Revitalisasi Sentra Industri Rajut Binong Jati

Tezza Hasan Hidayat, Sri Hidayati Djoeffan

Abstract


Abstract. Industry in RIPIN 2015 - 2035 prioritizes national industrial development in which there are small & medium industrial centers (SIKIM) in the national industry. Binong jati Knitting Industry Center is one of the small & medium industrial centers (SIKIM) that is one of you in Bandung. The existing condition of the Binong Jati knitting industry center is not in accordance with what has been regulated in the Minister of Industry Regulation of the Republic of Indonesia No.9 / M-IND / PER / 2016 which explains the specific provisions regarding what is in the industrial center should. Revitalization of Industrial Centers has been regulated in the Minister of Industry Regulation of the Republic of Indonesia No.9 / M-IND / PER / 2016 regarding special provisions on why the revitalization of Binong Jati industrial centers and industrial centers is based on the provisions in the Binong Jati industrial center which are suitable for Revitalization. The existing condition which is the center of the village knitting industry where this center stands because it has been passed down from generation to generation and has become sporadic so that its growth is irregular. The existing conditions including being slum settlements add to why the center of Binong Jati knitting industry must be revitalized according to Hamid Shirvani's theory because it does not fit almost all the elements related to Hamid Shirvani. selling price. The revitalization of the knitting industry center is carried out with the aim of restoring the competitiveness of the center of Binong Jati's knitting industry and strengthening Indonesia's national industry. Planned planning is based on the Rejuvenation Strategy approach, Hamid Shirvani's Theory, Green City Theory, Neighborhood Unit Theory.

Keywords: SIKIM, Revitalization, Existing Conditions, Hamid Shirvani, Green City, Neighborhood Unit, Binong Jati, AFCTA.



Abstrak. Industri dalam RIPIN 2015 – 2035 mengedepankan pembangunan industri nasional yang dimana didalam industri nasional tersebut terdapat sentra industri kecil & industri menengah (SIKIM) Sentra Industri Rajut Binong jati adalah salah satu dari sentra industri kecil & industri menengah (SIKIM) yang menjadi salah satu andalah di Kota Bandung. Kondisi eksisting sentra industri rajut Binong Jati tidak sesuai dengan apa yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.9/M-IND/PER/2016 yang menjelaskan ketentuan khusus mengenai apa saja yang ada dalam sentra industri seharusnya. Revitalisasi Sentra Industri telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.9/M-IND/PER/2016 mengenai ketentuan khusus mengapa diadakanya revitalisasi sentra industri dan sentra industri Binong Jati berdasarkan ketentuan yang ada didalamnya sentra industri Binong Jati layak untuk di Revitalisasi. Kondisi eksisting yang merupakan sentra industri rajut perkampungan dimana sentra ini berdiri karena turun temurun dan menjadi sporadis sehingga pertumbuhannya pun tidak teratur.  Kondisi eksisting yang termasuk menjadi pemukiman kumuh menambah mengapa sentra industri rajut Binong Jati harus di revitalisasi menurut teori Hamid Shirvani karena tidak sesuai nya hampir semua elemen yang berkaitan dengan Hamid Shirvani.Masuknya AFCTA pada tahun 2012 membuat turunnya daya saing sentra industri rajut Binong Jati karena perbedaanya harga jual. Revitalisasi sentra industri rajut dilakukan dengan tujuan mengembalikan daya saing sentra industri rajut Binong Jati dan memperkuat industri nasional Indonesia. Perencanaan yang direncanakan berdasarkan pendekatan Strategi Peremajaan, Teori Hamid Shirvani, Teori Green City, Teori Neighborhood Unit.

Kata Kunci: SIKIM, Revitalisasi, Kondisi yang Ada, Hamid Shirvani, Green City, Unit Lingkungan, Binong Jati, AFCTA.


Keywords


SIKIM, Revitalisasi, Kondisi yang Ada, Hamid Shirvani, Green City, Unit Lingkungan, Binong Jati, AFCTA.

Full Text:

PDF

References


Buku

Black J.A. 1981. Urban transport Planning (Theory and Products), London Crom Helm

Ching, Francis D.K. 2007. ARCHITECTURE: Form, Space, and Order. New York City : John Wiley & Sons, third edition.

Danisworo, M. 1998. Konseptualisasi Gagasan dan Upaya Penanganan Proyek Peremajaan Kota: Pembangunan Kembali (Redevelopment) Sebagai Fokus. Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Duranton, Gilles. 2009. Are Cities Engines Of Growth And Prosperityfor Developing Countries?. The World Bank, Washington.

Hakim, Rustam dan Hadi Utomo 2003, Komponen Perancangan Arsitektur Lansekap: Prinsip, Unsur, dan Aplikasi Disain, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta

Harry, D. C. (1909).Alfred Weber : Theory od Location Industries. New York

Ishartono dan Raharjo, Santoso. 2016. Sustainable Development Goals (SDGs) dan Pengentasan Kemiskinan. Dalam Social Work Jurnal Volume: 6 Nomor: 2 Halaman: 154 – 272. Universitas Padjajaran. Bandung.

Muta’ali, L. 2015. Penyusunan Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup Berbasis Jasa Ekosistem Sebagai Dasar Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Panero, J dan Martin Zelnik, Dimensi Manusia dan Ruang Interior, Erlangga, Jakarta

Tarigan, Robinson. 2006. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: Bumi Aksara

Todd, K W 1987, Tapak, Ruang, dan Struktur, Intermata, Bandung.

White, Edward T. (1987). Buku Sumber Konsep. Penerbit: Intermatra

Wicaksono, Andie A (2007). Ragam Desain Ruko (rumah toko), Penebar Swadaya, Jakarta

Norma, Standar, Peraturan dan Kriteria

Departemen Perdangan Republik Indonesia. (2008). Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025: Jakarta: Penerbit Departemen Perdagangan RI.

Djumhana, H. Muhammad. (1999). Aspek-Aspek Hukum Desain Industri Di Indonesia.Yogyakarta: Penerbit Citra Aditya Bakti.

Kementerian Pekerjaan Umum .2011. Panduan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).

Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1996 Tentang Kawasan Industri

PERDA NO.10 Tahun 2015 Tentang RDTR dan PZ Kota Bandung 2015 – 2035

PP Nomor 142 Tahun 2015 Tentang Kawasan Industri

Permen Perindustrian Republik Indonesia Nomor 40/ M/ - IND/ PER/ 6/ 2016 Tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri

Permen Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2008 Tentang Pedoman Perencanaan Kawasan Perkotaan

PP. No 36 Tahun 2006 Tentang Jalan

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No : 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbukan Hijau di Kawasan Perkotaan.

Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015 – 2035

RTRW Kota Bandung 2011 – 2031

RDTR SWK Karees Kota Bandung 2011 – 2031

Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 257/ MPP/ Kep/ 7/ 1997

UU No.34 Tahun 2004 Tentang Jalan

Undang Undang No 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian

Undang – undang RI Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

Internet

https://bandungkota.bps.go.id/statictable/2017/08/29/123/realisasi-pendapatan-pemerintah-kota-bandung-menurut-jenis-pendapatan--ribu-rupiah---2015---2017.html

nordpress.com/2010/05/09/peranan-sektor-industri-dalam-pembangunan-ekonomi-indonesia/

https://www.researchgate.net/publication/325312873_Implementasi_Sustainable_Development_Goals_SDGs_dalam_Pembangunan_Kota_Berkelanjutan_di_Jakarta

Adriand, Indra Jaya. 2008. Review Literatur Teori Lokasi dan Pola Ruang (Teori Aglomerasi). Diunduh dari http://indrajayaadriand.wordpress.com/ pada tanggal 12 Maret 2018 pukul 21.25

Sustainable Development Goals 2015. [site2015Mei18]. http://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/6754tecnical%20rep ort%20of%20th

Jurnal / Tugas Akhir

Candra, Fitria 2018. Identifikasi Kebutuhan Rencana Pembangunan Sentra Industri Tanggerang Selatan

Damayanti, V. 2016. Potensi Pengembangan Infrastruktur Hijau dalam Upaya Mewujudkan Kota Hijau di Kota Cimahi. Tesis. Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas SAPPK Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Febriandi, Hanna Cyntia, 2014. Museum Arsitektur studi kasus Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.15292

Flag Counter