Uji F-max untuk Memeriksa Kehomogenan Varians Anava Rancangan Blok Acak Lengkap pada Percobaan Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan Tinggi Nilam Aceh (pogostemon cablin benth) Klon Sidakalang

Gandhy Ichtiar Husen, Suliadi Suliadi, Anneke Iswani Achmad

Abstract


Abstract. The design of randomized complete block is characterized by the presence of the same amount of blocks, where each block subjected to treatments. When using design of randomized complete blocks experimental unit need not homogeneous, where the experimental units are grouped into blocks of such a character as experimental unit in a relatively homogeneous block. Pemblokkan process is to create homogeneity in blocks as small as possible and homogeneity between the blocks become as big as possible. To test the homogeneity of variance in design of randomized complete blockstypically used Levene test. This method has the disadvantage that when the large number of treatment and the number of blocks of small reatif it will increase the error of type 1 and decreasing the power of statistical tests. Bhandary and Dai propose a new method that is test of F-max that can solve the problem of homogeneity of variance above. The data used is data influence biological fertilizers and sewage washing rice, starch. Manure and green manure in the planting medium to high growth subsoil Aceh Patchouli (Pogostemon cablin benth) clones sidakalang with 11 treatments and 5 blocks. The result with α = 0.05, combination treatment variance biological fertilizer and rice starch laundry wastes, manure and biological fertilizer at planting medium to high growth subsoil Aceh Patchouli (Pogostemon cablin benth) clones sidakalang homogeneous.

 

Abstrak. 

Rancangan blok acak lengkap dicirikan oleh adanya blok dalam jumlah yang sama, dimana setiap blok dikenakan perlakuan-perlakuan. Apabila menggunakan rancangan block acak lengkap satuan percobaan tidak perlu homogen, dimana satuan-satuan percobaan tersebut dikelompokkan ke dalam blok-blok tertentu sehingga satuan percobaan dalam blok relatif homogen. Proses pemblokkan adalah membuat kehomogenan dalam blok menjadi sekecil mungkin dan kehomogenan antar blok menjadi sebesar mungkin. Untuk menguji kehomogenan varians dalam RBAL biasanya digunakan uji Levene. Metode ini memiliki kelemahan yaitu pada saat jumlah perlakuan besar dan jumlah blok reatif kecil maka akan meningkatkan galat tipe 1 dan menurunnya kuasa uji statistik. Bhandary dan Dai mengajukan satu metode baru yaitu uji F-max yang dapat menyelesaikan masalah homogenitas varians di atas. Adapun data yang digunakan adalah data pengaruh pupuk hayati dan pati limbah cucian beras. Pupuk kandang dan pupuk hijau pada media tanam subsoil terhadap pertumbuhan tinggi nilam aceh (pogostemon cablin benthklon sidakalang dengan 11 perlakuan dan 5 blok. Hasilnya dengan α = 0,05 maka varians perlakuan kombinasi pupuk hayati dan pati limbah cucian beras, pupuk kandang dan pupuk hayati pada media tanam subsoil terhadap pertumbuhan tinggi Nilam Aceh (pogostemon cablin benthklon sidakalang homogen.


Keywords


RBAL, F-max test, Levene's test, homogeneity of variance

References


Bhandary, Madhusudan., Dai, Hongying. (2012). An Alternative test for the equality of variances for several population in randomised complete block design. Journal of Statistical Methodology, 11(2013): 22-35.

Chaniago, Junaidi. (2010). Tabel F 0.05 (Online), (https://junaidichaniago.files.wordpress.com/2010/04/tabel-f-0-05.pdf.),

diakses 9 Agustus 2016

Gaspersz, Vincent. (1994). Metode Perancangan Percobaan untuk Ilmu-ilmu Pertanian, Ilmu-ilmu Teknik, dan Biologi. Bandung: CV.ARMICO

Sartika, Dewi. (2013). Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Hayati dan Pati Limbah Cucian Beras, Pupuk Kandang dan Pupuk Hijau pada Media Tanam Subsoil Terhadap Pertumbuhan Tinggi Nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth) Klon Sidakalng. Bandung: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran.

Suwanda, Bandung. (2011). Desain Eksperimen untuk Penelitian. Bandung: ALFABETA.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.4206

Flag Counter