Perancangan Take Home Pay Karyawan Dengan Metode Hay Guide Matriks Elements (Studi Kasus: Pt. Prosper Biotech Indonesia)

Maulida Putri Fadhila, M. Dzikron, Selamat Selamat

Abstract


Abstract. This research for the system of implementing basic employee salaries was carried out at the production division at PT. Indonesian Biotech Prosperity, this research was conducted because there was no position appraisal. This study with a span of three consecutive years, namely in 2015-2017. The study sample consisted of 60 employees, 6 positions in 1 division. In the last three years, the company experienced Turn Over with an average value of 56% of the total number of employees. The purpose of this study was to determine the comparison between the value of basic salary by using the Hay Guide Method method of take home pay with the application of income tax benefits Article 21. In this Hay Method each employee is assessed based on the level of work done. Then the employee is evaluated starting from the input (Know-How), process (Problem Solving) and its output (Accountability). The research results for take home pay calculations show that the average take home pay of employees after receiving tax allowance article 21 becomes smaller than the average take home pay before receiving income tax article 21. With the implementation of this method it is expected that the company can apply the standard basic salary that is fair and in accordance with the value of his work. The biggest Job Size is obtained from the Head of Production section of 432 points and the smallest Job Size is obtained from the Finishing section of 131 points. From the results of the drafting of the basic salary based on the Hay Method, it shows an increase in the total number of employees' basic salary from Rp. 121,000,000 to Rp. 259,795,134 or an increase in company expenses to pay employee salaries by 45%. For the Take Home Pay calculation, the employee based on the proposed basic salary shows that there is a deduction of the employee's basic salary for income tax fees of 5% and 5% for the BPJS program. So that the total income of employees' basic salary becomes Rp. 236,413,572 and there is a total difference in the company's expenditure of Rp. 115,413,572 or an increase of 50% of the total amount of initial basic salary.

Keywords: Job Evaluation, Hay Method, Take Home Pay.

 

 

Abstark. Penelitian untuk sistem penerapan gaji pokok karyawan ini dilakukan pada divisi produksi di PT. Prosper Biotech Indonesia, penilitian ini dilakukan karena belum adanya penilaian jabatan. Penelitian ini dengan rentang waktu tiga tahun berturut turut yaitu pada tahun 2015-2017. Sampel penelitian berjumlah 60 karyawan, 6 bagian jabatan pada 1 divisi. Pada tiga tahun terakhir perusahaan mengalami tingkat Turn Over dengan nilai rata-rata mencapai 56% dari total jumlah karyawan yang ada.Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui perbandingan anatara nilai gaji pokok dengan menggunakan metode Hay Guide Method terhadap take home pay dengen penerapan tunjangan pajak penghasilan Pasal 21. DalamHay Method ini setiap karyawan dinilai berdasarkan tingkat pekerjaan yang dilakukannya. Kemudian karyawan dievaluasi dimulai dari input (Know-How), proses (Problem Solving) serta output-nya (Accountability).Hasil penelitian untuk perhitungan take home pay menunjukan bahwa rata-rata take home pay karyawan setelah mendapat tunjangan pajak pasal 21 menjadi lebih kecil dari pada rata-rata take home pay sebelum mendapat tunjangan pajak penghasilan pasal21. Dengan diterapkannya metode ini diharapkan perusahaan dapat menerapkan standar gaji pokok yang adil dan sesuai dengan nilai pekerjaannya. Untuk Job Size terbesar diperoleh dari bagian Head of Production sebesar 432 point dan Job Size terkecil diperoleh dari bagian Finishing  sebesar 131 point. Dari hasil perancangan gaji pokok berdasarkan Hay Method menunjukkan peningkatan jumlah total penerimaan gaji pokok karyawan dari Rp. 121.000.000 menjadi Rp. 259.795.134 atau terjadi peningkatan pengeluaran perusahaan untuk membayar gaji karyawan sebesar 45%. Untuk hasil perhitungan Take Home Pay karyawan berdasarkan gaji pokok usulan, menunjukkan terdapat pemotongan gaji pokok usulan karyawan untuk biaya pajak penghasilan sebesar 5% dan 5% untuk program BPJS. Sehingga total penerimaan gaji pokok karyawan menjadi Rp. 236.413.572 dan terdapat selisih total keseluruhan pengeluaran perusahaan sebesar Rp. 115.413.572 atau terjadi peningkatan sebesar 50% dari total jumlah penerimaan gaji pokok awal.

Kata Kunci: Evaluasi Jabatan, Hay Method, Take Home Pay.


Keywords


Evaluasi Jabatan, Hay Method, Take Home Pay.

Full Text:

PDF

References


A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ceha, Rakhmat. 2000. Job Evaluation Untuk Jenis Pekerjaan Engineering Dengan Menggunakan Metode Hay. Bandung: Fakultas Tenik Unisba.

Chester, Roy. 1971, Marine Geocheimstry. Unwin Hyman Ltd. London.

Dessler, Gary., 1997. Human Resource Management. 7rd ed. Jakarta

Gomes, Faustino Cardoso. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Andi Offset.

Harder, Joseph. W. (1992). Play for Pay: Effects of Inequity in a Pay-for-PerformanceContext. Administrative Science Quarterly.

Hasibuan, Malayu S.P. ed., 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Husein Umar. 2007, Riset Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, J akarta.

Lies Indriyatni. 2009. Analisis Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungan Kerja Terhadap Produktifitas Kerja Perawat Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variable Mediasi†jurnal ekonomi-manajemen-akuntansi, no.26, th. Xvi, pp. 117-127

Mangkunegara., Anwar., dan Prabu., 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. PT. Remaja Rosdakarya.

Mathis, Robert L, dan Jackson, John H., 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Salemba Empat.

Mathis, Robert L., dan Jackson, John H., 2006. Manajemen Suntber Daya Manusia.10rd ed.Jakarta : Salemba Empat.

Panggabean, Mutiara S. (2004:75). Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan Pertama. Jakarta: Ghalia Indonesia

Prasetya, Hery dan Fitri Lukiastuti. 2009. Manajemen Operasi. Jakarta : PT.Buku Kita.

Render, Barry dan Jay Heizer., 2001. Prinsip - prinsip Manajemen Operasi. Jakarta : Salemba Empat.

Render, Barry., dan Heizer, Jay. 2006. Operations Management (Manajemen Operasi yang diterjemahkan oleh Setyoningsih, D., dan Almahdy, I., Edisi ketujuh). Jakarta: Salemba Empat

Ruky, Achmad .S., 2002. Manajemen Penggajian dan Pengupahan untuk Karyawan Perusahaan. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Schroeder, Roger G., 2000.Operations Management. International ed. Boston : Mc Graw-Hill Companies, Inc.

Sedarmayanti. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil, Cetakan kelima, PT Refika Aditama, Bandung.

Stoner, James A.F., 2006. Management. Jilid 1. Edisi Keenam. Salemba Empat, Jakarta.

Veithzel Rival, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan, Cetakan Pertama, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.

Wibowo. 2007. Manajemen Kinerja. PT. Raja Grafindo Parsada: Jakarta.

Yoder, Dale. 1981. Personel Management And Industrial Relation. New Delhi Prentice-Hall of India Private Limited




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v0i0.15679

Flag Counter