Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce pada Film Dua Garis Biru terhadap Moral Generasi Z

Khairunisha Pasya, Rizky Fauzi

Abstract


Abstract The film "Dua Garis Biru" provides a lot of descriptions of the moral messages that are inserted in each scene. Through this film, we can open our eyes about the importance of early sexual education, adolescent psychology & communication between family members. This research uses a qualitative study with technical content analysis. In the film "Dua Garis Biru" there are social cognitions that are displayed in the story, namely: moral messages that look at the relationship between humans and God, human relationships with humans and human relationships with their social environment. This study uses a qualitative descriptive research with research methods that use Charles Sander Pierce's semiotic analysis with a constructivist paradigm. This method is used to help people see and interpret the signs from a film, that from the film "Dua Garis Biru" it can be seen what moral messages are obtained through the existing signs.

Abstrak— Film “Dua Garis Biru” banyak memberikan gambaran pesan moral yang disisipkan didalam setiap adegan. Melalui film ini dapat membuka mata kita tentang pentingnya pendidikan seksual sejak dini, psikologi anak remaja & komunikasi antara anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan teknis analisis konten. Dalam film “Dua Garis Biru” terdapat kognisi sosial yang di tampilkan dalam cerita yaitu: pesan moral yang memandang bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode penelitian yang menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce dengan paradigma konstruktivis. Metode ini digunakan agar membantu masyarakat dapat melihat dan memaknai tanda dari sebuah film, bahwa dari film “Dua Garis Biru” dapat dilihat pesan moral apa saja yang didapat melalui tanda yang ada.


Keywords


Film,”Dua Garis Biru”, Semiotika, Charles Sanders Pierce, Moral, Generasi Z

Full Text:

PDF

References


Cangara, H. (2003). Pengantar Ilmu Komunikasi. PT Raja Grafindo Persada.

Fuad, I. (2010). Filsafat Ilmu. Rineka Cipta.

Gamble, S. (2010). Pengantar Memahami Feminisme & Postfeminisme. Jalasutra.

Ginanti, N. (2020). Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film Dua Garis Biru. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Albanjari, 4(3), 57–71.

Hidayat, D. N. (2003). Paradigma dan Metodologi Penelitin Sosial Empirik Klasik. Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.

K., B. (1993). Etika. Gramedia Pustaka Utama.

Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Bumi Aksara.

Pratista, H. (2008). Memahami Film.

Purnomo, A., Asitah, N., Rosyidah, E., Septianto, A., Daryanti, M. D., & Firdaus, M. (2019). Generasi Z sebagai Generasi Wirausaha. 1–4. https://doi.org/10.31227/osf.io/4m7k

Setiawan, G. . (2020). Komunikasi Antarpribadi Pada Pasangan Suami Istri Muda yang Istrinya Tetap Bekerja. 53–61. https://journal.interstudi.edu/Index.Php/InterKomunika/Article/View/375, 2(1), 53–61

Sobur, A. (2009). Semiotika Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya.

Suseno, F. M.-. (2002). Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Kanisius.

Tinarbuko, S. (2008). Semiotika Komunikasi Visual. Jalasutra.

Weisarkurnai, B. F. (2017). Representasi Pesan Moral Dalam Film Rudy Habibie Karya Hanung Bramantyo (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jom Fisip, 4(1), 1–14.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v8i1.31729

Flag Counter