Usulan Penjadwalan Produksi Menggunakan Pendekatan Just In Time

Hafidhin Ihsan, Aviasti Aviasti, Endang Prasetyaningsih


Abstract. PD Sri Rejeki is a company engaged in the field of food namely bread. There are 6 types of bread variations produced by this company, namely bread, cadet, casino, specials, burgers and hot dogs. This company often experiences problems in meeting the demand for bread products. So far, the company has produced 6 types of bread products by prioritizing variations in bread products with more production quantities. This lack of scheduling method is to produce a product for a long time with a small amount of variation. Just in time is a philosophy that exists in management that is intended to reduce or eliminate the waste that is found in a production process that affects production activities. Mixed model scheduling (Schniderjans, 1993) is one of the methods contained in just in time that is used to determine the minimum number of units produced for a sequence in carrying out daily production. The step taken is to determine the demand per day for several models or types of products, determine the cycle time for each product, determine the reciprocals of the cycle time for each product that refers to the equation, determine the production sequence based on the rate of use of materials default. Based on the calculations that have been made, it is obtained the difference in production with the same time. Scheduling using mixed model scheduling in 6 hours can produce 230 pieces of cadet bread, 185 pieces of casino, 220 pieces of burger, 150 pieces of bargain, 170 pieces of specials and 250 pieces of hotdog, while with the same time when using the current scheduling applied by the company only capable of producing 1016 cadets.

Keywords: Bread, Scheduling, Mixed Model Scheduling

Abstrak. PD Sri Rejeki adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan yaitu roti. Terdapat 6 jenis variasi roti yang diproduksi oleh perusahaan ini yaitu roti tawar, kadet, kasino, spesial, burger dan hot dog. Perusahaan ini seringkali mengalami permasalahan dalam memenuhi permintaan produk roti. Selama ini perusahaan melakukan produksi ke 6 jenis produk roti dengan cara mendahulukan variasi produk roti dengan kuantitas produksi yang lebih banyak. Kekurangan metode penjadwalan yang dilakukan ini yaitu menghasilkan produk dalam waktu yang lama dengan jumlah variasi yang sedikit. Just in time adalah suatu filosofi yang ada dalam manajemen yang ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan pemborosan yang terdapat pada suatu proses produksi yang mempengaruhi kegiatan produksi. Mixed model scheduling (Schniderjans,1993) adalah salah satu metode yang terdapat dalam just in time yang digunakan untuk menentukan jumlah minimum unit yang diproduksi untuk sebuah urutan dalam menjalankan produksi harian. Langkah yang dilakukan adalah menentukan demand per hari untuk beberapa model atau jenis produk, menentukan cycle time untuk setiap produk, menentukan perbandingan terbalik (reciprocals) dari waktu siklus (cycle time) untuk setiap produk yang mengacu pada persamaan, menentukan urutan produksi berdasarkan laju pemakaian bahan baku. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan perbedaan hasil produksi dengan waktu yang sama. Penjadwalan dengan menggunakan mixed model scheduling dalam 6 jam mampu menghasilkan produk roti kadet 230 buah, kasino 185 buah, burger 220 buah, tawar 150 buah, special 170 buah dan hotdog 250 buah, sedangkan dengan waktu yang sama apabila menggunakan penjadwalan yang diterapkan perusahaan saat ini hanya mampu memproduksi kadet sebanyak 1016 buah.

Kata Kunci: Roti, Penjadwalan, Mixed Model Scheduling


Roti, Penjadwalan, Mixed Model Scheduling

Full Text:



Ginting, R, 2009. Penjadwalan Mesin, Yogyakarta, Graha Ilmu

Monden, Y., 1993. Sistem Produksi Toyota. Diterjemahkan oleh Dr. Edi Nugroho., 2000. Jakarta, Teruna Grafika

Schniderjans, M., J., 1993. Just In Time Management. Massachusetts, Allyn & Bacon


Flag Counter