Studi Perubahan Konfigurasi Ruang Kabupaten Sumedang sebagai Dampak Pembangunan Waduk Jatigede

Muhammad Reza Hardiansyah, Nia Kurniasari

Abstract


Abstract. Acceleration of development in Indonesia is a high priority to be stimulate the development of the area. One of development being initiated by the Government is the development Jatigede Dam on five districts in Sumedang which serves as a source of water rice fields and other sources of hydropower plants as well as to meet the need of raw water resident in Sumedang, Majalengka Regency Indramayu Regency, Cirebon Regency and Cirebon City. In addition to providing the benefits, this development has an impact on the spatial patterns and structures in the area of Sumedang. The impact on the spatial pattern occurs because of changes in land use patterns. While the impact on the spatial structure is a change in growth centers in the region of Sumedang. Changes in the structure of this space because the land settlements, agricultural land, infrastructure and road network in the affected area changed into Jatigede Dam. These changes have a tendency to change the spatial configuration of Sumedang Regency. Hence it is necessary for Space Studies Configuration Changes As the Sumedang District Development Impact Jatigede in the analysis based on the analysis of demographic, economic agglomeration analysis, gravitation analysis, schallogram analysis and continued with progplan analysis and overlay analysis. Based on some of the analysis, configuration changes are seen Sumedang Regency space. These changes occurred in districts hierarchy in Sumedang district which produces a new space configuration in Sumedang. The results of this analysis can be input for Sumedang regency government to be able to provide treatment for every district in Sumedang.

 

Abstrak. Percepatan pembangunan di Indonesia menjadi prioritas utama untuk dapat merangsang perkembangan daerah. Salah satu pembangunan yang sedang digagas oleh pemeritah adalah pembangunan Waduk Jatigede pada lima kecamatan di Kabupaten Sumedang yang berfungsi sebagai sumber air lahan persawahan dan sumber pembangkit listrik tenaga air serta untuk mencukupi kebutuhan air baku penduduk di Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon. Selain memberikan manfaat, pembangunan ini memberikan dampak terhadap pola ruang dan struktur ruang pada Kabupaten Sumedang. Dampak terhadap pola ruang terjadi karena adanya perubahan pola penggunaan lahan. Sedangkan dampak terhadap struktur ruang adalah adanya perubahan pusat-pusat pertumbuhan wilayah di Kabupaten Sumedang. Perubahan struktur ruang ini dikarenakan lahan permukiman penduduk, lahan pertanian, sarana dan prasarana serta jaringan jalan di wilayah terdampak berubah fungsi menjadi Waduk Jatigede. Perubahan ini memiliki kecenderungan merubah konfigurasi ruang dari Kabupaten Sumedang. Oleh Karena itu perlu dilakukan Studi Perubahan Konfigurasi Ruang Kabupaten Sumedang Sebagai Dampak Pembangunan Waduk Jatigede yang di analisis berdasarkan analisis kependudukan, analisis aglomerasi ekonomi, analisis gravitasi, analisis skalogram dan dilanjutkan dengan analisis progplan serta analisis overlay. Berdasarkan beberapa analisis tersebut, Kabupaten Sumedang mengalami perubahan konfigurasi ruang. Perubahan ini terjadi pada hirarki kecamatan dalam Kabupaten Sumedang yang menghasilkan konfigurasi ruang baru di Kabupaten Sumedang. Hasil analisis ini dapat menjadi masukan bagi pemerintah Kabupaten Sumedang untuk dapat memberikan penanganan bagi setiap kecamatan di Kabupaten Sumedang. 


Keywords


Spatial Configuration, Spatial Structure, Growth Pole Center

References


Assoen, M Harriadi. 1995. Pengembangan Wilayah Fakultas Teknik Planologi. Bandung: Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Bandung

Badan Pusat Statistik. 2016. Buku Statistik Daerah Kabupaten Sumedang Tahun 2015. Sumedang: Badan Pusat Statistik

Danastri, Sasya. 2008. Analisis Penetapan Pusat-Pusat Pertumbuhan Baru di Kecamatan Harjamukti Cirebon Selatan.

Departemen Agama Republik Indonesia. 2000. Al Qur’an dan Terjemahan. Bandung: CV. Diponegoro

Friedman, John. 1966. A General Theory of Polarized Development. Vienna

Glasson, John. 1974. An Introduction To Regional Planning. London

Gulo, Yarman. 2015. Identifikasi Pusat-pusat Pertumbuhan dan Wilayah Pendukungnya dalam Pengembangan Wilyah Kabupaten Nias

Hirschman, Albert O. 1958. The Strategy of Economic Development. Berlin

Myrdal, Gunnar. 1957. Economic Theory and Underdeveloped Regions. Stockholm

Nainggolan, Pandapotan T.P. 2011. Analisis Penentuan Pusat-Pusat Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Simanggalun.

Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang No 2 Tahun 012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabuaten Sumedang

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No 22 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat

Peraturan Menteri Dalam Negeri No 5 Tahun 1975 tentang Ketentuan-Ketentuan Mengenai Pembebasan Tanah.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 16/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 20 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Peraturan Presiden Republik Indonesia No 1 Tahun 2015 tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan Pembangunan Waduk Jatigede.

Perroux, Francois. 1955. A New Concept Of Development. Paris

Richardson, Harry W. 1978. Urban and Regional Economic. Chicago: University of Illinois Pess.

Risman Agung Santika. 2009. Arahan Penentuan Struktur Ruang Kabupaten Sukabumi Utara Sebagai Kabupaten Baru. Program Studi Perencanaan Wilayh dan Kota. Universitas Islam Bandung

Santoso, Eko Budi. 2014. Penentuan Pusat-Pusat Pertumbuhan dalam Pengembangan Wilayah di Kabupate Gunung Kidul. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Seuluh November Vol. 3, No 2.

Shellby Devianty Widodo. 2014. Model Struktur Ruang Growth Pole (Studi Kasus Tembalang). Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Diponegoro

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: CV. Alfabeta

Tarigan, Robinson. 2005. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: Bumi Aksara

Undang Undang Republik Indonesia No 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Undang Undang Republik Indonesia No 32 Ttahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Yunus, Hadi Sabari. 2002. Struktur Tata Ruang Kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.5836

Flag Counter