Peluang Mengajukan Gugatan Perwakilan Kelompok (Class Action) Konsumen Apartemen atas Kerugian akibat Kebakaran ditinjau dari Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2002 tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok

Muhammad Fiekry Ramadhan Mukhtar, Tatty Aryani Ramli

Abstract


Konsumen apartemen yang mengalami kerugian karena kebakaran dan jumlahnya bayak dapat mengajukan gugatan dengan tata cara class action agar dalam beracara di Pengadilan menjadi lebih efektif dan efisien serta mencegah terjadinya ketidakpastian hukum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kriteria dan syarat-syarat sebagai konsumen sudah dipenuhi oleh penghuni apartemen yang menderita kerugian, dan sejauh mana kriteria dan syarata-syarat untuk mengajukan gugatan dengan tata cara class action sudah terpenuhi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif yaitu mempelajari peraturan-peraturan terkait gugatan dengan tata cara class action yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Peraturan Mahkamah Agung tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analisis dengan menilai peluang konsumen apartemen yang dirugikan karena kebakaran untuk mengajukan gugatan dengan tata cara class action. Analisis data disajikan menggunakan metode yuridis kualitatif. Penghuni apartemen yang mengalami kerugian karena kebakaran adalah konsumen akhir sebagaimana yang ditentukan oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Gugatan ganti rugi dengan tata cara class action belum dapat dilakukan karena pihak yang akan menjadi wakil kelompok belum ditunjuk atau dibentuk.

 

Consumers apartments that losses due to fire and the crowd but getting rid of can be filed a lawsuit with the procedures for class action that in having a case in the Court become more effective and efficient and prevent legal uncertainties. This research was done to see whether the criteria and conditions as consumers have been met by apartment dwellers who suffer loss and the extent to which the criteria and syarata prerequisite to file a lawsuit with the procedures for class action are met. This research uses nomative juridical method namely learn the regulations related to the lawsuit with the procedures for class action that is set in the Consumer Protection laws and regulations of the Supreme Court about the event the lawsuit representatives. Research specifications are descriptive analysis by assessing the probability of consumers disadvantaged apartment because the fire to file a lawsuit with the procedures for class action. Analysis of the data presented using the judicial method qualitative research. Apartment dwellers who suffered losses due to fire is the end consumers as specified by the Consumer Protection Act. Spurious compensation with the procedures for class action could not be done because the party who will be the representative of the group has not been appointed or formed.


Keywords


Consumers, Loss, Class Action Lawsuit

References


E. Sundari, Pengajuan Gugatan Secara Class Action (Suatu Studi Perbandingan dan Penerapannya di Indonesia, Universitas Atma Jaya, Yogyakarta, 2002.

Sutedi, Adrian. Tanggung Jawab Produk Dalam Perlindungan Konsumen. Bogor: Ghalia Indonesia. 2008.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Kosnumen.

Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2002 Tentang Acara Gugatan Perwakilan Kelompok.

http://www.npslawoffice.com/wp-content/uploads/2015/01/CLASS-ACTION.pdf

https://m.tempo.co/read/news/2016/08/15/083796073/tak-layak-ahok-ancam-pidanakan-pengembang-apartemen-parama.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.5525

Flag Counter