Model Penanganan Pramulti Bencana di Kecamatan Ternate Utara

Fahreza Sudirman, Ira Safitri Darwin

Abstract


Abstract. Eighty-seven percent (87%) of Indonesia's territory (383 out of 440 districts or cities) are prone to natural disasters. This condition is exacerbated by the large number of people who are unequally distributed, the diversity of tribes, religions, customs, cultures and classes makes Indonesia very vulnerable to natural disasters. North Ternate District is included in the region of Gamalama Volcano II (KRB II) Volcano, Multi-disaster threat in North Ternate District is exacerbated by the large number of inhabitants living in this region, recorded in 2017 a number (49,306 people) or 24.4% of the population of the City Ternate. At present the Ternate City government does not yet have a pre-multi disaster management model as an effort to reduce the impact of fatalities and material and to form a resilient community that is resilient to disasters. This research uses several methods of analysis, namely, GIS (Geographic Information System), descriptive analysis, and matrix analysis using ERD software. Based on the analysis using this method, four disaster risk areas in the North Ternate District (volcano disaster risk area, tsunami disaster risk area, landslide risk area and earthquake disaster risk area) are divided into high, medium and high risk areas. low with the highest percentage of awareness level of 59.53% and the lowest of 8.99%. and the model of disaster management which is interrelated between disaster risk, its handling, and all elements in an area in reducing the impact of fatalities and material.

Keywords: multi disaster, model of handling, ternate city, mapping.

Abstrak. Delapan puluh tujuh persen (87%) Wilayah Indonesia (383 dari 440 kabupaten atau kota) adalah rawan bencana alam. Kondisi ini diperparah dengan besarnya  jumlah penduduk yang tersebar secara tidak merata, keanekaragaman suku, agama, adat istiadat, budaya dan golongan menyebabkan Indonesia sangat rawan terhadap bencana alam. Kecamatan Ternate Utara termasuk kedalam wilayah Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) Gunung Api Gamalama, Ancaman multi bencana di Kecamatan Ternate Utara diperparah dengan banyaknya penduduk yang bermukim di wilayah ini, tercatat tahun 2017 sejumlah  (49.306 jiwa) atau 24,4% penduduk Kota Ternate. Saat ini pemerintah Kota Ternate belum memiliki model penanganan pramulti bencana sebagai upaya untuk pengurangan dampak korban jiwa dan materi serta membentuk masyarakat yang tangguh terhadap bencana. penelitian ini menggunakan beberapa metoda analisis yaitu, GIS (Geographic Information System), analisis deskriptif, dan analisis matrik diagram  menggunakan software ERD. Berdasarkan analisis dengan menggunakan metode tersebut maka dihasilkan empat daerah risiko bencana di Kecamatan Ternate Utara (daerah risiko bencana gunung api, daerah risiko bencana tsunami, daerah risiko bencana tanah longsor dan daerah risiko bencana gempa bumi) yang terbagi menjadi daerah dengan risiko tinggi, sedang dan rendah dengan prosentase tingkat kesadaran tertinggi yaitu 59,53% dan terendah sebesar 8,99%.dan model penanganan pra mullti bencana yang saling berkaitan antara risiko bencana, penanganannya, dan seluruh elemen dalam suatu daerah dalam mengurangi dampak korban jiwa dan materi.

Kata Kunci : multi bencana, model penanganan, kota ternate, pemetaan.


Keywords


multi disaster, model of handling, ternate city, mapping.

References


Agung, M. (2018). Evaluasi Tingkat Kelayakan Tempat dan Jalur Evakuasi Bencana Gunung Berapi Gamalama Kota Ternate.

Aini, A. (2007). Sistem Informasi Geografis Pengertian dan Aplikasinya. STMIK Amikom Yogyakarta.

Adiyoso, W. (2018). Manajemen Bencana Pengantar dan Isu-isu Strategis (Edisi Pertama). Jakarta: Bumi Aksara.

BNPB. (2014). IRBI Indeks Resiko Bencana Indonesia Tahun 2013 (Pertama). Bogor: Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Kasturian, P., & Djuhara, A. (1980). Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Api Gamalama, Ternate Maluku Utara. Bandung: Direktorat Vulkanologi.

Kuntjojo. (2009). Metodologi Penelitian. Kediri.

Maulana, A. (2004). Kamus Ilmiah Populer (Kedua). Yogyakarta: Absolut.

Nurjanah, Sugiharto, R., Kuswanda, D., & Adikoesoemo. (2013). Manajemen bencana (Edisi Kedua). Bandung: Alfabeta.

Perda No. 02. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Ternate Tahun 2012-2032, Pub. L. No. Peraturan Daerah Kota Ternate Nomor 02 tahun 2012 (2012).

Perka BNPB No. 4. Pedoman Penyusunan rencana Penanggulangan Bencana, Pub. L. No. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 4 (2008).

Permen PU No. 21. Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Letusan Gunung Berapi dan Kawasan Rawan Gempa Bumi, Pub. L. No. Peraturan Menteri pekerjaan Umum Nomor 21 (2007).

Sastradihardja, S. (2010). Tanggap Bencana Alam Gunung Berapi (Pertama). Bandung: Titian Ilmu.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed Method) (10th ed.). Bandung: Allfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.21644

Flag Counter