Peremajaan Kawasan Pemukiman (Studi Kasus: Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong Kota Bandung)

Dwi May Mentari, Sri Hidayati Djoeffan

Abstract



Abstract. High density in urban areas often trigger the onset point – the point of the slums. Where the point of the slums is caused by uncontrolled development in urban areas. Bandung city which is one of the cities with the highest population in the 3rd in Indonesia after Jakarta and Surabaya. The area of settlement of RW 16 as one of the slum, according to RDTR Ciebunying, one of which is inhabited by the residents of the densely populated, low-income residents, and occupied illegally or unclear legal status of (problematic). Based on the foregoing, the city of Bandung to handle it through the settlement Area Rejuvenation RW 16 Sadang Village Attack. The approach used was the consolidation of land and the rejuvenation of the city or Urban Renewal often becomes one of the efforts in making the land the city is becoming more effective. The approach was conducted to address the potential negative impact the extent of mangantisipasi and on the development of the city. The existing conditions in the area of study is very suitable with the criteria of the existing slums. Basically this research aims to create a concept of environmental design neighborhood of decent, safe, comfortable and healthy in Kelurahan Sadang Attack. By utilizing the potential of the region and develop issues – issues that exist in the area of design. The results of this research activity is a concept and a design area of the design of the settlement proceeds from the strategy of rejuvenation.

 

Keywords: Rejuvenation, Consolidation Of Land, City Of Design

Abstrak. Kepadatan tinggi di kawasan perkotaan seringkali memicu timbulnya titik – titik kumuh. Dimana titik kumuh tersebut disebabkan oleh pembangunan yang tidak terkendali pada kawasan perkotaan. Kota Bandung yang merupakan salah satu kota dengan penduduk paling tinggi ke-3 di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kawasan permukiman RW 16 sebagai salah satu kawasan kumuh menurut RDTR Ciebunying, salah satunya yaitu dengan dihuni oleh penduduk yang padat, dihuni penduduk berpenghasilan rendah, dan ditempati secara illegal atau status hukum yang tidak jelas (bermasalah). Berdasarkan hal tersebut, kota Bandung untuk menanganinya melalui kegiatan Peremajaan Kawasan Permukiman RW 16 Kelurahan Sadang Serang. Pendekatan yang digunakan adalah Konsolidasi lahan dan Peremajaan Kota atau Urban Renewal sering kali menjadi salah satu upaya dalam membuat lahan kota menjadi lebih efektif. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mengatasi dan mangantisipasi luasnya dampak negative pada perkembangan kota. Kondisi eksisting di kawasan studi sangat sesuai dengan kriteria kumuh yang ada. Pada dasarnya penelitian ini bertujuan untuk menciptakan suatu konsep perancangan lingkungan permukiman yang layak, aman, nyaman dan sehat di Kelurahan Sadang Serang. Dengan memanfaatkan potensi kawasan dan mengembangkan isu – isu yang ada pada kawasan perancangan. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah berupa konsep dan suatu desain perancangan kawasan permukiman hasil dari strategi peremajaan.

Kata Kunci: Peremajaan, Konsolidasi Lahan, Rancang Kota



Keywords


Peremajaan, Konsolidasi Lahan, Rancang Kota

Full Text:

PDF

References


Natalia, Tita. 2012. Peremajaan Permukiman Kumuh Melalui Perencanaan Rumah Susun di Kelurahan Cikutra Kota Bandung. Tugas Akhir. Teknik Planologi, Universitas Islam Bandung. Bandung

Paul D. Spreiregen, AIA. 1965. Urban Design: The Architecture of Towns and Cities. McGraw-Hill Book Company. Amerika.

Republik Indonesia. 2011. Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Lembaran Negara RI Tahun 2011, No. 7. Jakarta.

Shirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold Company. New York.

Sujarto, Djoko. 1977. Pembangunan Perkotaan Ditinjau dari Segi Perencanaan Lokal. Institur Teknologi Bandung. Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.9984

Flag Counter