Hubungan Riwayat Kejang Demam dengan Gangguan Perkembangan Anak di RSUD Al-Ihsan Bandung

Aulia Zulfa, Yani Dewi Suryani, Hilmi Sulaiman Rathomi

Abstract


Abstract.Febrile seizures are the most neurological disorders in children under five years. Although it was believed has a negative impact on child development, the relationship between incidence of febrile seizures and child developmental disorders was still controversial. This study aims was to determine the relationship between history of febrile seizures with developmental disorders in children. This study used an observational analytic with a cross-sectional design. A total of 138 patients in pediatric outpatient department RSUD Al-Ihsan were selected consecutively as the subject of the study. Developmental data were measured by development pre-screening questionnaires instrument and a history of febrile seizures was asked by interview. Data was taken in April–June 2018, then analyzed using chi square test with the help of SPSS software. From this study was obtained 53 children (38%) who had a history of febrile seizures, 31 children (58%) had appropriate developments, 12 children (23%) had dubious developments, and 10 children (19%) had deviant development. While the respondents without history of febrile seizure, 60% had appropriate developments, 27% had dubious developments, and 13% had deviant developments. From statistical test, there was no significant relationship between febrile seizures history with developmental disorders (p=0.625). Other factors such as nutrition, parental stimulation and protection are thought to have a greater impact on child development. It can be concluded that there was no relationship between history of febrile seizures with developmental disorders in chidren.

Keywords: Child developmental disorders, febrile seizures, KPSP

 

Abstrak.Kejang demam merupakan gangguan neurologis yang sering dijumpai pada anak balita. Meskipun diyakini berdampak buruk pada perkembangan anak, hubungan kejadian kejang demam dan gangguan perkembangan anak masih menjadi kontroversi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara riwayat kejang demam dan gangguan perkembangan. Penelitian ini menggunakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sebanyak 138 pasien di poli rawat jalan bagian anak RSUD Al-Ihsan dipilih secara consecutive sebagai subjek penelitian. Data perkembangan diukur dengan instrumen kuesioner pra-skrining perkembangan (KPSP) dan riwayat kejang demam ditanyakan melalui wawancara. Data diambil pada bulan April–Juni 2018, lalu dianalisis menggunakan uji chi square dengan bantuan software SPSS. Dari penelitian ini didapatkan 53 anak (38%) yang memiliki riwayat kejang demam dengan 31 orang (58%) perkembangan yang sesuai, 12 orang (23%) perkembangan meragukan, dan 10 orang (19%) perkembangan yang menyimpang. Sementara pada responden tanpa riwayat kejang demam, 60% memiliki perkembangan yang sesuai, 27% meragukan, dan 13% mengalami perkembangan yang menyimpang. Dari uji statistik, tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara riwayat kejang demam dan gangguan perkembangan (p=0,625). Faktor lain seperti gizi, stimulasi, dan proteksi orangtua diduga memiliki pengaruh lebih besar terhadap kondisi perkembangan anak. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan riwayat kejang demam dengan gangguan perkembangan anak.

Kata kunci : Gangguan perkembangan anak, kejang demam, KPSP



Keywords


Gangguan perkembangan anak, kejang demam, KPSP

Full Text:

PDF

References


Chung S. Febrile seizures. Korean J Pediatr. 2014;57(9):384–95. doi:10.3345/kjp.2014.57.9.384.

Juni J, Kakalang JP, Manoppo JIC. Profil kejang demam di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. J e-Clinic. 2016;4:0–5.

Pusponegoro H, Widodo DP, Ismael S. Konsensus penatalaksanaan kejang demam. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2009.

Delpisheh A, Veisani Y, Sayehmiri K, Fayyazi A. Febrile seizures: etiology, prevalence, and geographical variation. Iran J Child Neurol. 2014;8(3):30–7.

Knudsen F. Febril seizures: treatment and prognosis. Epilepsia. 2010;41:2–9.

Leaffer EB, Hinton VJ, Hesdorffer DC. Longitudinal assessment of skill development in children with first febrile seizure. Epilepsy Behav. 2013;28(1):83–7.

Nelson KB, Ellenberg JH. Prognosis in children with febrile seizures. Pediatrics. 2008;61(5):93–4

American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders. American Psychiatric Association; 2013.

Depkes RI. Pedoman pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I; 2012.

Lumban TS. Penatalaksanaan mutakhir kejang pada anak. Jakarta: EGC Kedokteran, 2008;103–6.

Arifuddin A. Analisis faktor risiko kejadian kejang demam di ruang perawatan anak. Jurnal Kesehatan Takulado. 2016;2(2):60–72.

Dongoran YM. Tumbuh kembang penderita kejang demam. Sari Pediatr. 2011: 59–64.

Visser AM, Jaddoe VW, Ghassabian A, Schenk JJ, Verhulst FC, Hofman A. Febrile seizures and behavioural and cognitive outcomes in preschool children: the Generation R Study. Dev Med Child Neurol. 2012;54:1006–11.

Lubis E, Saragih H. Pengaruh riwayat kejang demam terhadap perkembangan kognitif anak usia 3-5 tahun. Jurnal Impuls. 2015 Sept;2:66–70

Ulfah E, Rahayuningsih SE, Herman H, Susiarno H, Gurnida DA, Gamayani U. Asuhan nutrisi dan stimulasi dengan status pertumbuhan dan perkembangan balita usia 12‒36 Bulan. GMHC. 2018;6(1):12–20.

Hikmah K. Analisis faktor-faktor risiko keterlambatan perkembangan anak balita di kabupaten kudus. Jurnal Kebid. 2016;5(10):1–6.

Abbas SK. Pertumbuhan dan perkembangan janin. Dalam: Cuningham FG, Kenneth JL, Steven LB, penyunting. Obstetri William. Vol 1. Edisi ke-23. Jakarta: EGC kedokteran; 2015. hlm. 82–3.

Depkes RI. Pedoman nasional tumbuh kembang anak. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I; 2010.

Soetomenggolo TS. Neurologi anak, suatu bidang ilmu dengan pendekatan multidisiplin. Jakarta: Universitas Indonesia; 2013.

Volpe JJ. Neurology of the new born. Edisi ke-3. Philadelpia: WB Saunders; 2011.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.12916

Flag Counter