Studi Pembentukan Tata Ruang Kraton Mataram Islam Pleret

Albin Mus Pratomo, Bambang Pranggono

Abstract


Abstract. Around 16-17 of the Islamic Empire in control of power in the archipelago, one of the Islamic Mataram Sultanate located on the island of Java. The Sultanate of Mataram Islam is the ground Prize awarded by the Sultan of Pajang, because it has been helpful in the war between the Demak and Pajang. The land of the Alas Mentaok. Gedhe Pamanahan Ki is the person who was given the land and built a Sultanate was named the Islamic Mataram Sultanate located in Gedhe, Yogyakarta, a special region of Yogyakarta. During the trip the Sultanate of Mataram Islam, changing the location of the Palace. The location of the first, namely the city, then moved toward GedheKerto and moved towards Pleret. The displacement in the lead by Raden Mas Said(Sultan Agung), but until now there has never been that examines the concept of Spatial Kraton Islamic Mataram Pleret and anything that becomes the background of the formation of concepts and patterns of space from the Palace of Mataram Islam Pleret. Of the above problems in a penilitian question whether the conclusion that being a Spatial concept of the Palace of Mataram Islam Pleret? The purpose of this study is an understanding and an introduction to the elements that became the shaperSpatial Kraton Islamic Mataram so a concept of spatial bercirikhas. The results of this research are the Palace of Mataram Islam Kingdom Pleret is a Spatial concept, theconcept of a Gatra Chess consists of governmental, religious, social, and economic issues. In the Palace of Islamic Mataram Spatial concept of the make in shape, Kedhaton, Mosque, town square and marketplace.

 

Abstrak. Sekitar abad 16-17 Kerajaan Islam memegang kendali dalam kekuasaan Nusantara, salah satunya Kesultanan Mataram Islam yang berada di Pulau Jawa. Kesultanan Mataram Islam merupakan tanah hadiah yang diberikan oleh Sultan Pajang, karena telah membantu dalam perang antara Demak dan Pajang. Tanah tersebut berada di Alas Mentaok. Ki Gedhe Pamanahan merupakan orang yang diberi tanah tersebut, dan membangun sebuah kesultanan yang diberi nama Kesultanan Mataram Islam yang berlokasi di Kota Gedhe, Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam masa perjalanan Kesultanan Mataram Islam, terjadi perubahan lokasi Kraton. Lokasi pertama, yaitu Kota Gedhe, selanjutnya pindah menuju Kerto, dan berpindah menuju Pleret. Perpindahan tersebut di pimpin oleh Raden Mas Said (Sultan Agung), namun hingga saat ini belum pernah ada yang meneliti mengenai Konsep Tata Ruang Kraton Mataram Islam Pleret tersebut dan apa saja yang menjadi latar belakang terbentuknya konsep dan pola ruang dari Kraton Mataram Islam Pleret. Dari permasalahan diatas di simpulkan suatu pertanyaan penilitian apakah yang menjadi konsep Tata Ruang Kraton Mataram Islam Pleret? Tujuan dari penelitian ini adalah pemahaman dan pengenalan terhadap unsur-unsur yang menjadi pembentuk Tata Ruang Kraton Mataram Islam sehingga terjadi suatu konsep tata ruang yang bercirikhas tersendiri. Hasil dari penelitian ini adalah Kraton Mataram Islam Pleret merupakan Kraton yang mempunyai Konsep Tata Ruang Catur Gatra, konsep tersebut terdiri dari pemerintahan, religi, sosial, dan ekonomi. Dalam Tata Ruang Kraton Mataram Islam konsep tersebut di wujudkan dalam bentuk, Kedhaton, Masjid, Alun-alun dan Pasar.


Keywords


Kraton, Mataram Islam, Catur Gatra

References


Departemen Agama RI. 1999. Al-Qur’an dan Terjemahan. CV. AsySyifa’. Semarang.

RTRW Kabupaten Bantul.

Arkeologi Perkotaan Mataram Islam, Inajatai. 2000. Penerbit Jendela, Erlangga. Yogyakarta.

Hamid Shirvani. 1985. The Urban Design Process, Van Nostrand Reinhold. New York.

Herusutato. 2000. Simbolisme Dalam Budaya Jawa, Graha Widia. Yogyakarta.

Simuh. 1995. Sufisme Jawa, Yayasan Bentang Budaya. Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.6263

Flag Counter