Hubungan Tingkat Stress terhadap Akne Vulgaris pada Mahasiswa Tingkat III Fakultas Kedokteran

Boyke Muhammad Rachman, Deis Hikmawati, Mia Yasmina

Abstract


Abstract. Acne Vulgaris (AV) is A Unit of the pilosebasea disorder that can heal by itself especially occurs in adolescents. AV predilection is on the face, back, chest and shoulders. AV has a significant psychosocial impact on patients, namely low self-esteem, social withdrawal, frustation, anxiety, anger, depression and stigma of suicide. One of the trigger factors for acne vulgaris is stress. Stress activates the sympathetic nerves to stimulate adrenaline, cortisol, and androgen hormones. The high levels of androgen hormones can aggravate the symptoms of acne vulgaris. This research is an analytical research using cross sectional method. The subjects of this research is third grade Faculty of Medicine UNISBA 2017/2018 who meet the inclusion criteria. Active subjects 74 people selected by simple random sampling using a computer program. The data was collected by using DASS questionnaire to the stress experienced by a dermatologist for acne. Data analysis used Fisher's Exact test. Questionnaires used for 43 respondents who were distributed by AV were not stressed by 19 people (41,3%) while 24 (52,2%) people are stressed. Conclusion, there were the relationship between stress levels with acne vulgaris.

Keywords: Acne Vulgaris, Stress Level, Ungraduated Student.

Abstrak. Akne Vulgaris (AV) adalah kelainan kelenjar unit pilosebasea yang dapat sembuh dengan sendirinya terutama pada remaja. Predileksi AV adalah pada wajah, punggung, dada, dan bahu. Akne vulgaris memiliki dampak psikososial yang signifikan pada penderita, yaitu rendah diri, penarikan sosial, frustasi, kecemasan, kemarahan, depresi dan stigma ingin bunuh diri. Faktor pencetus akne vulgaris salah satunya stress. Stress akan mengaktifkan saraf simpatis untuk menstimulasi hormon adrenalin, kortisol, dan androgen. Hormon androgen dengan kadar yang tinggi dapat memperburuk gejala akne vulgaris. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan metode cross sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa tingkat III Fakultas Kedokteran UNISBA tahun ajaran 2017/2018 yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek penelitian berjumlah 74 orang yang dipilih dengan cara simple random sampling menggunakan program komputer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner DASS untuk stress  dan observasi oleh dokter spesialis kulit untuk akne. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact. Kuesioner yang di berikan kepada 43 responden yang terdiagnosis AV di dapatkan yaitu tidak stress sebanyak 19 orang (41.3%) sedangkan 24 orang (52,2%) mengalami stress. Simpulan, terdapat hubungan bermakna antara tingkat stress dengan  akne vulgaris.

Kata Kunci: Akne Vulgaris, Mahasiswa, Tingkat Stress.


Keywords


Akne Vulgaris, Mahasiswa, Tingkat Stress

Full Text:

PDF

References


Nelson AM, Thiboutot DM. Biology of Sebaceous Glands. Dalam : Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, dkk. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Edisi ke-7. Mc Graw Hill; 2008. Vol.1 dan 2, hlm. 687-92

Afryanti RN. Akne Vulgaris Pada Remaja. 2015;4(6):1029. [diunduh 4 Februari 2018]. Tersedia dari :https://jurnal.unej.ac.id/indeks. php/JPK/article/

Pratiwi SP, Nuripah Gemah, Feriandi Yudi. Harga Diri dan Kualitas Hidup Remaja Penderita Akne Vulgaris di Poli Klinik RSUD Al-Ihsan Kabupaten Bandung. 2015; 3:49.[diunduh 7 Agustus 2018] Tersedia dari: https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/gmhc/article/view/1539 /pdf

Tjekyan RMS. Kejadian dan Faktor Resiko Akne Vulgaris. 2008;43(1):3743.[diunduh 5 Januari 2018] Tersedia dari : www.ejournal.undip.ac.id/14101

Mizwar M, Kapantow MG, Suling PL. Profil Akne Vulagaris di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 2009-2011. 2012; [diunduh 5 Januari 2018]. Tersedia dari : https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/ eclinic/article/view/3276

James WD. Acne. 2005; hal. 146372. [diunduh 1 Februari 2018]. Tersedia dari : http://jacobimed.org/public/Ambulatory_files/intern_ ambulatoryblock/Content/2011%20Articles/acne%NEJM%202005.pdf

Sumaryo S. Dermatology & Venerology. Dalam : Nugroho TE. Ilmu Penyakit Kulit & Kelamin. 2005. FK UNDIP. hlm. 1

Kairavee D, Vivek C. Factors Aggravating or Precipitating Acne. 2010;1:446. [diunduh 27 Desember 2017]. Tersedia dari : http://njcmindia.org/ uploads/ 01-01_44-46.pdf

Sukadiyanto. Stres dan Cara Menguranginya. Dalam Cakrawala Pendidikan. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia DIY;2010: 5566.

Navas SP. Stress Among Medical Student. 2012;5(2):35. [diunduh 4 Agustus]. Tersedia dari : https://www.researchgate.net/ profile/Rachel_BachnerMelman/post/how_to_measure_stress_in_a_specified_population_are_any_standardized_questionnaire_available/attachment.pdf

Jovic A, Marinovic B, kostovic K, dkk. The impact of Psychological Stress on Acne.2017;25(2):13341. Tersedia dari : https:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28871928




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/kedokteran.v0i0.12892

Flag Counter