Peremajaan Kawasan Permukiman Kumuh di Kelurahan Tamansari

Faisal Dahlan, Sri Hidayati Djoeffan

Abstract


Abstract. Increased urbanization of population can lead to an increase in urban population, this is also in line with the projected percentage of urban population in 2020 of 56.7%, in 2030 at 63.4% and in 2045 at 72.9% (BPS , Projection of Indonesian Population 2015-2045). The impact of increasing population and not coupled with the provision of space needs in this case the provision of housing facilities and infrastructure can cause urban problems. One of the urban problems that can arise is the problem of slums. Slums are settlements that are not suitable for habitation because of irregularity in buildings, high levels of building density, and the quality of buildings and facilities and infrastructure that do not meet the requirements (Law No. 1 of 2011, Article 1). Slums have sprung up and become a problem in several regions in Indonesia, especially big cities, such as Surabaya, Jakarta, Makassar, and also the City of Bandung. The city of Bandung as the capital of West Java Province is also experiencing problems of slums, one of the slum areas in the city of Bandung, which is located in Tamansari Village, Bandung Wetan District. Problems that occur in the Tamansari sub-district, especially the research sites in RW 12 and RW 13, are Environmental Degradation, Functional Degradation, and Visual Degradation. The purpose of this study is to create the concept of Renewal of slum areas. The approach method used is a theoretical approach, normative approach, comparative approach, participatory approach, and descriptive statistical approach. The results of this study in the form of Urban renewal concepts include the concept of structure (neigborhood unit), the concept of urban design elements (Hamid Shirvani, 1985) (land use concept, building mass management concept, green open space (RTH) concept, pedestrian path concept and network concept utility), and the concept of green city.

Keywords: Urban Renewal, slums, settlements, housing, flats


Abstrak Peningkatan urbanisasi penduduk dapat menyebabkan pada peningkatan penduduk di perkotaan, hal ini juga sejalan dengan proyeksi presentase jumlah penduduk di perkotaan pada tahun 2020 sebesar 56,7 %, pada tahun 2030 sebesar 63,4 % dan pada tahun 2045 sebesar 72,9 % (BPS, Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2045). Dampak dari terus bertambahnya penduduk dan tidak dibarengi dengan penyediaan kebutuhan ruang dalam hal ini penyediaan sarana dan prasarana perumahan permukiman dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan Perkotaan. Salah satu permasalahan Perkotaan yang dapat timbul adalah permasalahan permukiman kumuh. Permukiman Kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakberaturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat (UU No 1 Tahun 2011, Pasal 1). Permukiman kumuh banyak bermunculan dan menjadi permasalahan di beberapa wilayah di indonesia terutama Kota-kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, Makasar, dan juga Kota Bandung. Kota Bandung sebagai ibu kota Propinsi Jawa Barat juga mengalami permasalahan permukiman kumuh, salah satu kawasan permukiman kumuh di Kota Bandung yaitu terletak di Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan. Permasalahan yang terjadi di kelurahan tamansari khususnya lokasi penelitian di RW 12 dan RW 13 yaitu Degradasi Lingkungan, Degradasi Fungsional, dan Degradasi Visual. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat konsep peremajaan kawasan permukiman kumuh. Metode pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan teoritis, pendekatan normatif, pendekatan komparatif, pendekatan parsitipatif, dan pendekatan statistik deskriptif. Hasil dari penelitian ini berupa konsep peremajaan meliputi konsep struktur (neigborhood unit), konsep elemen perancangan kota (Hamid Shirvani,1985) (konsep tata guna lahan, konsep tata massa bangunan, konsep ruang terbuka hijau (RTH), konsep jalur pedestrian dan konsep jaringan utilitas), dan konsep green city.

Kata-kunci : Peremajaan Kota, Permukiman Kumuh, Permukiman, Rumah Susun



Keywords


Peremajaan Kota, Permukiman Kumuh, Permukiman, Rumah Susun

Full Text:

PDF

References


Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Pendidikan

Pendekatan Kauntitatif, Kualitatif, dan R&D.

Shirvani, Hamid. 1985. The Urban Design Processs.

Skripsi/Tesis/Disertasi

Aliyati, Ratu. 2011. Permukiman Kumuh Di Bantaran

Ciliwung ( Studi Kasus Kel Manggarai-

Srengseng Sawah Dan Kel Kampung Melayu-

Kalisari). Universitas Indonesia.

Aluliansyah, Dwiwangga. (2009). Permukiman

Kumuh Di Kota Bandung. Universitas Indonesia.

Cora, Mareta. (2012). Penataan Kawasan

Permukiman Kumuh Di Kelurahan Cilacap

Kabupaten Cilacap Melalui Peningkatan

Kualitas Fisik. Universitas Diponegoro.

Mentari, Dwi May. (2017). Peremajaan Kawasan

Permukiman Kelurahan Sadang Serang

Kecamatan Coblong Kota Bandung. Universitas

Islam Bandung.

Syam, Muhajir. (2017). Identifikasi Kawasan Kumuh

Dan Strategi Penanganannya Pada Permukiman

Di Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae

Kabupaten Majene. Universitas Alaudin

Makassar.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.21655

Flag Counter