Penerapan Lean Six Sigma untuk Mereduksi Pemborosan pada Departemen Finishing Produksi Karung

Puti Alifa Hapsary, Endang Prasetyaningsih, Puti Renosori

Abstract


Abstract. PT. X is a company that produces plastic sacks, where the company has two plants located in Bandung. The first plant or the Production Department carries out the activity of processing plastic pellets up to sack rolls, while the second plant or the Finishing Department carries out the activity of cutting sack rolls to sack packing lots. However, this research was conducted in the Finishing Department. After conducting observations and interviews, in the Finishing Department there are several activities that lead to waste including defective products, waiting time, transportation, and inventory. The identification of the type of waste is done by filling out the EDOWNTIME form through the production supervisor and describing the Value Stream Mapping (VSM), from VSM it can be seen that the Total Lead Time (TLT) is 8,065.17 seconds with a Process Cycle Efficiency (PCE) value of 69.34%. The waiting time affects the length of the TLT. In addition, the average sigma value can also be determined by calculating the DPMO per day. The average sigma value is 2.46. To increase efficiency and increase the sigma value, it is necessary to improve production activities so that waste can be reduced. One way to reduce waste is to implement a kaizen blitz in the company, namely by establishing a kaizen leader and kaizen team. The corrective steps proposed are making a material receipt schedule, making tags for sack rolls, preventive maintenance, and implementing 5S work culture.

Keyword: Lean, Six Sigma, Kaizen Blitz

Abstrak. PT. X merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi karung plastik, dimana perusahaan ini memiliki dua plant yang terletak di Kota Bandung. Plant pertama atau Departemen Produksi melakukan aktivitas pengolahan biji plastik sampai dengan gulungan karung, sedangkan plant kedua atau Departemen Finishing melakukan aktivitas pemotongan gulungan karung sampai dengan packing lot karung. Adapaun penelitian ini dilakukan di Departemen Finishing. Setelah melakukan observasi dan wawancara, di Departemen Finishing terdapat beberapa aktivitas yang menyebabkan adanya pemborosan diantaranya adalah produk cacat, waktu menunggu, tranportasi, dan inventori. Identifikasi jenis pemborosan dilakukan dengan pengisian formulir EDOWNTIME melalui supervisor produksi dan penggambaran Value Stream Mapping (VSM), dari VSM dapat diketahui Total Lead Time (TLT) sebesar 8.065,17 detik dengan nilai Process Cycle Efficiency (PCE) sebesar 69,34%. Waktu menunggu mempengaruhi lamanya TLT. Selain itu, rata-rata nilai sigma juga dapat diketahui dengan menghitung DPMO per hari. Rata-rata nilai sigma tersebut adalah 2,46. Untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan nilai sigma, maka harus dilakukan perbaikan aktivitas produksi agar pemborosan dapat berkurang. Salah satu cara untuk mengurangi pemborosan adalah dengan menerapkan kaizen blitz di perusahaan yaitu dengan menetapkan kaizen leader dan kaizen team. Adapun langkah perbaikan yang diusulkan adalah pembuatan jadwal penerimaan material, pembuatan tag untuk gulungan karung, preventive maintenance, dan penerapan budaya kerja 5S.

Kata Kunci: Lean, Six Sigma, Kaizen Blitz


Keywords


Lean, Six Sigma, Kaizen Blitz

Full Text:

PDF

References


Agustiady, T. K., dan Cudney, E. A., 2016. Total Productive Maintenance: Strategies and Implementation Guide [ebook] CRC Press. Tersedia pada: website Library Genesis [Diakses 25 November 2020].

Besterfield, D. H., 2003. Total Quality Management. 3rd ed. Pretince Hall Internatioanl, Inc: New Jersey.

Dailey, K. W., 2003. The Lean Manufacturing Pocket Handbook. United States of America: DW Publishing.

Gaspersz, V. dan Fontana, A. 2018. Lean Six Sigma for Manufacturing and Services Industries. Bogor: Vinchristo Publication.

Gaspersz, V. 2005. Total Quality Management. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.[6] Marlyana, N. 2011. Upaya Peningkatan Kinerja Melalui Penerapan Metode Lean Six Sigma guna Mengurangi Non Value Added Activities. Pada: Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi, Semarang, Indonesia, 15 Juni 2011.

Marlyana, N. 2011. Upaya Peningkatan Kinerja Melalui Penerapan Metode Lean Six Sigma guna Mengurangi Non Value Added Activities. Pada: Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi, Semarang, Indonesia, 15 Juni 2011.

Pepper, M. P. J., dan Spedding, T. A., 2010. The Evolution of Lean Six Sigma. International Journal of Quality & Reliability Management, [online]. Vol. 27, No. 2, hh. 138-155 Tersedia pada: [Diakses 22 Mei 2020].[8] Santos, J., Wysk, R. A., dan Torres, M. J. 2006. Improving Production With Lean Thinking. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sonc. Inc.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v7i1.25741

Flag Counter