Rancangan Teknis Penambangan Bijih Bauksit pada Wilayah Bukit D PT Kalbar Bumi Perkasa Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat

Aldi Rifialdi Setiawan, A. Machali Muchsin, Dono Guntoro

Abstract


Abstract. Bauxite is the main ore of alumina derived from the leaching of alumina-rich rocks, low levels of iron and silicate, and other clay minerals. PT. Kalbar Bumi Perkasa is one of the bauxite mining companies with mining concession area in Tayan Hilir area, Sanggau Regency, West Kalimantan Province. The company has undertaken exploration activities by using test pits and will start the mining activities in D hill area. To support the mining process, it is necessary to make a mining technical design at the site. There are 69 test pits scattered in the location which will be used as data base to be input into computer program to perform geological modeling and resource estimation. Based on geological modeling and resource estimation, bauxite resources were measured 355,088.99 tons of washed bauxite with average content of Al2O3 44.87 %, and SiO2 3.33 %. Then, the results of the grade modeling will be used to determine potentially areas for mining, based on cut off grade and economical stripping ratio. The cut off grade values used are the average content of Al2O3 ≥ 44 %, SiO2≤ 5 % and the economical stripping ratio value of 3.56 tons of waste / tons ore. Based on these limitations, the bauxite is considered as bauxite content of Al2O3 ≥ 38 %, so that the mining boundary is 15.51 Ha. The mining method used is open cast method with selective mining. Mining will begin by making mining blocks with size of 25 x 25 m2, which will start at the lowest elevation block. After the initial aperture block is declared mined out, the area will be backfilled with ground cover on the next aperture block. The mine opening design is made with geometry 6 m high, and a 60o slope. Road geometry used is 9 m wide straight road with cross slope value of 1.71o and road bend width 17 m. Based on the optimization results of the mine draft design, resulted the mineable reserves of 269,632.93 tons of washed bauxite with average content of Al2O3 44.99 % and SiO2 3.30 %. Total amount of waste that will be peeled is 399,997.81 tons of over burden and 519.16 tons of waste, resulting in stripping ratio of 1.55 tons of waste / tonnes of ore. The company's production target is 50,000 tons washed bauxite / month, so mining will be planned for 5 months.

Keywords: Bauxite, Resources, Mineable Reserve, Mining Technical Design

 

Abstrak. Bauksit merupakan bijih utama alumina yang berasal dari hasil pelindian batuan kaya alumina, kadar besi dan silikat yang rendah, dan mineral lempung lainnya. PT. Kalbar Bumi Perkasa merupakan salah satu perusahaan tambang bauksit yang memiliki area konsesi penambangan di daerah Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat. Perusahaan tersebut telah melakukan kegiatan eksplorasi dengan menggunakan sumur uji dan akan segera melakukan kegiatan penambangan pada wilayah bukit D. Untuk mendukung proses penambangan yang akan dilakukan, maka perlu dibuat rancangan teknis penambangan di lokasi tersebut. Terdapat 69 titik sumur uji yang tersebar di lokasi penelitian yang akan digunakan sebagai basis data yang akan diinput kedalam program komputer untuk  melakukan pemodelan geologi dan estimasi sumberdaya. Berdsarkan hasil pemodelan geologi dan estimasi sumberdaya, diperoleh sumberdaya terukur bauksit sebesar 355.088,99 ton bauksit tercuci dengan kadar rata-rata Al2O344,87 % dan SiO2 3,33 %. Selanjutnya, dari hasil pemodelan kadar akan digunakan untuk menentukan area yang dianggap berpotensi untuk dilakukan penambangan berdasarkan batasan nilai cut off grade dan stripping ratio ekonomis. Nilai cut off grade yang digunakan yaitu kadar rata-rata Al2O3 ≥ 44 %, SiO2 ≤ 5 % dan nilai stripping ratio ekonomis 3,56 ton waste / ton ore. Berdasarkan batasan tersebut, bauksit yang dianggap sebagai bijih yaitu bauksit dengan kadar Al2O3 ≥ 38 %, diperoleh batas penambangan seluas 15,51 Ha. Metode penambangan yang digunakan yaitu metode open cast dengan penambangan secara selektif. Penambangan dilakukan dengan membuat blok-blok penambangan (25 x 25) m2, yang akan dimulai pada blok elevasi paling rendah. Setelah blok bukaan awal dinyatakan mined out, area tersebut akan dilakukan backfilling dengan tanah penutup pada blok bukaan selanjutnya. Rancangan bukaan tambang dibuat dengan geometri jenjang tinggi 6 m, dan kemiringan jenjang 60o. Geometri jalan yang digunakan yaitu lebar jalan lurus 9 m dengan nilai cross slope 1,71o dan lebar jalan tikungan 17 m. Berdasarkan hasil optimasi rancangan bukaan tambang, diperoleh cadangan tertambang 269.632,93 ton bauksit tercuci dengan kadar rata-rata Al2O344,99 % dan SiO2 3,30 %.  Berat waste yang akan dikupas 399.997,81 ton tanah penutup dan 519,16 ton waste, menghasilkan stripping ratio 1,55 ton waste / ton ore. Target produksi perusahaan yaitu 50.000 ton bauksit tercuci / bulan, sehingga penambangan akan direncanakan selama 5 bulan.

Kata Kunci : Bauksit, Sumberdaya,Cadangan Tertambang, Rancangan Teknis Penambangan.


Keywords


Bauksit, Sumberdaya,Cadangan Tertambang, Rancangan Teknis Penambangan

Full Text:

PDF

References


E.J. Koggel, 2006, “Industrial Minerals and Rocksâ€, Society for mining, metallurgy, and exploration, inc, Colorado, USA;

Hogentogler, & Terzaghi, 1929," Interrelationship of load, road and subgrade AASHTO Soil Classification System ", Public Roads, USA;

Komite Cadangan Mineral Indonesia, PERHAPI & IAIG, 2017, “Kode Pelaporan Hasil Eksplorasi, Sumberdaya, Mineral, dan Cadangan Mineral Indonesiaâ€, KCMI, PERHAPI & IAIG, Jakarta;

P. Partanto, 2000, “Tambang Terbukaâ€, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Bandung;




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pertambangan.v0i0.12768

Flag Counter