Studi Deskriptif Mengenai Penyesuaian Perkawinan pada Istri Bekerja yang Memiliki Suami Tidak Bekerja

Adinda Desianty, Endang Pudjiastuti

Abstract


Abstract Couples in the first 5-year marriage often experience emotional tension, conflict and division because the couple is in the process of adjusting (Hurlock, 2002: 289). Based on the results of research conducted by republic, revealed that in 2015-2016 divorce rate in the city of Cimahi increased by 25%. At least 800 cases each month go to Cimahi religious court. As many as 75 percent of divorce lawsuits filed by women, and the cause is an economic factor. However, the data obtained there are 20 wives who have double roles as breadwinners and take care of households with husbands who do not have jobs that still survive in marriage, with economic limitations, the opposite of the family, and the problems faced in the household had time to make a wife want to surrender and end her marriage. The purpose of this study obtained an empirical picture of marital adjustment in wives who work to have husbands not working in North Cimahi City. The concept of the theory used is Marriage Adjustment proposed by Duvall & Miller (1985) The method used is Descriptive Study with the number of samples of 20 couples husband and wife. Data retrieval on Marital Adjustment variables was performed using Dyadic Adjustment Scale (DAS) measurements from Spanier (1976) consisting of 32 items. The result of marriage adjustment to wife in obtaining dyadic consensus aspect is high enough 70% while in aspect dyadic satisfaction, dyadic cohesion, and low influenceional expression. The result of marriage adjustment in husbands was found in the low affectional expression aspect of 65%, and on he dyadic consensus aspect, dyadic satisfaction, and high dyadic cohesion.

Keyword: Working Wife, Marriage Adjustment, Unemployed Husband, North Cimahi City

 

Abstrak Pasangan pada perkawinan 5 tahun pertama seringkali mengalami ketegangan emosional, konflik dan perpecahan karena pasangan dalam proses menyesuaikan diri (Hurlock, 2002:289). Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan oleh replubika, mengungkapkan bahwa pada tahun 2015-2016 angka perceraian di kota Cimahi meningkat sebanyak 25%. Setidaknya 800 perkara setiap bulannya masuk ke pengadilan agama Cimahi. Sebanyak 75 persen gugatan perceraian diajukan perempuan, dan penyebabnya adalah faktor ekonomi. Namun data yang di dapatkan terdapat 20 orang istri yang memiliki peran ganda sebagai pencari nafkah dan mengurus rumah tangga dengan suami yang tidak memiliki pekerjaan yang masih bertahan di dalam perkawinannya, dengan keterbatasan ekonomi, pertentang dari keluarga, dan permasalah yang di hadapi di dalam rumah tangganya sempat membuat istri ingin menyerah dan menyudahi perkawinannya. Tujuan dari penelitian ini memperoleh gambaran empirik mengenai penyesuaian perkawinan pada istri yang bekerja memiliki suami tidak bekerja di Kota Cimahi Utara. Konsep teori yang digunakan yaitu Penyesuaian Perkawinan dikemukakan oleh Duvall & Miller (1985) Metode yang digunakan adalah Studi Deskriptif dengan jumlah sampel 20 pasangan suami dan istri. Pengambilan data pada variabel Penyesuaian Perkawinan dilakukan dengan menggunakan alat ukur Dyadic Adjustment Scale (DAS) dari Spanier (1976) yang terdiri dari 32 item. Hasil penyesuaian perkawinan pada istri di dapatkan aspek dyadic consensus yang cukup tinggi sebesar 70% sedangkan pada aspek dyadic satisfaction, dyadic cohesion, dan affectional expression rendah. Hasil penyesuaian perkawinan pada suami di dapatkan pada aspek affectional expression rendah yaitu sebesar 65%, dan pada aspek dyadic consensus, dyadic satisfaction, dan dyadic cohesion tinggi.

Kata Kunci: Istri Bekerja, Penyesuaian Perkawinan, Suami Tidak Bekerja, Kota Cimahi Utara


Keywords


Istri Bekerja, Penyesuaian Perkawinan, Suami Tidak Bekerja, Kota Cimahi Utara

Full Text:

PDF

References


Arikunto, S. (2003). Prodesur Penelitiaan (Suatu Pendekatan Praktek). Jakarta: Rineka Cipta

Atwater, E. & D. (1999). Psychology for Living: Adjustment , Growth, and Behavior Today (6th Ed.). New Jersey: Prentice-Hall.

Duvall, E & Miller, B. (1985). Marriage and Family Development. New York :

Halper and Crow Publisher

Guildford, J. P. (1956). Fundamental Statistic In Psychology and Education. 3rd Ed. New York: Mc Grow-Hill Book Company, Inc.

Hurlock, E. B. (2002). Psikologi perkembangan : Suatu Pendekatan Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Kilis. (2006). Dinamika Konflik Suami Istri pada Masa Awal Perkawinan. Universitas Indoneisa.

Lasswell, M. &. (1982). Marriage and The Family Edisi 2. California: Wadworth Publishing Company.

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jakarta: Kencana Perdana Media Group.

Margono, D. S. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nazir, Muh. (2011). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Noor, H. (2009). PSikometri Aplikasi Penyusunan Instrumen Pengukuran Perilaku. Bandung: Fakultas Psikologi UNISBA.

Olson, D. D. (2006). Marriage & Families: Intimacy, Diversity and Strength 5th edition. Boston: McGraw-Hill.

Papalia, Old & Fieldman.. (2001). Human Development. Boston: McGraw Hill.

Republik Indonesia, U.-u. (1974). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. LN 1974 Nomor 1, TLN 3019.

Republika. (2016, September 28). Angka Perceraian di Cimahi Tembus 80 Persen.

Rumundor, P. C. (April 2011). Gambaran Penyesuaian Diadik Pada Pasangan Dewasa Muda di Awal Pernikahan. HUMANIORA Vol.2 No.1 , 468-476.

Santrock, J. W. (2002). Perkembangan Masa Hidup. Jakarta: Erlangga.

Spanier, G. (1976). Measuring Dyadic Adjustment : New Scale For Assesing The Quality of Marriages. Journal of Marriage and The Family.

Sugiyono. (2001). Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Weiten, W. & Llyod, M. A. (2006). Psychology Applied Modern Life :

Adjustment in the 21st Century. (th Ed). California : Thomson Higher Education




Flag Counter