Kajian Keberlanjutan Dunia dan Akhirat Hunian Real Estate Kota Baru Parahyangan dengan Konsep Sustainable Housing

Nukhbah Khoiriyah, Bambang Pranggono

Abstract


Abstract. Sustainable housing is the development aspects of sustainable development. Based Research Triangle Institute (1996), in creating a sustainable city takes five basic principles which basically is the development of the three main dimensions (economic, social and environmental). Urban regions today develop into an area that has many functions at once, known as mixed use area. As well as Kota Baru Parahyangan which is one of the largest New Town in West Bandung regency. With its strategic position and has an advantage in the settlement sector, education, worship, sports and trade and services. In this condition will be seen whether Kota Baru Parahyangan qualified in Sustainable housing application will be assessed based on the world and the hereafter. To see if residents and town management has increased the quality of the environment. The approach taken by using a questionnaire to accommodate the aspirations of residents, organizations and Town Management coupled with environmental observation and analysis of Islamic urban approach and pillars of Islam. The results obtained from this study is that the value for the level of sustainability of settlements in Kota Baru Parahyangan which turns this area has continued both in the world and the hereafter is expected that the results of the study of the sustainability of residential and Hereafter it into useful information as input the direction of control of development and settlement development large scale in general and in particular the new city.

Keywords : Kota Baru Parahyangan, Sustainable Housing, Sustainable Development

 

 

Abstrak. Sustainable housing adalah pengembangan aspek dari sustainable development. Berdasarkan Research Triangle Institute (1996), dalam menciptakan kota yang berkelanjutan diperlukan lima prinsip dasar yang pada dasarnya merupakan pengembangan dari tiga matra utama (ekonomi, sosial, dan lingkungan). Kawasan di perkotaan dewasa ini berkembang menjadi kawasan yang memiliki berbagai fungsi sekaligus yang dikenal dengan sebutan mixed used area. Seperti halnya Kota Baru Parahyangan yang merupakan salah satu Kota Baru terbesar di Kabupaten Bandung Barat. Dengan posisinya yang strategis dan memiliki keunggulan dalam sektor permukiman, pendidikan, peribadatan, olahraga dan perdagangan dan jasa. Dalam kondisi ini akan dilihat apakah Kota Baru Parahyangan memenuhi syarat dalam penerapan Sustainable housing yang akan dikaji berdasarkan dunia dan akhirat. Untuk melihat apakah penghuni dan town management mengalami peningkatan kualitas lingkungan. Pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan kuesioner untuk menampung aspirasi dari penghuni, organisasi dan Town Management dibarengi dengan analisis observasi lingkungan serta pendekatan perkotaan islami dan rukun islam. Hasil yang didapat dari studi ini adalah diperoleh nilai untuk tingkat keberlanjutan permukiman di Kota Baru Parahyangan yang mana ternyata kawasan ini telah berlanjut baik secara dunia maupun akhirat Diharapkan hasil kajian keberlanjutan hunian dunia dan akhirat tersebut menjadi informasi yang berguna sebagai masukan arahan pengendalian pembangunan dan pengembangan permukiman berskala besar pada umumnya dan kota baru pada khususnya.

Kata-kunci :  Kota Baru Parahyangan, Sustainable Housing,  Sustainable Development


Keywords


Kota Baru Parahyangan, Sustainable Housing, Sustainable Development

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2018. Master Plan Kota Baru Parahyangan. PT. Belaputera Intiland. Bandung.

Budi Brahmantyo, T Bactiar. 2009. Wisata Bumi Cekungan Bandung. Truedee Pustaka Sejati

Budihardjo, E. dan S. Hardjohubojo.1993. Kota Berwawasan Lingkungan. Penerbit Alumni.

Bandung. 241 hal.

Choguill, Charles L. 2007. The Search For Policies To Support Sustainable Housing. Jurnal

Habitat International, (XIII): 143-149.

Dwi, Karina Pradipta. 2008. Bogor. Pemeliharaan Lanskap Permukiman Di Kota Baru

Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Program Studi Arsitektur

Lanskap Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Fadillah, Taruna. 2011. Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Sekitar Sesar Lembang. Kota

Bandung. Buletin Vulkanologi dan Bencana Geologi, Volume 6 Nomor 3, Desember

: 1-5

Komarudin. 1999. Pembangunan Perkotaan Berwawasan Lingkungan. Direktorat Jendral Cipta

Karya. Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta.

Kusmayana, Ali. 2009. Merencanakan, Merancang dan Membangun Rumah Tinggal Islami,

diakses dari http://mejagambar.wordpress.com/ pada tanggal 29 April 2011.

L. Handayani. Dkk. 2009. Percepatan Pergerakan Tanah Maksimum Daerah Cekungan

Bandung: Studi Kasus Gempa Sesar Lembang, Geo-Hazards Vol 19 No 5, 333

Larasati, D. 2003. Sustainable Housing In Indonesia. Journal Of Global Community Based

Housing.

Lynch, Kevin. 1984. Good City Form. MIT Press. Cambridge MA and London

Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Ratodi, Muhammad. 2017. Introduction to Islamic Urban Planning Concept. Surabaya.

Riyadi dan Bratakusuma, Deddy Supriady. 2003. Perencanaan Pembangunan Daerah ; Strategi

Menggali Potensi Dalam Mewujudkan Otonomi Daerah. PT Gramedia Pustaka Utama.

Jakarta.

Risdiyanto, Idung. 2016. Analisis Dan Pemetaan Wilayah Banjir Di DTA Saguling.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan Dan Kawasan Permukiman

UN–Habitat (2012) Sustainable Housing For Sustainable Cities : A Policy Framework For

Developing Countries. Naraobi United Nation Human Settlements Programme (UN-

Habitat).




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/pwk.v0i0.15269

Flag Counter