Pembuatan Briket Penghalau Nyamuk (Repellent) dari Daun Serai Wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt) dan Evaluasinya

Deyan Erlia, Fitrianti Darusman, Gita Cahya Eka Darma

Abstract


Abstract. The research has been conducted preparation of a mosquito deterrent briquettes from the leaves of citronella ( Cymbopogon winterianus Jowitt) to determine the effect of citronella leaf powder at various concentrations to avoid the time interval of the mosquito Aedes aegypti . Experimental studies have been conducted using citronella leaf powder in dosage form development briquettes concentration of 10 % , 25 % and 30 % were examination in a test box containing the mosquito Aedes aegypti. Subsequently put in a test box which contains a sample and 15 mosquitoes, observation intervals starting at 1 , 2 , 3 , 4 , 5 , 6 , 7 , 8 , 9 , 10 , 15 and 20 minutes. The effectiveness of citronella briquettes are calculated by counting the number of mosquitoes that avoided the test box .The results showed that the briquettes from citronella as a repellent and citronella (Cymbopogon winterianus Jowitt) preparation briquettes effective as a deterrent mosquito (repellent) during the period of observation are briquettes citronella with a concentration of 30 % .

Abstrak. Penelitian berjudul pembuatan sediaan briket penghalau nyamuk dari daun serai wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt) untuk mengetahui pengaruh serbuk daun serai wangi pada berbagai konsentrasi terhadap interval waktu menghindar dari nyamuk Aedes aegypti. Telah dilakukan penelitian bersifat eksperimental menggunakan serbuk daun serai wangi dalam bentuk pengembangan sediaan briket konsentrasi 10%, 25% dan 30% yang di ujikan dalam suatu kotak pengujian berisi nyamuk Aedes aegypti. Selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak uji yang telah berisi sampel dan 15 ekor nyamuk, pengamatan dimulai dari interval waktu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 15, dan 20 menit. Efektivitas briket serai wangi dihitung dengan cara menghitung jumlah nyamuk yang menghindar dari kotak uji tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa briket serai wangi sebagai repellent dari daun serai wangi (Cymbopogon winterius) sediaan briket yang efektif sebagai penghalau nyamuk (repellent) selama interval waktu pengamatan adalah briket serai wangi dengan konsentrasi 30%.


Keywords


Kata Kunci : Serbuk daun serai wangi, Briket, Repellent, Aedes aegypti, Cymbopogon winterianus Jowitt.

References


Achmad, R. 1991. Briket Arang Lebih Baik dari Kayu Bakar. Jurnal. Neraca 10 (4) : 21-22.

Anonim, 2013. Pemanfaatan Serai Wangi Sebagai Tanamam Tumpang Sari Di Perkebunan Jabon. http://kebunsemeru.wordpress.com. Diakses tanggal 6 Januari 2013.

Arzani, M.N., Soeharso., dan Riyanto, R., 1992 Aktifitas Antimikroba Minyak Atsiri Daun Beluntas, Daun sirih, Biji Pala, Buah Lada, Rimpang Bangle, Rimpang Serei, Rimpang Laos, Bawang Merah dan Bawang Putih secara In Vitro, Laporan Penelitian, Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta

Boewono, D.T., 2003, Pedoman Uji Hayati Insektisida Rumah Tangga (household Tumbuhan insecticides), BPVRP, Salatiga

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Obat. Jakarta : Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Eko, Y. F., Patar J. S., Mahfud., Pantjawarni. P., 2012. Pengambilan Minyak Atsiri dari Daun dan Batang Serai Wangi (Cymbopogon winterianus) Menggunakan Metode Distilasi Uap dan Air dengan Pemanasan Microwave. Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, ITS.

Farnsworth, Norman R. (1996). Biological and Phytochemical Screening Of plants, Journal Of Pharmaceutical Scienes, Volume 55, Number 3. Cichago: Rehels Chemical Company

Harbone, I.B., 1987.Metode Fitokimia, alih Bahasa : Padmawinata K. & Soediro I.,Penerbit ITB, Bandung

Hendra D dan S. Darmawan, 2000. Pembuatan briket arang dari serbuk gergajian kayu dengan penambahan temputung kelapa. Buletin Penelitian Hasil Hutan 18 (1): 1-9.

Khoirutunnisa, M., 2008. Aktivitas Minyak Atsiri Daun Serai Wangi Cmbopogon nardus (L.) Randle Terhadap Pertumbuhan Malassezia Furfur invitro dan Identifikasi dan sebagai penghalau nyamuk Aedes aegypti. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.

Kusumawati, W.D., Susrusa, B.K., Wulandira, A. 2012. Studi Perbandingan Kinerja Penggilingan Padi (Rice Milling Unit) dengan dan Tanpa Pengering Buatan Berbahan Bakar Sekam di Kabupaten Tabanan. E . Journal Agribisnis dan Agrowisata Vol. 1, No 1

Malakauseya., J., J., Sudjito., Sasongko., N., Mega. 2013. “Jurnal Pengaruh Prosentase Campuran Briket Limbah Serbuk Kayu Gergaji dan Limbah Daun Kayu Putih terhadap Nilai Kalor dan Kecepatan Pembakaran. Fakultas Teknik Mesin, Universitas Brawijaya. Vol.4:3, Hal 194-198).

Moehamadi, N. (2005). “Potensi Biolavarsida Ekstrak Herba Ageratum conyzoides Linn. dan Daun Saccopetal um horsfieldii Benn. Terhadap Larva Nyamuk Aedes aegpyti Lâ€. Jurnal Berk Penel. Hayati. 10, 1-4.

Mojab, F., N.Kamalinejad, N.Ghaderi, HR.Vahidipour. (2003). Phytocemical Screening Of Some Species Of Iranian Plants, Spring, Article 4, Volume 2, Number 2.

Rumengan, A . 2010, Uji Larvasida Nyamuk (Aedes aegypti) Dari Ascidian (Didemnum Molle) Jurnal Perikanan dan Kelautan, 6 (2) : 84-86.

Sastrohamidjojo, H. 2004. Kimia Minyak Atsiri. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Hal. 203-238.

Sudarmaja, I.M., Mardihusodo SJ., 2009. Pemilihan tempat bertelur nyamuk Aedes aegypti pada air limbah rumah tangga di laboratorium. Vet 10(4): 205-207.

Sumangat., D., Wisnu., B., 2005. Jurnal “Kajian Teknis dan Ekonomis Pengolahan Briket Bungkil Biji Jarak Pagar sebagai Bahan Bakar Tungkuâ€. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, vol 5.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.4706

Flag Counter