good category. The Remaining Service Life (RSL) of the pipe is 5.91 – 13.74 years, thus there is 11.11% test point that does not reach the design life of the pipe, which is 20 years.

Keywords: Carbon Steel Pipe, Crude Oil, API 570, Corrosion Rate, Remaining Service Life 

Abstrak. Pada industri minyak dan gas untuk mendistribusikan crude oil antar Stasiun Pengumpulan (SP), digunakan jalur-jalur pipa sebagai alat transportasi. Pipa yang digunakan pada jalur pipa tersebut adalah pipa berbahan dasar logam. Pipa logam digunakan karena memiliki daya tahan yang baik dalam temperatur maupun tekanan yang tinggi. Walaupun demikian, dalam operasionalnya pipa logam dapat mengalami korosi pada saat berinteraksi dengan lingkungan internal dan eksternalnya. Korosi pada pipa akan mengakibatkan terjadinya pengurangan ketebalan pipa, yang menyebabkan berkurangnya sisa umur pakai pipa. Selain itu risiko terburuk akan menyebabkan terjadinya kebocoran pipa yang dapat merugikan perusahaan dan lingkungan masyarakat sekitar. Penelitian ini dilakukan pada pipa transportasi crude oil sepanjang 3.300 m dengan letak pipa di atas dan bawah permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis korosi, metode pengendalian korosi, laju korosi (Corrosion Rate/CR), dan sisa umur pakai (Remaining Service Life/RSL) pipa. Pada lokasi penelitian ini memiliki kondisi lingkungan dengan temperatur udara rata-rata 270C, kelembapan relatif 80%, pH tanah 5,7 – 6,3, dan resistivitas tanah 2.175 – 3.643 ohm.cm yang termasuk ke dalam kategori sangat korosif – korosif. Metodologi penelitian ini adalah pengukuran pengurangan ketebalan pipa untuk menentukan laju korosi dan sisa umur pakai pipa berdasarkan API 570. Pengukuran ketebalan pipa dilakukan dengan menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge Panametrics MG 2 DL pada 18 test point. Jenis korosi yang terjadi pada pipa adalah korosi merata dan korosi erosi. Metode pengendalian korosi yang diterapkan adalah metode coating menggunakan Polyken Liquid Adhesive System #1027, metode wrapping menggunakan Polyken #980/955, metode proteksi katodik anoda korban menggunakan logam Magnesium, dan metode inhibitor menggunakan UOP TMUNICOR TM C. Laju korosi pada pipa yang terjadi adalah 0,1615 – 0,2285 mm/tahun dan berdasarkan ketahanan korosi relatif termasuk ke dalam kategori good. Sisa umur pakai pipa adalah 5,91 – 13,74 tahun, dengan demikian terdapat 11,11% test point yang tidak mencapai umur desain pipa yaitu 20 tahun.

Kata Kunci: Pipa Baja Karbon, Crude Oil, API 570, Laju Korosi Pipa, Sisa Umur Pakai Pipa


Keywords


Pipa Baja Karbon, Crude Oil, API 570, Laju Korosi Pipa, Sisa Umur Pakai Pipa

Full Text:

PDF

References


Ananda, Dwi Cahyo., Moralista, Elfida., Yuliadi., 2020, “Penentuan Laju Korosi dan Sisa Umur Pakai Pipa pada Jalur Pipa Produksi Naphtha Oil dari Oxygen Stripper Receiver 31-V-101 ke Oxygen Stripper Overhead Pump 31-P-102 A/B di PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Baratâ€, Prosiding Spesia Teknik Pertambangan (Februari, 2020), ISSN: 2460-6499, P 133-140, Universitas Islam Bandung, Bandung.

Anonim, 2002, “ASME B31.4: Pipeline Transportation Systems for Liquid Hydrocarbons and Other Liquidsâ€, American Society of Mechanical Engineers, New York.

Anonim, 2012, “ISO 3183 2012: Petroleum and Natural Gas Industries - Steel Pipe for Pipeline Transportation Systemsâ€, International Organization for Standardization, Switzerland.

Anonim, 2015, “ASME B31.6.10M: Welded and Seamless Wrought Steel Pipeâ€, American Society of Mechanical Engineers, New York.

Anonim, 2016, “API 570: Piping Inspection Code: In-service, Inspection, Rating, Repair, and Alteration of Piping Systemsâ€, American Petroleum Institute, Washington.

Anonim, 2017, “Peta Administrasi Kabupaten Karawangâ€, Badan Informasi Geospasial, Bogor.

Anonim, 2017, “Peta Jenis Tanah Indonesiaâ€, Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian Kementerian Pertanian, Bogor.

Anonim, 2019, “Statistik Kabupaten Karawang 2019â€, Badan Pusat Statistik, Kabupaten Karawang.

Fontana, Mars G., 1986, “Corrosion Engineeringâ€, McGraw-Hill, New York.

Jones, Denny A., 1996, “Principal and Prevention of Corrosionâ€, Prentice Hall, New Jersey.

Kenneth, Trethewey R., 1991, “Korosi untuk Mahasiswa Sains dan Rekayasaâ€, PT Gramedia Pustakan Utama, Jakarta.

Marcus, P and Oudar, J, 1995, “Corrosion Mechanisms in Theory and Practiceâ€, Marcel Dekker Inc.

Moralista, Elfida., 2005, “Studi Efektivitas Inhibisi Kalsium Nitrit dan Natrium Dikromat pada Korosi Baja Tulangan Galvanis dalam Larutan Pori Beton Artifisial dengan Electrochemical Impedance Spectroscopyâ€, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Moralista, Elfida., Zaenal., dan Chamid, Chusharini., 2005, “Studi Upaya Peningkatan Umur Pakai Kontruksi Bangunan melalui Penghambatan Korosi Baja Tulangan Beton dengan Menggunakan Inhibitor Korosiâ€, Vol 3 No. 2 Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi) (Juli-Desember, 2005), P 104-112, ISSN 1693-699X, Universitas Islam Bandung, Bandung.

Prayudha, Dony., Moralista, Elfida., dan Ashari, Yunus., 2018, “Penentuan Laju Korosi dan Sisa Umur Pakai (Remaining Service Life/RSL) pada Jalur Pipa Transportasi Crude Oil dari Spu-A Mundu ke Terminal Balongan di PT Pertamina Ep Asset 3 Jatibarang Field, Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Baratâ€, Prosiding Spesia Teknik Pertambangan (Februari, 2018), ISSN: 2460-6499, P 511-529, Universitas Islam Bandung, Bandung.

Priscilla, G., et al., 2019, “Crude Oilâ€, Encyclopædia Britannica inc, Chicago.

Roberge, Pierre R., 1991, “Corrosion Engineering: Principles And Practiceâ€, McGraw-Hill, New York.

Schweitzer, Philip A., 2003,â€Metallic Materials: Physical, Mechanical, and Corrosion Propertiesâ€, M. Dekker, New York.

Subardja, Djadja., et al., 2016, “Klasifikasi Tanah Nasionalâ€, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Sudana, D., Achdan, A., 1992, “Peta Geologi Lembar Karawang, Jawaâ€, Direktorat Geologi Departemen Pertambangan dan Energi, Bandung.

Utomo, Budi., 2009, “Jenis Korosi dan Penanggulangannyaâ€, Universitas Diponegoro, Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v6i2.23045

Flag Counter