Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Jenis Kejang Demam

Suci Nurul Andini, Yani Dewi Suryani, Lisa Adhia Garina

Abstract


Abstract. Fever seizures are neurological emergencies in children aged 6 months - 5 years. Repeated febrile seizures increase the risk of epilepsy. Low hemoglobin levels are often found in recurrent febrile seizures. This study aims to determine the relationship of hemoglobin levels with febrile seizures in inpatient wards of RSUD Al Ihsan in 2017. This study is analytic observational, using cross sectional design. Subjects were obtained from medical record data at RSUD Al Ihsan, West Java Province in 2017 taken using consecutive sampling technique, consisting of pediatric patients diagnosed febrile seizures as many as 239 patients and meet inclusion and exclusion criteria of 100 patients consisting of 61 patients with complex febrile seizures and 39 patients with simple febrile seizures. The data obtained by statistical test using Chi Square Test. The result of this research is the type of complex febrile seizures of 61 patients and the simple febrile seizures 39 patients, the most age group of febrile seizures is 19 months to 60 months (84%). Male sex is more likely to experience febrile seizures (54%). The mean hemoglobin level of patients with simple febrile seizures and complex febrile seizures did not show significant differences (p = 0.06). Conclusion of research result there is no relation between hemoglobin level with type of febrile seizures.

Keywords: Complex Febrile Seizures, Hemoglobin, Simple Febrile Seizures.

 

Abstrak. Kejang demam merupakan kegawatan neurologis pada anak berusia 6 bulan – 5 tahun. Kejang demam yang berulang akan meningkatkan risiko terjadinya epilepsi. Kadar hemoglobin yang rendah sering didapatkan pada kejang demam berulang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan jenis kejang demam di ruang rawat inap RSUD Al Ihsan tahun 2017. Penelitian ini bersifat observasional analitik, menggunakan desain potong lintang. Subjek didapatkan dari data rekam medis di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat tahun 2017 yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling, terdiri dari pasien anak terdiagnosis kejang demam sebanyak 239 pasien dan yanng memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak  100 pasien yang terdiri dari 61 pasien kejang demam kompleks dan 39 pasien kejang demam sederhana. Data yang didapatkan dilakukan uji statistika dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian ini jenis kejang demam kompleks sebanyak 61 pasien dan kejang demam sederhana 39 pasien, kelompok usia terbanyak terjadinya kejang demam adalah 19 bulan s/d 60 bulan (84%). Jenis kelamin laki laki lebih lebih sering mengalami kejang demam (54%). Rerata kadar hemoglobin pasien kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks tidak menunjukan perbedaan yang signifikan (p=0.06). Simpulan hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan jenis kejang demam.

Kata kunci: Kadar Hemoglobin, Kejang Demam Kompleks, Kejang Demam Sederhana.

Keywords


Kadar Hemoglobin, Kejang Demam Kompleks, Kejang Demam Sederhana

Full Text:

PDF

References


Pusponegoro HD, Widodo DP, Ismael S. Konsesus penatalaksanaan kejang demam. Jakarta: Badan Penerbit IDAI. 2016

Chung S. Febrile seizures. Korean J Pediatr. 2014;57(9):384-95.

Anggini Tri Yulia, Gunantara Tito, Yusroh Yoyo. Angka kejadian dan karakteristik faktor risiko pasien kejang demam di ruang rawat inap RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat Tahun 2015 2(2):119-20.

Sharif MR, Kheirkhah D, Madani M, Kashani HH. The relationship between iron deficiency and febrile convulsion: A case-control study. Global Journal of Health Science. 2016;8(2):185-189. doi:10.

Pittman RN. Regulation of Tissue Oxygenation. San Rafael (CA): Morgan & Claypool Life Sciences; 2011. Chapter 7, Oxygen transport in normal and pathological situations: defects and compensations.

Shetty PK, Galeffi F, Turner DA. Cellular Links between Neuronal Activity and Energy Homeostasis. Frontiers in Pharmacology. 2012;3:43.

Feng B, Chen Z. Generation of febrile seizures and subsequent epileptogenesis. Neuroscience Bulletin. 2016;32(5):481-492.

Fallah R , Tirandazi B, et al. Iron deficiency and iron deficiency anemiae in children with febrile seizure. Iranian Journal of Pediatric Hematology Oncology.2013;l3.(1):19-23

Khair AM, Elmagrabi D. Febrile seizures and febrile seizure syndromes: An updated overview of old and current knowledge. Neurology Research International. 2015;2015:849341.

Ghasemi F, Valizadeh F, Taee N. Iron deficiency anemia in children with febrile seizure: A case-control study. Iranian Journal of Child Neurology. 2014;8(2):38-44.

Gautam Shah, Ritesh Parmar. A study of febrile seizures in children in relation to iron deficiency anemia. International Journal of Conteporary Pediatrics. 2017;4(5): 1599-1605.

Eskandarifar, A., Fatolahpor, A., Asadi, G., Ghaderi, E. The risk factors in children with simple and complex febrile seizures: An epidemiological study. International Journal of Pediatrics, 2017; 5(6): 5137-5144.

Momen AA, Amin Asnafi A, Nikkhah A, Khalilian MR, Mahmudi M, Davoodzadeh H. Comparing prevalence and characteristic of anemia in children with simple versus complex febrile seizures. Fam Med Prim Care Rev 2018; 20(1): 25–28.

Gontko Romanowska K, Żaba Z, Panieński P, dkk. The assessment of laboratory parameters in children with fever and febrile seizures. Brain and Behavior. 2017;7(7)

Hidayanti L, Hadi H, Lestariana W. Anemia dan prestasi belajar anak sekolah dasar. J Kes 2010;3: 105-19.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.13545

Flag Counter