Gambaran Keberhasilan Terapi Leukemia Limfoblastik Akut Anak Usia 0–15 Tahun Periode 2015–2017 Overview of the Success of Therapy for Acute Lymphoblastic Leukemia in Children Aged 0–15 in the Period 2015–2017

Teddy Firmanzah Zahrawani, Rita Hermawati, Miranti Kania Dewi, Yani Triyani

Abstract


Abstract. Acute lymphoblastic leukemia is a malignancy in the blood. Survival for three years can be an indicator of the success of therapy. Acute lymphoblastic leukemia in Al-Islam Hospital Bandung each year has increased so that it is necessary to conduct research on the success of therapy as a basis for evaluation. This research method is descriptive by using medical record data. The data collection technique uses total sampling and the results are presented in table. This study have a number of acute lymphoblastic leukemia patients 508 and inclusion criteria data 216. The highest percentage therapy results in complete remission group (63.0%), while the percentage of survival is the most in living group (88.4%). This study found that ages 0–5 most experienced complete remission and survival patients who survived most in the complete remission. Conclusions, the success of therapy and life rates in Al-Islam Bandung Hospital have reached a recommended value.

Keywords: Aute Lymphoblastic Leukemia Success of therapy, Survival.

Abstrak. Leukemia limfoblastik akut adalah keganasan di dalam darah yang sering terjadi pada anak. Kesintasan selama tiga tahun dapat menjadi indikator keberhasilan terapi. Leukemia limfoblastik akut di Rumah Sakit Al-Islam Bandung tiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga perlu dilakukan penelitian keberhasilan terapi sebagai dasar untuk evaluasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan keberhasilan terapi selama tiga tahun. Metode penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data rekam medik. Teknik pengambilan data menggunakan total sampling dan hasilnya disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini memiliki jumlah pasien leukemia limfoblastik akut 508 orang, sedangkan data kriteria inklusi 216 orang. Persentase hasil terapi paling banyak pada kelompok remisi komplet (63,0%), sedangkan persentase kesintasan paling banyak pada kelompok yang hidup (88,4%). Penelitian ini menemukan usia 0–5 paling banyak mengalami remisi komplet dan kesintasan pasien yang bertahan hidup paling banyak pada kelompok remisi komplet. Simpulan, keberhasilan terapi dan angka kehidupan di Rumah Sakit Al-Islam Bandung telah mencapai nilai yang rekomendasikan.

Kata Kunci: Keberhasilan Terapi, Kesintasan, Leukemia Limfoblastik Akut.


Keywords


Aute Lymphoblastic Leukemia Success of therapy, Survival. Kata Kunci: Keberhasilan Terapi, Kesintasan, Leukemia Limfoblastik Akut.

Full Text:

PDF

References


Belson, M., Kingsley, B., dan Holmes, A., 2007. Risk Factor Acute Leukemia in Children a Review. Environmental Health Perspectives, 115(1): 138–145.

Fuster, J. L., 2014. Current Approach to Relapsed Acute Lymphoblastic Leukemia in Children. World Journal of Hematology, 3(3): 49–70.

Indonesia, U. K. K. H.-O. A., 2013. Protokol Pengobatan Leukemia Limfoblastik Akut Anak 2013. Indonesian Journal Cancer, 4(1): 1–36.

Larson, R. A., 2018. Acute Lymphoblastic Leukemia. Dalam: O. W. Press, M. A. Litchman dan J. P. Leonard, penyunt. Williams Malignant. New York: McGraw-Hill: 13–36.

Mochtar, Y., Ridha, N. R., dan Daud, D., 2015. Age as a Risk Factor of Relapse Occurrence in Acute Lymphoblastic Leukemia-L1 in Children. American Journal of Clinical Experimental Medicine, 3(3): 124–127.

Mostert, S. et al., 2006. Influence of Socioeconomic Status on Childhood Acute Lymphoblastic Leukemia Treatment in Indonesia. American Academy of Pediatrics, 118(6): 1600–1606.

Perez-Saldivar, M. L. et al., 2011. Chilhood Acute Leukemias are Frequent in Mexico City Descriptive Epidemiology. Biomed Central Cancer, 11(1): 2–11.

Raetz, E. A., Loh, M. L.-C., O'Brien, M. M., dan Whitlock, J. A., 2014. Acute Lymphoblastic Leukemia in Children. Dalam: J. P. Greer, et al. penyunt. Winrobe's Clinical Hematology. Philadelphia: Lippincot Williams and Wilkins: 1616-1636.

Simanjorang, C., Kodim, N., dan Tehuteru, E., 2013. Perbedaan Kesintasan Lima Tahun Pasien Leukemia Limfoblastik Akut dan Leukemia Mieloblastik Akut pada Anak di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Indonesian Journal of Cancer, 7(1): 15–21.

Teachey, D. T dan Hunger, S. P., 2013. Predicting Relapse Risk in Chilhood Acute Lymphoblastic Leukaemia. British Journal of Hematology, 162(1): 606–620.

Tehuteru, E. S., 2015. Mewaspadai Gejala Kanker pada Anak. Dalam: R. A. Istiqomah, penyunt. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, pp. 25-26.

Terwilliger, T. & Abdull, M. H., 2017. Acute Lymphoblastic Leukemia a Comprehensive Review and 2017 Update. Blood Cancer Journal, 7(6): 2–8.

Tomizawa , D dan Kiyokawa, N., 2017. Acute Lymphoblastic Leukemia. Dalam: E. Ishii, penyunt. Hematological Disorder in Children Pathogenesis and Treatment. Tokyo: Springer Nature Singapore Pte Ltd, pp. 33-61.

Wahyu, B., Mulatsih, S., dan Sutaryo., 2009. Luaran Terapi Pasien Leukemia Limfoblastik Akut dengan Leukosit >5.000/mikroliter di RSUP Dr.Sardjito Februari 1999–Februari 2009. Sari Pediatri, 10(6): 410–416.

Widiasksara, I. M., Permono, B., dan Ratmita, M., 2010. Luaran Pengobatan Fase Induksi Pasien Leukemia Limfoblastik Akut. Sari Pediatri, 12(2): 128–134.

Woley, N. G., Gunawan, S., dan Warouw, S. M., 2016. Perubahan Status Gizi pada Anak dengan Leukemia Limfoblastik Akut Selama Pengobatan. Jurnal e-Clinic, 4(1): 1–8.

Yakin, R., Syarif, S., dan Tehuteru, E. S., 2017. Perbandingan Kesintasan Selama Tiga Tahun pada Anak Leukemia Limfoblastik Akut antara Protokol 2006 dan 2013. Indonesian Journal of Cancer, 11(3): 111–117.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.14812

Flag Counter