Konsep Pemikiran Dakwah Hasyim Asy'ari dalam Pegembangan Pesantren di Indonesia

Annisa Rupaidah, Rodliyah Khuza'i, Ida Af'idah

Abstract


Abstract: Hasyim Asy'ari was a cleric who was also the founder of the largest Islamic organization (Nahdlatul Ulama), he also fought for Indonesia's independence by issuing a Resolution of Jihad Resolution, besides that Hasyim Asy'ari was a pesantren reformer. This study aims to find out: 1. the concept of the propaganda of Hasyim Asy'ari in general, 2. the concept of the propagation of Hasyim Asy'ari in the development of mentoring and the concept of the propagation of Hasyim Asy'ari in the development of pesantren in Indonesia. The method of this research uses analytical descriptive that is to examine various writings of Hasyim Asy'ari, and other sources that discuss Hashim Asy'ari. Both of these sources were obtained using library research (library research). The results of this study are 1. Da'wah Hasyim Asy'ari is broadly divided into 4 parts: a. establishing pesantren b. through paper c. through Islamic organizations d. through his struggle against the invaders. 2. Pesantren Tebuireng is a comprehensive pesantren that combines traditional pesantren and modern pesantren. Besides studying the yellow book with the bandongan and sorogan system, also added English and Dutch language in the curriculum, which at that time was considered a pagan language by the community. Hasyim Asy'ari assumed that the students should understand the language so that later they can communicate and negotiate with the invaders, the santri can also know what tactics the invaders are doing. The addition of the curriculum is a form of resistance to invaders. In addition to these two languages, other general lessons are added such as mathematics, geography, and others. 3. Students of Hasyim Asy'ari who studied at the Tebuireng Islamic boarding school after returning to their respective regions also founded the pesantren. Tebuireng Islamic Boarding School became a pioneer for the establishment of other pesantren in Indonesia. So that pesantren in Indonesia can develop.

Keywords: da'wah; development; boarding school.


Abstrak: Hasyim Asy’ari adalah seorang ulama yang juga pendiri organisasi keislaman terbesar (Nahdlatul Ulama), beliau juga turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan mengeluarkan fatwa Resolusi Jihad,  selain itu Hasyim Asy’ari merupakan tokoh pembaharu pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. konsep pemikiran dakwah Hasyim Asy’ari secara umum, 2. konsep pemikiran dakwah Hasyim Asy’ari dalam pengembangan kepesantrenan dan 3. konsep pemikiran dakwah Hasyim Asy’ari dalam pengembangan pesantren di Indonesia. Adapun metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitis yaitu menelaah berbagai karya tulis  Hasyim Asy’ari, dan sumber-sumber lain yang membahas tentang  Hasyim Asy’ari. Kedua sumber ini diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian ini adalah 1. Dakwah Hasyim Asy’ari secara garis besar terbagi pada 4 bagian: a. mendirikan pesantren b. melalui karya tulis c. melalui organisasi Islam d. melalui perjuangannya melawan penjajah. 2. Pesantren Tebuireng merupakan pesantren komprehensif yakni menggabungkan pesantren tradisional dan pesantren modern. Selain mengkaji kitab kuning dengan sistem bandongan dan sorogan, di tambahkan pula bahasa Inggris dan bahasa Belanda dalam kurikulumnya, yang pada saat itu dianggap bahasa kafir oleh masyarakat.  Hasyim Asy’ari beranggapan bahwa santri-santri harus memahami bahasa tersebut agar nantinya dapat berkomunikasi dan bernegosiasi dengan penjajah, santri juga bisa mengetahui taktik apa yang dilakukan penjajah. Penambahan kurikulum tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajah.  Selain kedua bahasa tersebut ditambahkan juga pelajaran umum lainnya seperti matematika, geografi, dan lain-lain.  3. Murid  Hasyim Asy’ari yang belajar di pesantren Tebuireng setelah pulang ke daerah masing-masing juga turut mendirikan pesantren. Pesantren Tebuireng menjadi pelopor bagi berdirinya pesantren lain di Indonesia. Sehingga pesantren di Indonesia bisa begitu berkembang.

Kata kunci : dakwah; pengembangan; pesantren.


Keywords


dakwah, pengembangan, pesantren

Full Text:

PDF

References


Akhmad Taufik, et al. 2005. Sejarah Pemikiran dan Tokoh Modernisme Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

A Aziz Masyhuri. 2017. 99 Kiai Kharismatik Indonesia, Bogor: Keira Publishing. Cet Ke-1

Imam Bawani. 1993. Tradionalisme dalam Pendidikan Islam, Surabaya: Al-Ikhlas

Moh Ali Aziz. 2004. Ilmu Dakwah, Jakarta: Kencana, Cet. Ke-1

Muljono Damopolii. 2011. Pesantren Modern IMMIM: Pencetak Muslim Modern. Jakarta:PT RajaGrafindo, Cet Ke-1

Rustam Ibrahim. 2015. Bertahan Di Tengah Perubahan: Pesantren Salaf, Kiai dan Kitab Kuning, Surakarta: UNU Surakarta Press, Cet Ke-1

Tata Sukayat. 2009. Quantum Dakwah, Jakarta: PT Rineka Cipta, Cet Ke-1




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.12821

Flag Counter