Daya Dukung Lahan Berbasis Potensi dan Kendala Bahan Galian Tambang untuk Pengembangan Wilayah dengan Pendekatan Satuan Genetika Wilayah di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah

Rony Gunawan, Febri Hirnawan, Dono Guntoro

Abstract


Abstract. The development of a region is heavily influenced by the characteristics found in the region. In general, the characteristics found in a region are the manifestation of potential and constraints. The condition occurs because of a long geological process with a comprehensive mapping on the potential and constraints of a region and the utilization of mine resources owned. The scoring method is done for the SGW assessment, which includes fundamental factors in the development of the region, namely rocks, tectonic and its morphology. Banyumas Regency is a potential region for sustainable development program, one of them is mining commodities. To support the creation of sustainable development optimization of existing potentials, without turning off other potentials by making maps of regional genetic unit (RGU). The regional genetic unit (RGU) are based on the similiarilt of genetic constituent elements. The unit is in the form of lithology, tectonics, and morphology. Evaluation of regional genetic units based on factors/subfactors of the regional is used for the best scenarios to develop the current conditions of each RGU and and the nerby other RGU.  Analysis of the data used for the assessment of factors or subfactors uses qualitative and quantitative research methods which are made in the form of a holistic matrix. There are 22 genetic units in Banyumas Regency. Based on the research, there are three genetic units recommended for the development of mining resources and integrated regional, Genetic Unit of the Region Hills Medium Deformed Breccia Rocks (6-6-2-2), Genetic Unit of the Region Hills Weak Deformed Andesite Rocks (15-15-1-2) and Genetic Unit of the Region Mountains Weak Deformed Andesite Rocks (15-15-1-3).

Keywords: Unit of Genetic region, District of Banyumas, Regional development.

Abstrak. Pengembangan suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh karakteristik yang terdapat pada wilayah tersebut. Secara umum, karakteristik yang terdapat pada suatu wilayah adalah salah satu dari potensi dan kendala. Kondisi tersebut terjadi karena adanya suatu proses geologi yang panjang dengan pemetaan yang komprehensif pada potensi dan kendala suatu wilayah serta pemanfaatan sumber daya tambang yang dimiliki. Metode skor tersebut dilakukan untuk penilaian Satuan Genetika WIlayah yang mencakup faktor mendasar dalam pengembangan wilayah yaitu batuan, tektonik serta morfologinya. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah yang berpotensi untuk melakukan program pembangunan yang berkelanjutan salah satunya yaitu pada komoditas tambangnya. Untuk menunjang terciptanya pembangunan yang berkelanjutan dengan mengoptimalkan potensi yang ada, tanpa mematikan potensi yang lain yaitu dengan membuat peta satuan genetika wilayah. Satuan genetika wilayah (SGW) dibuat berdasarkan kesamaan unsur penyusun genetika. Satuan tersebut berupa litologi, tektonik serta morfologinya.  Analisis data yang digunakan untuk penilaian faktor atau subfaktor menggunakan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif yang dibuat dalam bentuk matrik holistik. Terdapat 22 satuan genetika yang ada di Kabupaten Banyumas.  Bedasarkan hasil penelitian terdapat tiga satuan genetika wilayah yang direkomendasikan untuk pengembangan sumber daya tambang dan kewilayahan terpadu yaitu, Satuan Genetika Wilayah Perbukitan Batuan Breksi Terdeformasi Sedang (6-6-2-2), Satuan Genetika Wilayah Perbukitan Batuan Andesit Terdeformasi Sedang (15-15-1-2) serta Satuan Genetika Wilayah Pegunungan Batuan Andesit Terdeformasi Lemah (15-15-1-3).

Kata Kunci: Satuan genetika wilayah, Kabupaten Banyumas, Pengembangan wilayah.


Keywords


Satuan genetika wilayah, Kabupaten Banyumas, Pengembangan wilayah.

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2013. Foto Gunung Slamet. (https://id.wikipedia.org/ diaskes 04 Agustus 2020)

Anonim. 2018. Foto Tebing Sirau. (https://fototakterduga.blogspot.com/ diaskes 04 Agustus 2020)

Asikin, S., dkk. 1992. Peta Geologi Lembar Banyumas, Jawa. Bandung. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Badan Informasi Geospasial. 2017. Peta Wilayah Kabupaten Banyumas. Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan Informasi Geospasial.

Bernama, I. 2006. Klasifikasi Geomorfologi untuk Pemetaan Geologi yang Telah Dibakukan. Jurnal Bulletin of Scientific Contribution. Vol. 4. No. 2.

Darana, A, R dan Muslim, D. 2015. Karakteristik dan Kualitas Potensi Andesit di Daerah Kecamatan Soreang dan Seitarnya, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Geotetra Research Grup.

Djuri, M., dkk. 1996. Peta Geologi Lembar Purwokerto dan Tegal, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

El - Swaify, and D.W. Dangler. 1976. Erodibilities of selected tropical soils in relation to structural and hydrologic parameters. In Soil Erosion: Prediction and Control. Soil Conservation Society of America. Ankey, Iowa.

Hernawan dan Sulistina, J, R. 2010. Peta Geologi Teknik Tinjau Lembar Majenang, Jawa Tengah. Bandung: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi.

Hirnawan, F. 2005. Peta Genetika Wilayah : Disertai Valuasi, Karakteristik, Potensi dan Kendala Untuk Penataan Ruang dan Pengembangan Wilayah Terbaik. Pengajuan Paten.

Hirnawan, F. 2010. Menyongsong Pola Fikir Geologi Masa Depan. Jurnal Geological Symposium of Yogyakarta.

Kaswoto. 1975. Peta Geologi Lembar Majenang, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Kurnia, U., dkk. 2004. Konservasi Tanah Pada Lahan Kering Berlereng. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat.

Nuryansyah, R., dkk. 2018. Geologi dan Studi Endapan Turbidit Formasi Halang Daerah Paningkaban dan Sekitarnya, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Teknik Geologi.

Pemerintah Kabupaten Banyumas. 2008. Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Kabupaten Banyumas Tahun 2009 – 2013. Kabupaten Banyumas.

Pemerintah Kabupaten Banyumas. 2009. Laporan Rencana Jangka Panjang Kabupaten Banyumas 2011 - 2031. Kabupaten Banyumas.

Pemerintah Kabupaten Banyumas. 2018. Curah Hujan Kabupaten Banyumas Tahun 2018. BPS Kabupaten Banyumas.

Pemerintah Kabupaten Banyumas. 2019. Data dan Informasi Kabupaten Banyumas. Kabupaten Banyumas.

P, Tulus dan Indra, S. 2010. Peta Geologi Teknik Tinjau Lembar Banyumas, Jawa Tengah. Bandung: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi.

Rachmah, A., dkk. 2017. Geologi Daerah Selanegara dan Sekitarnya Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan Analisis Lingkungan Pengendapan Silicified Coal di Pit Paringin – Daerah Konsesi PT adaro Indonesia Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Jurnal Teknik Geologi.

Sehah, dkk. 2012. Pemanfaatan Data Seismisitas untuk Memetakan Tingkat Resiko Bencana Gempa Bumi di Kawasan Eks-Karesidenan Banyumas Jawa Tengah. Jurnal Seminar Nasional.

Siagian, P dan O, Yousana. 1996. Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah Daerah Jawa Tengah. Bandung: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi.

Simandjutak, T, O dan Surono. 1992. Peta Geologi Lembar Pangandaraan, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Soekardi, dkk. 1986. Peta Hidrogeologi Indonesia Lembar 4 (Pulau Jawa). Bandung: Direktorat Tata Lingkungan Geologi.

Syarief, E, A dan Sugalang. 2010. Peta Morfologi Daerah Tegal dan Sekitarnya. Bandung: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi.

Syarief, E, A dan Sugiyanto. 2011. Peta Morfologi Daerah Pemalang dan Sekitarnya. Bandung: Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi.

Usman, D, N., dkk. 2020. Geological Based on Area Development : Terrain Genetic Unit Method. Journal of Physics. Jurnal International Conference on Innovation in Research.

Yuliani, M. 2018. Dampak Penambangan Batu Gunung di Desa Merangin Kecamatan Kuok Ditinjau Menurut Ekonomi Islam. Jurnal Rumounan Ekonomi Syariah

Zakaria, Z. 2010. Model Starlet, suatu Usulan untuk Mitigasi Bencana Longsor dengan Pendekatan Genetik Wilayah. Jurnal Geologi Indonesia, Vol. 5 : 93-112.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v6i2.22261

Flag Counter