PROSES KOMUNIKASI DALAM SOSIALISASI PELESTARIAN KESENIAN KARINDING

Muhamad Irvan Setiawan, Neni Yulianita

Abstract


Abstract. Indonesian culture has been vanished from time to time caused by the changing age. One of them is art of karinding whose the presence was considered to be extinct. The conservationist of karinding named Abah Olot known as successfully figure who introduce the art of karinding back to public. The researchers in this study about communication process in socialization preservation by Abah Olot. With two aspects of the process of communication by Effendy, first is Primary Communication and second is Secondary Communication. The purpose of this research is to know the primary communication process consisting of verbal and nonverbal, secondary communication consisting of printed and electronic media, also inside socialization to conserve the art of  karinding by Abah Olot. Researchers used a descriptive method to represent or describe a state or condition that happened. Researchers collected the data with interview, observation and literature. The results of the study concluded that the processes of primary communication is In an major way used by Abah Olot to familiarize karinding to public. By conducting communication in face-to-face directly, to facilitate introducing the art of karinding to the public and teaches the art of karinding to his disciples. In a secondary communication process, Abah Olot  not using the utilization of the media to familiarize the art of karinding to the public. However the media and public itself who help Abah Olot to familiarize the art of karinding.

Keywords: Communication Process, Arts, Karinding

Abstrak. Kebudayaan Indonesia semakin hilang ditelan waktu disebabkan oleh perkembangan jaman. Salah satunya kesenian karinding yang keberadaannya dianggap punah. Hingga akhirnya muncul seorang sosok pelestari karinding bernama Abah Olot yang dikenal berhasil mengenalkan kembali kesenian karinding ini kepada masyarakat. Peneliti melakukan penelitian mengenai proses komunikasi dalam sosialisasi pelestarian yang dilakukan oleh Abah Olot. Dengan memperhatikan dua aspek proses komunikasi dari Effendy yakni, komunikasi secara primer dan komunikasi secara sekunder. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi primer yang terdiri dari verbal dan nonverbal dan sekunder yang terdiri dari media cetak dan elektronik, dalam sosialisasi pelestarian kesenian karinding yang dilakukan oleh Abah Olot. Peneliti menggunakan metode deskriptif yaitu melukiskan dan menjabarkan suatu keadaan yang terjadi. Dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses komunikasi secara primer merupakan cara utama yang digunakan Abah Olot dalam mensosialisasikan Karinding kepada masyarakat. Dengan melakukan komunikasi secara tatap muka langsung, memberikan kemudahan dalam mengenalkannya kepada masyarakat dan mengajarkan kesenian karinding kepada murid-muridnya. Dalam proses komunikasi sekunder, Abah Olot tidak menggunakan pemanfaatan media dalam mensosialisasikan kesenian karinding kepada masyarakat. Akan tetapi medialah yang mendatanginya karena adanya pihak-pihak yang membantu dan disebabkan oleh adanya ketertarikan media kepada kesenian karinding karena keunikannya.

Kata Kunci: Proses Komunikasi, Kesenian, Karinding


References


Cangara, Hafied. 2014. Pengantar Ilmu Komunikasi. Depok: Rajagrafindo Persada.

Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu Komunikasi “Teori dan Praktekâ€. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Liliweri, Alo. 1997. Komunikasi Antarpribadi. Bandung: Citra Aditya Bakti

Mulyana, Deddy. 2008. Ilmu Komunikasi “Suatu Pengantarâ€. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sunarto, Kamanto. 2004. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Widagdho, Djoko, dkk. 2010. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.164

Flag Counter