Strategi Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Ciamis

Fitria Nur Fatimah, Ria Haryatiningsih, Ade Yunita Mafruhat

Abstract


Abstract. Agropolitan area is an area consisting of several activity centers in rural areas as agricultural production systems and natural resource management. In 2010, North Ciamis District was designated as an Agropolitan Area based on the Decree of the Ciamis Regent Number: 400 / Kpts.74-Huk / 2010. In fact, there are several problems in the Agropolitan Area of Sukamantri District, namely the lack of knowledge and skills of farmers to utilize available resources, access of agribusiness actors to capital resources is still low, various problems arising from the agribusiness system, as well as marketing facilities for the Agribusiness Sub-Terminal (STA). has not run optimally to distribute agricultural production in the Agropolitan Area. This study aims to identify external and internal factors and formulate strategic priorities as an effort to develop an Agropolitan Area in Ciamis Regency through a value chain approach. This study used a quantitative descriptive research method, namely the Strength Opportunity Weakness Threats (SWOT) matrix and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Based on the research results it is known that. The development strategy and market penetration, namely establishing partnerships with private parties and other parties, is a strategy with the highest Total Attractiveness Scores (TAS) value of 5,944, the difference in each TAS value is not much different from one another so that the government can combine the first strategy with other QSPM results strategies.

Keywords: regional development, agropolitan area, agribusiness,


Abstrak. Kawasan Agropolitan merupakan kawasan yang terdiri atas beberapa pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam. Pada tahun 2010, Kabupaten Ciamis bagian Utara ditetapkan sebagai Kawasan Agropolitan berdasarkan Keputusan Bupati Ciamis Nomor: 400/Kpts.74-Huk/2010. Faktanya, terdapat beberapa permasalahan di Kawasan Agropolitan Kecamatan Sukamantri yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia, akses pelaku usaha agribisnis terhadap sumber permodalan masih rendah, berbagai permasalahan yang muncul dari sistem agribisnis, serta sarana pemasaran Sub Terminal Agribisnis (STA) belum berjalan secara optimal untuk mendistribusikan hasil produksi pertanian di Kawasan Agropolitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal dan internal serta merumuskan prioritas strategi sebagai upaya pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Ciamis melalui pendekatan rantai nilai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif yaitu dengan matriks Strength Opportunity Weakness Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa. Strategi pengembangan dan penetrasi pasar yaitu menjalin kemitraan dengan pihak swasta maupun pihak lainnya merupakan strategi dengan nilai Total Attractiveness Scores (TAS) tertinggi yaitu sebesar 5,944, perbedaan setiap nilai TAS tidak jauh berbeda satu dengan lainnya sehingga pemerintah dapat megombinasikan strategi pertama dengan strategi hasil QSPM lainnya.  

Kata Kunci: pengembangan kawasan, kawasan agropolitan, agribisnis


Keywords


pengembangan kawasan, kawasan agropolitan, agribisnis

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistika Kabupaten Ciamis. (2019). Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Ciamis Atas Dasar Harga Berlaku. Ciamis: Badan Pusat Statistika Kabupaten Ciamis.

Dariah, Atih. (2013). Ekonomi Pembangunan Perdesaan dan Agribisnis, Bandun: CV Kalam Media.

Ferreira, J. J. M., Fernandes, C. I., & Ferreira, F. A. F. (2020). Technology transfer, climate change mitigation, and environmental patent impact on sustainability and economic growth: A comparison of European countries. Technological Forecasting and Social Change, 150(October 2019), 119770. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2019.119770

Gie, K. Kwik. 2002. Arsyad, Lincolin. Ekonomi Pembangunan: Edisi Kelima. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN.

Gustiana, C. (2017). Strategi Pembangunan Pertanian Dan Perekonomian Pedesaan Melalui Kemitraan Usaha Berwawasan Agribisnis. Jurnal Penelitian Agrisamudra, 2(1), 71–80. https://doi.org/10.33059/jpas.v2i1.236

Prihatiningrum, D. N. (2013). Penerapan Sistem Agribisnis Peternakan Kambing Jawa Randu dalam Kerangka Pengembangan Wilayah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 1(2), 141. https://doi.org/10.14710/jwl.1.2.141-156




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v7i1.26230

Flag Counter    Â